Djan Faridz Balik Ke Partai Kabah Selamat Datang Kawan Lama

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kian solid dengan bergabungnya kembali Djan Faridz ke kepengurusan Suharso Monoarfa. Kawan lama telah kembali.

Hal itu terlihat saat Partai Kabah menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (12/3). Dalam rapat tersebut, Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa yang mengenakan kemeja putih lengan panjang, di tengah pidato politiknya memanggil Djan Faridz untuk naik ke mimbar dengan sebutan kawan lama.

Djan yang diketahui sebe lumnya berada di kubu PPP Muktamar Jakarta dan menjabat sebagai ketua umum, kini bergabung ke dalam kepengurusan Suharso dengan mendapat jabatan anggota Majelis Kehormatan PPP.

Dipanggil dengan sebutan kawan lama, Djan Faridz pun menyambut hangat penghormatan dari pucuk pimpinan PPP. “Puji syukur kehadiran Allah SWT, sahabat tercinta saya menjadi Ketum PPP. Selain doa, saya siap kok bantu beliau (Suharso Monoarfa),” ujar mantan Menteri Perumahan Rakyat ini dalam Rapimnas yang disiarkan secara fisik dan virtual itu.

Djan yang mengenakan batik hijau lengan pendek berharap, kader PPP harus memperjuang kan partainya agar bisa semakin jaya di dalam perpolitikan nasional. Juga bermanfaat untuk umat Islam.

“Jadi jangan sampai kita ini sudah bersatu, saya sudah bersatu dengan beliau hehehe terus manfaat buat PPP-nya kurang. Insya allah dengan doa beliau dan kiaikiai yang ada di seluruh Indonesia, PPP bisa kembali jaya,” ujar Djan.

 

Suharso pun mengaku bangga dan bersyukur, karena Djan Faridz sudah bergabung da lam kepengurusan PPP periode 2020 -2025. “Sahabat saya, teman berantem saya dan kami bersahabat sejak tahun 80an. Samasama mengais rezeki di Jakarta. Yang saya hormati, sahabat saya Pak Djan Faridz,” kata Suharso.

Dia berharap, kesatuan dan persatuan yang sudah terjalin baik ini bisa membawa keberka han dan semangat juang bagi se luruh kader partai di Indonesia.

“Kita tidak ingin sekecil apapun ruang yang setitik atau sebesar nila yang akan mengganggu Partai Persatuan Pembangunan ini. Kita sudah lelah dengan hal itu,” beber anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2015 hingga 2019 itu.

Sementara itu dalam pidato politiknya, Suharso menegaskan, PPP sedang fokus membidik suara Gen Z dan Generasi Milenial pada Pemilu 2024. Soalnya, jumlah mereka ditaksir sekitar 60 persen dari total suara pemilih. Sehingga sejak saat ini telah disiapkan strategi khusus untuk mencapai target tersebut. “Gen Z itu baru pertama kali ikut Pemilu. Generasi milenial, yang kedua kali ikut pemilu,” katanya.

Menurut Suharso, untuk meraup suara Gen Z dan milenial sebanyak’banyaknya, PPP telah membentuk 10 departemen di internal partai tersebut yang berisikan anak muda berusia 25 tahunan.

Mantan Menteri Perumahan Rakyat ini mencontohkan, ada Departemen Gen Z Kreatif dan Departemen Karya Milenial. Masingmasing departemen tersebut memiliki “duta besar” yang memiliki syarat “5G”. Yaitu good looking, gaul, google student, Gen Z, dan genah yang berarti benar.

Dalam kesempatan tersebut, Suharso mengingatkan para kadernya untuk memperkuat rasa kebanggaan pada partai untuk menjadi penyemangat kerja kerja politik ke depan.

Dia mengibaratkan PPP se bagai sebuah maskapai penerbangan. Kalau memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat, maka publik akan memilih maskapai tersebut, bukan yang lain. “Karena itu sense of pride PPP itu harus muncul dari diri sendiri,” jelas mantan anggota DPR Daerah Pemilihan Gorontalo ini.

Hadir dalam pembukaan Rapimnas I PPP tersebut antara lain Ketua Majelis Kehormatan PPP Zarkasih Nur, anggota Ma jelis Kehormatan PPP Djan Faridz, Ketua Majelis Sya riah Mustofa aqil Siroj, Ketua Majelis Pakar Prijono Tjip toherijanto. Kemudian, Sekjen PPP ar wani Thomafi, Wakil Ketua Umum amir Uskara, Erma lena, Majlis Tinggi PPP, para pengurus DPP PPP, hingga DPW PPP seIndonesia, Badan Otonom (Banom), Fraksi PPP di DPR dan MPR. [REN]

]]> Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kian solid dengan bergabungnya kembali Djan Faridz ke kepengurusan Suharso Monoarfa. Kawan lama telah kembali.

Hal itu terlihat saat Partai Kabah menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (12/3). Dalam rapat tersebut, Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa yang mengenakan kemeja putih lengan panjang, di tengah pidato politiknya memanggil Djan Faridz untuk naik ke mimbar dengan sebutan kawan lama.

Djan yang diketahui sebe lumnya berada di kubu PPP Muktamar Jakarta dan menjabat sebagai ketua umum, kini bergabung ke dalam kepengurusan Suharso dengan mendapat jabatan anggota Majelis Kehormatan PPP.

Dipanggil dengan sebutan kawan lama, Djan Faridz pun menyambut hangat penghormatan dari pucuk pimpinan PPP. “Puji syukur kehadiran Allah SWT, sahabat tercinta saya menjadi Ketum PPP. Selain doa, saya siap kok bantu beliau (Suharso Monoarfa),” ujar mantan Menteri Perumahan Rakyat ini dalam Rapimnas yang disiarkan secara fisik dan virtual itu.

Djan yang mengenakan batik hijau lengan pendek berharap, kader PPP harus memperjuang kan partainya agar bisa semakin jaya di dalam perpolitikan nasional. Juga bermanfaat untuk umat Islam.

“Jadi jangan sampai kita ini sudah bersatu, saya sudah bersatu dengan beliau hehehe terus manfaat buat PPP-nya kurang. Insya allah dengan doa beliau dan kiaikiai yang ada di seluruh Indonesia, PPP bisa kembali jaya,” ujar Djan.

 

Suharso pun mengaku bangga dan bersyukur, karena Djan Faridz sudah bergabung da lam kepengurusan PPP periode 2020 -2025. “Sahabat saya, teman berantem saya dan kami bersahabat sejak tahun 80an. Samasama mengais rezeki di Jakarta. Yang saya hormati, sahabat saya Pak Djan Faridz,” kata Suharso.

Dia berharap, kesatuan dan persatuan yang sudah terjalin baik ini bisa membawa keberka han dan semangat juang bagi se luruh kader partai di Indonesia.

“Kita tidak ingin sekecil apapun ruang yang setitik atau sebesar nila yang akan mengganggu Partai Persatuan Pembangunan ini. Kita sudah lelah dengan hal itu,” beber anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2015 hingga 2019 itu.

Sementara itu dalam pidato politiknya, Suharso menegaskan, PPP sedang fokus membidik suara Gen Z dan Generasi Milenial pada Pemilu 2024. Soalnya, jumlah mereka ditaksir sekitar 60 persen dari total suara pemilih. Sehingga sejak saat ini telah disiapkan strategi khusus untuk mencapai target tersebut. “Gen Z itu baru pertama kali ikut Pemilu. Generasi milenial, yang kedua kali ikut pemilu,” katanya.

Menurut Suharso, untuk meraup suara Gen Z dan milenial sebanyak’banyaknya, PPP telah membentuk 10 departemen di internal partai tersebut yang berisikan anak muda berusia 25 tahunan.

Mantan Menteri Perumahan Rakyat ini mencontohkan, ada Departemen Gen Z Kreatif dan Departemen Karya Milenial. Masingmasing departemen tersebut memiliki “duta besar” yang memiliki syarat “5G”. Yaitu good looking, gaul, google student, Gen Z, dan genah yang berarti benar.

Dalam kesempatan tersebut, Suharso mengingatkan para kadernya untuk memperkuat rasa kebanggaan pada partai untuk menjadi penyemangat kerja kerja politik ke depan.

Dia mengibaratkan PPP se bagai sebuah maskapai penerbangan. Kalau memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat, maka publik akan memilih maskapai tersebut, bukan yang lain. “Karena itu sense of pride PPP itu harus muncul dari diri sendiri,” jelas mantan anggota DPR Daerah Pemilihan Gorontalo ini.

Hadir dalam pembukaan Rapimnas I PPP tersebut antara lain Ketua Majelis Kehormatan PPP Zarkasih Nur, anggota Ma jelis Kehormatan PPP Djan Faridz, Ketua Majelis Sya riah Mustofa aqil Siroj, Ketua Majelis Pakar Prijono Tjip toherijanto. Kemudian, Sekjen PPP ar wani Thomafi, Wakil Ketua Umum amir Uskara, Erma lena, Majlis Tinggi PPP, para pengurus DPP PPP, hingga DPW PPP seIndonesia, Badan Otonom (Banom), Fraksi PPP di DPR dan MPR. [REN]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories