Dorong Kesetaraan Gender, KBI Luncurkan Srikandi BUMN Arkadewi

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI, meluncurkan Srikandi BUMN-nya. Pembentukan komunitas perempuan KBI yang bernama Arkadewi ini, merupakan upaya KBI untuk mendorong kontribusi perempuan dan kesetaraan gender.

Selain itu, adanya komunitas ini  dalam rangka mendukung perempuan untuk berkarya dan berprestasi di BUMN, yang dapat saling mendukung, membangun kapabilitas, serta mampu beradaptasi serta menjaga keseimbangan perannya.

Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi mengatakan, pemberdayaan karyawan perempuan ini, ke depan KBI akan terus menjalankan program-program yang ada. Tentunya dalam kaitan dengan pengembangan sumber daya manusia yang ada.

Dalam hal pengembangan, secara berkala KBI memberikan beasiswa S2 yang juga diberikan kepada karyawan perempuan.

“Selain itu, kami juga akan terus mendorong dan memberikan kesempatan kepada karyawan perempuan, untuk memegang jabatan hingga berada di tingkat kepala divisi,” ujar Fajar dalam keterangan resminya, Selasa (4/1).

Dengan terbentuknya Arkadewi yang merupakan wadah Srikandi BUMN di KBI ini, kata Fajar, ke depan para srikandi KBI akan menjadi perempuan yang profesional, kompeten dan mandiri untuk mendukung tercapainya tujuan korporasi. Serta tentunya bisa memberikan kontribusi positif untuk masyarakat maupun negara.

Ketua Arkadewi KBI Fuji Dwi Nur Fitri menuturkan, dalam mendukung kontribusi perempuan dan kesetaraan gender tersebut, beberapa misi akan dijalankan Arkadewi.

Pertama, pengembangkan jiwa kepemimpinan perempuan KBI agar menjadi insan yang profesional, militan dan mandiri. Kedua, peningkatan kompetensi, jiwa inovasi, dan digital mindset dalam menghadapi industri 4.0.

 

Ketiga, mendukung program srikandi  BUMN dalam mewujudkan kesetaraan gender dan kesetaraan pengembangan karir di lingkup perusahaan dan BUMN pada umumnya.

“Pembentukan Arkadewi di KBI ini merupakan langkah nyata KBI dalam mengikuti arahan Menteri BUMN tentang pembentukan srikandi BUMN,” ujanya.

Selain itu, dengan adanya Srikandi BUMN di KBI ini juga dalam upaya untuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya di tujuan kelima. Yaitu untuk mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan.

Fuji menambahkan, dalam tujuan kelima ini, akan dipastikan bahwa, semua perempuan dapat berpartisipasi penuh. Dan mendapat kesempatan yang sama untuk kepemimpinan pada semua level pengambilan keputusan dalam kehidupan politik, ekonomi dan publik.

Upaya yang dilakukan KBI ini sejalan dengan program pemerintah terkait kesetaraan gender. Beberapa waktu lalu,

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga menyebut, tingkat kesetaraan gender di Indonesia masih rendah.

Data dari indeks kesetaraan gender yang dirilis Badan Program Pembangunan PBB (UNDP) menyebutkan, Indonesia berada pada peringkat 103 dari 162 negara, atau terendah ketiga se-ASEAN.

Saat ini KBI memiliki 52 karyawan dan 30 persen, di antaranya adalah perempuan milenial. Bahkan salah satu dari lima kepala divisi di KBI adalah perempuan.

Adanya perempuan dalam jajaran kepada divisi di KBI ini, sejalan dengan upaya Kementerian BUMN dalam meningkatkan keterwakilan perempuan di jajaran Board of Commissioners (BoC), Board of Directors (BoD)  dan BoD-1 BUMN, yaitu dengan target 15 persen di 2021 dan mencapai 25 persen pada 2023. [DWI]

]]> PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI, meluncurkan Srikandi BUMN-nya. Pembentukan komunitas perempuan KBI yang bernama Arkadewi ini, merupakan upaya KBI untuk mendorong kontribusi perempuan dan kesetaraan gender.

Selain itu, adanya komunitas ini  dalam rangka mendukung perempuan untuk berkarya dan berprestasi di BUMN, yang dapat saling mendukung, membangun kapabilitas, serta mampu beradaptasi serta menjaga keseimbangan perannya.

Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi mengatakan, pemberdayaan karyawan perempuan ini, ke depan KBI akan terus menjalankan program-program yang ada. Tentunya dalam kaitan dengan pengembangan sumber daya manusia yang ada.

Dalam hal pengembangan, secara berkala KBI memberikan beasiswa S2 yang juga diberikan kepada karyawan perempuan.

“Selain itu, kami juga akan terus mendorong dan memberikan kesempatan kepada karyawan perempuan, untuk memegang jabatan hingga berada di tingkat kepala divisi,” ujar Fajar dalam keterangan resminya, Selasa (4/1).

Dengan terbentuknya Arkadewi yang merupakan wadah Srikandi BUMN di KBI ini, kata Fajar, ke depan para srikandi KBI akan menjadi perempuan yang profesional, kompeten dan mandiri untuk mendukung tercapainya tujuan korporasi. Serta tentunya bisa memberikan kontribusi positif untuk masyarakat maupun negara.

Ketua Arkadewi KBI Fuji Dwi Nur Fitri menuturkan, dalam mendukung kontribusi perempuan dan kesetaraan gender tersebut, beberapa misi akan dijalankan Arkadewi.

Pertama, pengembangkan jiwa kepemimpinan perempuan KBI agar menjadi insan yang profesional, militan dan mandiri. Kedua, peningkatan kompetensi, jiwa inovasi, dan digital mindset dalam menghadapi industri 4.0.

 

Ketiga, mendukung program srikandi  BUMN dalam mewujudkan kesetaraan gender dan kesetaraan pengembangan karir di lingkup perusahaan dan BUMN pada umumnya.

“Pembentukan Arkadewi di KBI ini merupakan langkah nyata KBI dalam mengikuti arahan Menteri BUMN tentang pembentukan srikandi BUMN,” ujanya.

Selain itu, dengan adanya Srikandi BUMN di KBI ini juga dalam upaya untuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya di tujuan kelima. Yaitu untuk mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan.

Fuji menambahkan, dalam tujuan kelima ini, akan dipastikan bahwa, semua perempuan dapat berpartisipasi penuh. Dan mendapat kesempatan yang sama untuk kepemimpinan pada semua level pengambilan keputusan dalam kehidupan politik, ekonomi dan publik.

Upaya yang dilakukan KBI ini sejalan dengan program pemerintah terkait kesetaraan gender. Beberapa waktu lalu,

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga menyebut, tingkat kesetaraan gender di Indonesia masih rendah.

Data dari indeks kesetaraan gender yang dirilis Badan Program Pembangunan PBB (UNDP) menyebutkan, Indonesia berada pada peringkat 103 dari 162 negara, atau terendah ketiga se-ASEAN.

Saat ini KBI memiliki 52 karyawan dan 30 persen, di antaranya adalah perempuan milenial. Bahkan salah satu dari lima kepala divisi di KBI adalah perempuan.

Adanya perempuan dalam jajaran kepada divisi di KBI ini, sejalan dengan upaya Kementerian BUMN dalam meningkatkan keterwakilan perempuan di jajaran Board of Commissioners (BoC), Board of Directors (BoD)  dan BoD-1 BUMN, yaitu dengan target 15 persen di 2021 dan mencapai 25 persen pada 2023. [DWI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories