Dongkrak Pembiayaan Untuk UMKM Holding UMi Beri Akses Keuangan Hingga Pelosok

Pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai akan menjadi solusi penyediaan produk keuangan berbiaya murah hingga ke pelosok negeri.

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN sedang mematangkan rencana pembentukan sinergi ultra mikro yang melibatkan tiga BUMN. Yaitu PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengaku sangat mendukung pembentukan holding UMi. Dia meyakini langkah ini untuk mempercepat perbaikan ekosistem Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pemulihan ekonomi pada 2021.

Penggabungan ketiga perusahaan BUMN tersebut dapat mempermudah aksesibilitas masyarakat terhadap pembiayaan dengan bunga rendah hingga ke wilayah pelosok.

“Bunga pembiayaan mikro nantinya lebih murah. Kami yakin holding ini mampu meningkatkan akses pembiayaan hingga ke pelosok negeri,” tegasnya.

Andre juga yakin, praktik aksi korporasi kali ini lebih sehat lantaran melibatkan BRI yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia.

“Harapannya, holding ini tidak hanya sebatas aksi korporasi, tetapi juga akan bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat, utamanya masyarakat kecil,” harapnya.

Lebih lanjut, anggota Fraksi Gerindra ini mengatakan, selama ini pelaku usaha mikro kerap terkendala akses permodalan yang membuat mereka tak punya pilihan, hingga terpaksa berhubungan dengan rentenir.

“Kita tahu rentenir bisa menarik denda sesuka hati bahkan menyita aset usaha. Akhirnya, pelaku usaha yang terpaksa meminjam ke rentenir terjebak dalam lingkaran setan,” ujar Andre.

Gagasan untuk pembentukan holding UMi ini juga didukung Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung. Dia menyambut positif gagasan untuk memperkuat ekosistem ultra mikro melalui rencana holding, karena itu langkah bagus.

“Integrasi pembiayaan ultra mikro akan memperkuat, baik dari sisi kelembagaan, permodalan dan pelayanan,” ujar Martin.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron juga mendukung rencana holding ultra mikro, karena bagus untuk rekonstruksi ekonomi nasional.

Herman menyampaikan, dengan integrasi ini BRI, Pegadaian dan PNM akan menjadi lebih kuat dari sisi data dan penghimpunan dana masyarakat, yang pada akhirnya akan berdampak pada bunga yang lebih terjangkau dan akselerasi pembiayaan.

Herman menyampaikan, komisinya akan tetap mengawal kinerja holding ultra mikro untuk tetap menjalankan misinya mengembangkan UMKM. [KAL]

]]> Pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai akan menjadi solusi penyediaan produk keuangan berbiaya murah hingga ke pelosok negeri.

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN sedang mematangkan rencana pembentukan sinergi ultra mikro yang melibatkan tiga BUMN. Yaitu PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengaku sangat mendukung pembentukan holding UMi. Dia meyakini langkah ini untuk mempercepat perbaikan ekosistem Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pemulihan ekonomi pada 2021.

Penggabungan ketiga perusahaan BUMN tersebut dapat mempermudah aksesibilitas masyarakat terhadap pembiayaan dengan bunga rendah hingga ke wilayah pelosok.

“Bunga pembiayaan mikro nantinya lebih murah. Kami yakin holding ini mampu meningkatkan akses pembiayaan hingga ke pelosok negeri,” tegasnya.

Andre juga yakin, praktik aksi korporasi kali ini lebih sehat lantaran melibatkan BRI yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia.

“Harapannya, holding ini tidak hanya sebatas aksi korporasi, tetapi juga akan bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat, utamanya masyarakat kecil,” harapnya.

Lebih lanjut, anggota Fraksi Gerindra ini mengatakan, selama ini pelaku usaha mikro kerap terkendala akses permodalan yang membuat mereka tak punya pilihan, hingga terpaksa berhubungan dengan rentenir.

“Kita tahu rentenir bisa menarik denda sesuka hati bahkan menyita aset usaha. Akhirnya, pelaku usaha yang terpaksa meminjam ke rentenir terjebak dalam lingkaran setan,” ujar Andre.

Gagasan untuk pembentukan holding UMi ini juga didukung Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung. Dia menyambut positif gagasan untuk memperkuat ekosistem ultra mikro melalui rencana holding, karena itu langkah bagus.

“Integrasi pembiayaan ultra mikro akan memperkuat, baik dari sisi kelembagaan, permodalan dan pelayanan,” ujar Martin.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron juga mendukung rencana holding ultra mikro, karena bagus untuk rekonstruksi ekonomi nasional.

Herman menyampaikan, dengan integrasi ini BRI, Pegadaian dan PNM akan menjadi lebih kuat dari sisi data dan penghimpunan dana masyarakat, yang pada akhirnya akan berdampak pada bunga yang lebih terjangkau dan akselerasi pembiayaan.

Herman menyampaikan, komisinya akan tetap mengawal kinerja holding ultra mikro untuk tetap menjalankan misinya mengembangkan UMKM. [KAL]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories