Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri, Indra Karya Gelar Bimtek TKDN

Pemerintah terus mengejar target rata-rata (TKDN) sebesar 40 persen, agar dapat diimplementasikan para pelaku industri pada semua sektor hingga 2024.

PT Indra Karya (Persero) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Assessment TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk mengejar target rata-rata TKDN) sebesar 40 persen, agar dapat diimplementasikan para pelaku industri di semua sektor hingga 2024.

Vice Presiden (VP) Corporate Secretary Indra Karya, Okky Suryono mengatakan, sebagai perusahaan Konsultan Konstruksi yang bergerak di sektor infrastruktur, pihaknya menyambut antusias hal tersebut, dengan menggelar Bimtek Assessment TKDN pada Selasa (13/09) melalui Operation and Business Development Division.

Pelatihan ini juga tindak lanjut atas pembentukan P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri) di internal untuk memperkuat komitmen perseroan.

“Kami ingin mendorong P3DN, baik penyerapan anggaran melalui Opex (Operating Expenditure/biaya operasional) ataupun Capex (Capital Expenditure/modal kerja) kami,” ujarnya, melalui keterangannya Kamis (15/9).

Kegiatan ini juga merupakan realisasi dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022, tentang P3DN dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil (UMKM) dan Koperasi dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pengadaan Barang dan Jasa.

Bimtek ini diikuti 30 peserta terdiri dari unsur pejabat pembuat komitmen pengadaan barang dan jasa, pejabat panitia lelang atau terkait pengadaan barang jasa dan beberapa perwakilan divisi bisnis Indra Karya.

“Nantinya, seluruh aspek layanan operasi yang diberikan akan mengedepankan layanan yang mendorong penggunaan TKDN minimal 40 persen,” ujarnya.

Dengan begitu, penggunaan produk dalam negeri akan menjadi wujud kontribusi nyata Perusahaan dalam pembangunan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik. ■

]]> Pemerintah terus mengejar target rata-rata (TKDN) sebesar 40 persen, agar dapat diimplementasikan para pelaku industri pada semua sektor hingga 2024.

PT Indra Karya (Persero) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Assessment TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk mengejar target rata-rata TKDN) sebesar 40 persen, agar dapat diimplementasikan para pelaku industri di semua sektor hingga 2024.

Vice Presiden (VP) Corporate Secretary Indra Karya, Okky Suryono mengatakan, sebagai perusahaan Konsultan Konstruksi yang bergerak di sektor infrastruktur, pihaknya menyambut antusias hal tersebut, dengan menggelar Bimtek Assessment TKDN pada Selasa (13/09) melalui Operation and Business Development Division.

Pelatihan ini juga tindak lanjut atas pembentukan P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri) di internal untuk memperkuat komitmen perseroan.

“Kami ingin mendorong P3DN, baik penyerapan anggaran melalui Opex (Operating Expenditure/biaya operasional) ataupun Capex (Capital Expenditure/modal kerja) kami,” ujarnya, melalui keterangannya Kamis (15/9).

Kegiatan ini juga merupakan realisasi dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022, tentang P3DN dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil (UMKM) dan Koperasi dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pengadaan Barang dan Jasa.

Bimtek ini diikuti 30 peserta terdiri dari unsur pejabat pembuat komitmen pengadaan barang dan jasa, pejabat panitia lelang atau terkait pengadaan barang jasa dan beberapa perwakilan divisi bisnis Indra Karya.

“Nantinya, seluruh aspek layanan operasi yang diberikan akan mengedepankan layanan yang mendorong penggunaan TKDN minimal 40 persen,” ujarnya.

Dengan begitu, penggunaan produk dalam negeri akan menjadi wujud kontribusi nyata Perusahaan dalam pembangunan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories