DKI Siagakan Faskes Dan Tenaga Medis Waspada, Kasus Corona Naik Lagi Pasca Lebaran

Masyarakat Ibu Kota sebaiknya kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus Corona. Sebab, kasus Covid-19 mengalami peningkatan pasca libur Idul Fitri.

Jakarta menjadi wilayah dengan kasus baru Covid-19 tertinggi. Per Selasa (10/5), tercatat ada 456 kasus baru di Indonesia. Sebanyak 150 kasus di antaranya ditemukan di Ibu Kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui, kenaikan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran di Ibu Kota. Namun, menurut Riza, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.

“Kami berharap tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan. Karena, biasanya setiap habis libur panjang terjadi peningkatan kasus. Kami mengimbau masyarakat tetap hati-hati dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes),” kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (10/5).

Riza menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah lonjakan kasus. Di antaranya, sosialisasi prokes, memperketat pengawasan dan monitoring kasus Covid-19 usai libur panjang. Selain itu, menyiapkan fasilitas kesehatan dan tenaga medis. Upaya tersebut, bahkan sudah dilaksanakan sebelum Lebaran.

Upaya lain, lanjutnya, peserta program mudik gratis di DKI diwajibkan melakukan vaksinasi booster.

“Dengan syarat wajib vaksin booster dan melaksanakan prokes ketat tentu harapan kita tidak ada peningkatan kasus berlebihan,” ujarnya.

Riza menekankan, dari seluruh upaya penanganan Covid-19 tersebut, dibutuhkan peran masyarakat dalam melaksanakan prokes ketat.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, akan terus memantau potensi kenaikan Covid-19 usai Lebaran 2022 dalam 25 hari ke depan. Rentang waktu tersebut dibutuhkan untuk melihat apakah ada atau tidak pola kenaikan seperti periode libur panjang sebelumnya. Di mana pada libur panjang sebelumnya, pola kenaikan kasus Covid-19 mulai terjadi pada hari ke-27 hingga hari ke-34.

“Sekarang, sudah 7 hari sesudah hari raya (Idul Fitri) Jadi, Kami mengusulkan ke Bapak Presiden (Jokowi) agar kita tunggu dulu sekitar 20 sampai 25 hari ke depan untuk melihat, apakah ada pola yang sama dengan liburan Lebaran, liburan Natal, dan Tahun Baru sebelumnya,” kata Budi Gunadi, Senin (9/5).

 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 telah melakukan evaluasi perkembangan kasus Covid-19 pada delapan provinsi terutama pada daerah-daerah tujuan mudik terbesar. Yakni, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Yogyakarta, Lampung, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Kasus positif, kasus aktif, kematian, Bed Occupancy Rate (BOR) serta positivity rate di delapan provinsi tersebut terus mengalami penurunan yang signifikan,” Wiku dalam Keterangannya, Selasa (10/5).

Evaluasi indikator perkembangan kasus Covid pada 8 provinsi tersebut, menurut Wiku, cukup penting dilakukan usai libur panjang. Karena, dalam periode libur Lebaran, mobilitas masyarakat meningkat. Selain itu, ada kemungkinan masyarakat lengah prokes saat kegiatan berkumpul. Sehingga, ada potensi peningkatan penularan Covid-19.

Diungkapkan Wiku, dari laporan mingguan, kasus positif di seluruh provinsi mengalami penurunan. Dalam 7 hari terakhir, penambahan tertinggi di DKI Jakarta yaitu 519 kasus dan penambahan terendah di Sumatera Barat sebanyak 6 kasus.

Lalu, pada persentase kesembuhan harian di seluruh provinsi mengalami kenaikan. Data per 9 Mei 2022, persentase kesembuhan di seluruh provinsi sudah lebih dari 90 persen. Kesembuhan tertinggi di DKI Jakarta 98,7 persen, Jawa Barat 98,4 persen dan Sumatera Utara 97,8 persen.

Selanjutnya, pada kasus kematian mingguan dalam 3 bulan terakhir juga mengalami penurunan. Namun, khusus Jawa Tengah, beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan. Penambahan kematian dalam 7 hari terakhir tertinggi juga di Jawa Tengah, yaitu 63 kasus.

Untuk menjaga diri dari potensi tertular dan menularkan, Wiku mengimbau, untuk tetap memakai masker, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta kesadaran untuk melakukan tes usai bepergian jarak jauh dan mengunjungi lokasi keramaian.

“Terlebih untuk yang memiliki gejala, mohon secara sadar segera melakukan tes,” pntanya.

Untuk data pemantauan prokes di masa menjelang cuti bersama hingga Idul Fitri pada 24-30 April 2022 dan 1 – 7 Mei 2022, papar Wiku, terjadi kenaikan dua kali lipat jumlah orang dipantau dan ditegur di tempat wisata.

“Angka kepatuhan selama pelaksanaan cuti bersama di 27 provinsi, terdapat 49,5 persen masyarakat tidak patuh memakai masker di area restoran atau kedai. Sedangkan pada area permukiman sebanyak 22,1 persen masyarakat tidak patuh,” tandasnya.

Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono memprediksi, kasus Covid-19 akan meningkat usai libur Lebaran. Terlebih Lebaran kali ini sudah diperbolehkan mudik. “Namun, peningkatan kasus Covid-19 masih bisa dikendalikan. Sebab masyarakat di Jawa-Bali sudah memiliki imunitas sekitar 99 persen,” ungkapnya.

Pandu yakin imunitas pemudik sudah terbentuk. Sebab, program vaksinasi dosis ketiga atau booster sudah digelar tiga bulan sebelum Ramadan. [DRS]

]]> Masyarakat Ibu Kota sebaiknya kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus Corona. Sebab, kasus Covid-19 mengalami peningkatan pasca libur Idul Fitri.

Jakarta menjadi wilayah dengan kasus baru Covid-19 tertinggi. Per Selasa (10/5), tercatat ada 456 kasus baru di Indonesia. Sebanyak 150 kasus di antaranya ditemukan di Ibu Kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui, kenaikan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran di Ibu Kota. Namun, menurut Riza, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.

“Kami berharap tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan. Karena, biasanya setiap habis libur panjang terjadi peningkatan kasus. Kami mengimbau masyarakat tetap hati-hati dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes),” kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (10/5).

Riza menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah lonjakan kasus. Di antaranya, sosialisasi prokes, memperketat pengawasan dan monitoring kasus Covid-19 usai libur panjang. Selain itu, menyiapkan fasilitas kesehatan dan tenaga medis. Upaya tersebut, bahkan sudah dilaksanakan sebelum Lebaran.

Upaya lain, lanjutnya, peserta program mudik gratis di DKI diwajibkan melakukan vaksinasi booster.

“Dengan syarat wajib vaksin booster dan melaksanakan prokes ketat tentu harapan kita tidak ada peningkatan kasus berlebihan,” ujarnya.

Riza menekankan, dari seluruh upaya penanganan Covid-19 tersebut, dibutuhkan peran masyarakat dalam melaksanakan prokes ketat.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, akan terus memantau potensi kenaikan Covid-19 usai Lebaran 2022 dalam 25 hari ke depan. Rentang waktu tersebut dibutuhkan untuk melihat apakah ada atau tidak pola kenaikan seperti periode libur panjang sebelumnya. Di mana pada libur panjang sebelumnya, pola kenaikan kasus Covid-19 mulai terjadi pada hari ke-27 hingga hari ke-34.

“Sekarang, sudah 7 hari sesudah hari raya (Idul Fitri) Jadi, Kami mengusulkan ke Bapak Presiden (Jokowi) agar kita tunggu dulu sekitar 20 sampai 25 hari ke depan untuk melihat, apakah ada pola yang sama dengan liburan Lebaran, liburan Natal, dan Tahun Baru sebelumnya,” kata Budi Gunadi, Senin (9/5).

 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 telah melakukan evaluasi perkembangan kasus Covid-19 pada delapan provinsi terutama pada daerah-daerah tujuan mudik terbesar. Yakni, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Yogyakarta, Lampung, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Kasus positif, kasus aktif, kematian, Bed Occupancy Rate (BOR) serta positivity rate di delapan provinsi tersebut terus mengalami penurunan yang signifikan,” Wiku dalam Keterangannya, Selasa (10/5).

Evaluasi indikator perkembangan kasus Covid pada 8 provinsi tersebut, menurut Wiku, cukup penting dilakukan usai libur panjang. Karena, dalam periode libur Lebaran, mobilitas masyarakat meningkat. Selain itu, ada kemungkinan masyarakat lengah prokes saat kegiatan berkumpul. Sehingga, ada potensi peningkatan penularan Covid-19.

Diungkapkan Wiku, dari laporan mingguan, kasus positif di seluruh provinsi mengalami penurunan. Dalam 7 hari terakhir, penambahan tertinggi di DKI Jakarta yaitu 519 kasus dan penambahan terendah di Sumatera Barat sebanyak 6 kasus.

Lalu, pada persentase kesembuhan harian di seluruh provinsi mengalami kenaikan. Data per 9 Mei 2022, persentase kesembuhan di seluruh provinsi sudah lebih dari 90 persen. Kesembuhan tertinggi di DKI Jakarta 98,7 persen, Jawa Barat 98,4 persen dan Sumatera Utara 97,8 persen.

Selanjutnya, pada kasus kematian mingguan dalam 3 bulan terakhir juga mengalami penurunan. Namun, khusus Jawa Tengah, beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan. Penambahan kematian dalam 7 hari terakhir tertinggi juga di Jawa Tengah, yaitu 63 kasus.

Untuk menjaga diri dari potensi tertular dan menularkan, Wiku mengimbau, untuk tetap memakai masker, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta kesadaran untuk melakukan tes usai bepergian jarak jauh dan mengunjungi lokasi keramaian.

“Terlebih untuk yang memiliki gejala, mohon secara sadar segera melakukan tes,” pntanya.

Untuk data pemantauan prokes di masa menjelang cuti bersama hingga Idul Fitri pada 24-30 April 2022 dan 1 – 7 Mei 2022, papar Wiku, terjadi kenaikan dua kali lipat jumlah orang dipantau dan ditegur di tempat wisata.

“Angka kepatuhan selama pelaksanaan cuti bersama di 27 provinsi, terdapat 49,5 persen masyarakat tidak patuh memakai masker di area restoran atau kedai. Sedangkan pada area permukiman sebanyak 22,1 persen masyarakat tidak patuh,” tandasnya.

Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono memprediksi, kasus Covid-19 akan meningkat usai libur Lebaran. Terlebih Lebaran kali ini sudah diperbolehkan mudik. “Namun, peningkatan kasus Covid-19 masih bisa dikendalikan. Sebab masyarakat di Jawa-Bali sudah memiliki imunitas sekitar 99 persen,” ungkapnya.

Pandu yakin imunitas pemudik sudah terbentuk. Sebab, program vaksinasi dosis ketiga atau booster sudah digelar tiga bulan sebelum Ramadan. [DRS]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories