Dorong Pencegahan, Menko Luhut: OTT KPK Tak Buat Koruptor Kapok! .

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mampu membuat jera para pejabat negara untuk melakukan korupsi. Buktinya, praktik korupsi masih saja terjadi.

“Menurut saya buahnya OTT tidak seperti yang diharapkan, tidak bikin kapok,” ujar Luhut dalam acara KPK, Selasa (13/4).

Karena itu, dia meminta komisi antirasuah mengedepankan pencegahan ketimbang penindakan. “Jangan biarkan orang terjerumus kalau masih bisa diingatkan,” imbuhnya.

Luhut meyakini, gencarnya pencegahan bakal berdampak signifikan terhadap penurunan kasus korupsi. Lagipula, kalau hanya melakukan penindakan, KPK bisa berpotensi jadi alat politik dan kekuasaan. Karena itu, KPK harus bisa mencegah penyelewengan-penyelewengan, sehingga tidak perlu dilakukan penindakan.

“Tidak boleh KPK dikatakan lemah. KPK harus kuat tapi kuat semua terukur jangan KPK menjadi alat siapapun dan jangan KPK itu dikontrol siapapun KPK harus dikontrol oleh KPK dan untuk kepentingan Republik tercinta,” tegasnya.

Luhut sendiri menilai, beberapa waktu belakangan, kinerja KPK dalam pencegahan korupsi semakin terlihat. Salah satunya, dengan terlibat dalam mengawal pengerjaan proyek-proyek strategis nasional.

Karena itu, komisi pimpinan Firli Bahuri cs ini akan terus dilibatkan dalam mengawasi jalannya pembangunan seluruh megaproyek strategis nasional.

“KPK ini super sakti. Kalau KPK bisa memainkan peran dengan pas, pencegahan banyak, akan menurunkan korupsi. Kalau hanya sekadar penindakan tanpa pencegahan itu tidak akan arif,” tandas Luhut. [OKT]

]]> .
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mampu membuat jera para pejabat negara untuk melakukan korupsi. Buktinya, praktik korupsi masih saja terjadi.

“Menurut saya buahnya OTT tidak seperti yang diharapkan, tidak bikin kapok,” ujar Luhut dalam acara KPK, Selasa (13/4).

Karena itu, dia meminta komisi antirasuah mengedepankan pencegahan ketimbang penindakan. “Jangan biarkan orang terjerumus kalau masih bisa diingatkan,” imbuhnya.

Luhut meyakini, gencarnya pencegahan bakal berdampak signifikan terhadap penurunan kasus korupsi. Lagipula, kalau hanya melakukan penindakan, KPK bisa berpotensi jadi alat politik dan kekuasaan. Karena itu, KPK harus bisa mencegah penyelewengan-penyelewengan, sehingga tidak perlu dilakukan penindakan.

“Tidak boleh KPK dikatakan lemah. KPK harus kuat tapi kuat semua terukur jangan KPK menjadi alat siapapun dan jangan KPK itu dikontrol siapapun KPK harus dikontrol oleh KPK dan untuk kepentingan Republik tercinta,” tegasnya.

Luhut sendiri menilai, beberapa waktu belakangan, kinerja KPK dalam pencegahan korupsi semakin terlihat. Salah satunya, dengan terlibat dalam mengawal pengerjaan proyek-proyek strategis nasional.

Karena itu, komisi pimpinan Firli Bahuri cs ini akan terus dilibatkan dalam mengawasi jalannya pembangunan seluruh megaproyek strategis nasional.

“KPK ini super sakti. Kalau KPK bisa memainkan peran dengan pas, pencegahan banyak, akan menurunkan korupsi. Kalau hanya sekadar penindakan tanpa pencegahan itu tidak akan arif,” tandas Luhut. [OKT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories