Dongkrak Kompetensi Pekerja, Kemnaker Gandeng 4 Perusahaan Kakap

Tingkatkan Kompetensi Pekerja, Kemnaker Gandeng 4 Perusahaan Kakap Kementerian Ketenagakerjaan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) alias nota kesepahaman dengan PT Sumber Alfaria Tbk (Alfamart), PT Kubota Indonesia, PT Mobil Laku Indonesia (OLX Autos), dan PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja).

MoU ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui model kerja sama antara Balai Latihan Kerja (BLK) dengan dunia usaha dan industri.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan salah satu upaya yang tengah digencarkan Kementerian Ketenagakerjaan adalah meningkatkan kualitas SDM melalui penyelenggaraan pelatihan vokasi di BLK. Pelatihan vokasi, sambung Ida, bertujuan membekali tenaga kerja berkompetensi sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kementerian Ketenagakerjaan terus berupaya mengimplementasikan program transformasi BLK untuk meningkatkan kualitas pelatihan vokasi, sebagai program unggulan peningkatan kualitas SDM Indonesia,” kata Ida dalam keterangannya, Rabu (16/6).

Dia menegaskan, kesuksesan program ini membutuhkan dukungan seluruh pihak. Di antaranya, industri sebagai pengguna langsung tenaga kerja. “Industri ini pihak yang paling memahami kompetensi apa saja yang dibutuhkan secara riil di lapangan,” ujar politisi PKB itu.

Pasalnya, industri bisa memberikan masukan terkait kebutuhan keterampilan bagi industri yang disasar, membantu memberikan masukan terhadap kekurangan keterampilan tenaga pengajar atau instruktur pelatihan, perkembangan peralatan yang digunakan di industri, bahkan soft skills apa saja yang dibutuhkan industri.

“Untuk itu, industri perlu bergandengan tangan dengan pelaksana pelatihan dalam menciptakan link and match antara lulusan pelatihan dengan kebutuhan di industri,” ungkapnya.

 

Dijelaskan Ida, MoU dengan Alfamart merupakan perpanjangan kerja sama yang sudah dijalankan sejak 2018. Yakni terkait penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi untuk mempersiapkan SDM kompeten di bidang retail. 3

“Sedangkan MoU dengan PT Kubota Indonesia berkaitan dengan kerja sama pengembangan pelatihan vokasi di bidang otomotif mesin diesel, yang merupakan spesialisasi dari PT Kubota Indonesia,” beber mantan anggota DPR itu. .

Sementara MoU dengan OLX Autos berkaitan dengan penyelenggaraan pelatihan berbasis kompentensi dan sertifikasi kompetensi SDM bidang otomotif. Khususnya untuk penyiapan SDM sebagai petugas inspeksi kendaraan. “Kalau MoU dengan LinkAja merupakan kerja sama dalam rangka penyaluran dana insentif dalam proses dan/atau pasca pelatihan vokasi,” sebutnya. [UMM]

]]> Tingkatkan Kompetensi Pekerja, Kemnaker Gandeng 4 Perusahaan Kakap Kementerian Ketenagakerjaan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) alias nota kesepahaman dengan PT Sumber Alfaria Tbk (Alfamart), PT Kubota Indonesia, PT Mobil Laku Indonesia (OLX Autos), dan PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja).

MoU ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui model kerja sama antara Balai Latihan Kerja (BLK) dengan dunia usaha dan industri.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan salah satu upaya yang tengah digencarkan Kementerian Ketenagakerjaan adalah meningkatkan kualitas SDM melalui penyelenggaraan pelatihan vokasi di BLK. Pelatihan vokasi, sambung Ida, bertujuan membekali tenaga kerja berkompetensi sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kementerian Ketenagakerjaan terus berupaya mengimplementasikan program transformasi BLK untuk meningkatkan kualitas pelatihan vokasi, sebagai program unggulan peningkatan kualitas SDM Indonesia,” kata Ida dalam keterangannya, Rabu (16/6).

Dia menegaskan, kesuksesan program ini membutuhkan dukungan seluruh pihak. Di antaranya, industri sebagai pengguna langsung tenaga kerja. “Industri ini pihak yang paling memahami kompetensi apa saja yang dibutuhkan secara riil di lapangan,” ujar politisi PKB itu.

Pasalnya, industri bisa memberikan masukan terkait kebutuhan keterampilan bagi industri yang disasar, membantu memberikan masukan terhadap kekurangan keterampilan tenaga pengajar atau instruktur pelatihan, perkembangan peralatan yang digunakan di industri, bahkan soft skills apa saja yang dibutuhkan industri.

“Untuk itu, industri perlu bergandengan tangan dengan pelaksana pelatihan dalam menciptakan link and match antara lulusan pelatihan dengan kebutuhan di industri,” ungkapnya.

 

Dijelaskan Ida, MoU dengan Alfamart merupakan perpanjangan kerja sama yang sudah dijalankan sejak 2018. Yakni terkait penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi untuk mempersiapkan SDM kompeten di bidang retail. 3

“Sedangkan MoU dengan PT Kubota Indonesia berkaitan dengan kerja sama pengembangan pelatihan vokasi di bidang otomotif mesin diesel, yang merupakan spesialisasi dari PT Kubota Indonesia,” beber mantan anggota DPR itu. .

Sementara MoU dengan OLX Autos berkaitan dengan penyelenggaraan pelatihan berbasis kompentensi dan sertifikasi kompetensi SDM bidang otomotif. Khususnya untuk penyiapan SDM sebagai petugas inspeksi kendaraan. “Kalau MoU dengan LinkAja merupakan kerja sama dalam rangka penyaluran dana insentif dalam proses dan/atau pasca pelatihan vokasi,” sebutnya. [UMM]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories