Diundang Liga Muslim Dunia, Puan Kunjungi Museum Nabi Muhammad Di Madinah

Di sela-sela menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi, Ketua DPR Puan Maharani mengunjungi Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam di Madinah. Kedatangan Puan ke Museum Shirah Nabawiyah tersebut merupakan undangan dari Liga Muslim Dunia.

Puan mengawali kunjungannya ke Museum Nabi Muhammad SAW di Madinah, Senin (30/5), dengan melaksanakan shalat Ashar berjemaah di Masjid Nabawi. 

Kedatangan Puan ke Museum yang terletak di Kompleks Masjid Nabawi itu disambut hangat Direktur Utama Pameran dan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam Syaikh Dr. Yahya Atiyah Al-Kinany dan Ketua Yayasan Wakaf Assallam, Syaikh Dr. Nashir Az-Zahroni.

Cucu Bung Karno itu lalu diajak berkeliling menyaksikan seluruh venue dan koleksi museum Nabi. Kisah hidup Nabi Muhammad bisa dinikmati dan dipelajari di Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW yang baru dibuka pada 2021.

“Saya sangat senang karena di museum ini saya dapat melihat langsung sejarah Nabi Muhammad SAW sejak beliau dari lahir hingga beliau wafat, dan kehidupan beliau saat itu,” kata Puan saat berbincang dengan Syaikh Dr. Yahya Atiyah Al-Kinany yang juga mewakili Sekjen Liga Muslim Dunia Syaikh Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Issa.

Museum Nabi Muhammad SAW merupakan cerminan dari kehidupan Nabi Muhammad dan titik awal peradaban Islam, yang sekarang telah menyebar di berbagai penjuru dunia. Di museum tersebut terdapat tampilan layar digital yang menarik dan menceritakan sejarah perjalanan hidup dan perjalanan dakwah Nabi Muhammad. 

Selain itu, ada juga artefak yang ditampilkan dalam museum dengan wujud multidimensi yang tampak seperti nyata. 

Saat ini, di Indonesia tengah dibangun Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam yang merupakan dukungan dari Liga Muslim Dunia dan Yayasan Wakaf Assallam bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI). 

Puan pun menyampaikan rasa bangganya karena Indonesia dipilih menjadi negara pertama di luar Arab Saudi yang akan dibangun Museum Nabi Muhammad SAW.

“Atas nama Bangsa Indonesia, kami menyampaikan ucapan terima kasih karena Indonesia dipilih sebagai negara pertama yang dibangun Museum Nabi Muhammad dari 25 negara yang mengajukan permohonan. Ini sebuah kehormatan untuk kami,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu.

“Kami juga menginginkan agar hubungan Arab Saudi dengan Indonesia bisa semakin erat. Dan agar kita bisa sama-sama meneladani ajaran Nabi Muhammad mengenai toleransi dan Islam yang moderat,” sambung Puan.

Dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai peranan dan hak wanita yang sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. 

Kepada perwakilan Liga Muslim Arab, Puan menyampaikan keinginannya untuk menuruskan hubungan baik Indonesia dengan Arab Saudi yang sudah terjalin sejak era Presiden Soekarno dan Raja Arab Saudi.

“Selain sebagai Ketua DPR, kedatangan saya ke sini ingin melanjutkan hubungan baik antara Kakek saya dengan Arab Saudi,” ungkap mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) tersebut.

Sementara, Syaikh Dr. Yahya Al-Kinany menyampaikan pesan Sekjen Liga Muslim Dunia, Syaikh Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Issa, mengenai alasan mengapa Indonesia dipilih sebagai negara pertama yang akan didirikan Museum Nabi Muhammad SAW di luar Arab Saudi.

“Indonesia merupakan contoh dan model yang harus diketahui oleh dunia, dapat hidup damai dan saling menghargai dengan berbagai ragam suku, budaya dan bahasa yang dimilikinya,” jelas Syaikh Dr. Yahya Al-Kinany.

Dalam kunjungannya, Puan didampingi oleh Komjen Pol (Purn) Syafruddin yang merupakan  Ketua Yayasan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam sekaligus Wakil Ketua Umum DMI. Menurutnya, Puan diundang oleh Liga Muslim Dunia sebagai representasi dari rakyat Indonesia.

“Karena pembangunan Museum Nabi Muhammad di Indonesia kan juga karena dukungan rakyat makanya ada peran DPR. Liga Muslim Dunia mengundang DPR untuk melihat museum yang ada di sini, karena itu gambaran museum yang akan dibangun di Indonesia,” terang Syafruddin.

Usai mengunjungi Museum Nabi Muhammad SAW di Madinah, Puan berkeliling kompleks Masjid Nabawi. Beberapa kali, Puan menjadi sasaran selfie jemaah asal Indonesia. 

“Surprise sekali bisa ketemu Mbak Puan di Masjid Nabawi. Senang sekali rasanya,” ujar salah satu jemaah perempuan asal Jakarta.

Tak hanya perempuan, sejumlah jemaah laki-laki asal Indonesia pun juga mengajak Puan untuk foto bersama di Kompleks Masjid Nabawi. 

Puan juga berbincang-bincang dengan sejumlah jemaah asal Indonesia sekaligus menanyakan pengalaman mereka melaksanakan ibadah umrah di masa pandemi Covid-19.■

]]> Di sela-sela menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi, Ketua DPR Puan Maharani mengunjungi Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam di Madinah. Kedatangan Puan ke Museum Shirah Nabawiyah tersebut merupakan undangan dari Liga Muslim Dunia.

Puan mengawali kunjungannya ke Museum Nabi Muhammad SAW di Madinah, Senin (30/5), dengan melaksanakan shalat Ashar berjemaah di Masjid Nabawi. 

Kedatangan Puan ke Museum yang terletak di Kompleks Masjid Nabawi itu disambut hangat Direktur Utama Pameran dan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam Syaikh Dr. Yahya Atiyah Al-Kinany dan Ketua Yayasan Wakaf Assallam, Syaikh Dr. Nashir Az-Zahroni.

Cucu Bung Karno itu lalu diajak berkeliling menyaksikan seluruh venue dan koleksi museum Nabi. Kisah hidup Nabi Muhammad bisa dinikmati dan dipelajari di Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW yang baru dibuka pada 2021.

“Saya sangat senang karena di museum ini saya dapat melihat langsung sejarah Nabi Muhammad SAW sejak beliau dari lahir hingga beliau wafat, dan kehidupan beliau saat itu,” kata Puan saat berbincang dengan Syaikh Dr. Yahya Atiyah Al-Kinany yang juga mewakili Sekjen Liga Muslim Dunia Syaikh Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Issa.

Museum Nabi Muhammad SAW merupakan cerminan dari kehidupan Nabi Muhammad dan titik awal peradaban Islam, yang sekarang telah menyebar di berbagai penjuru dunia. Di museum tersebut terdapat tampilan layar digital yang menarik dan menceritakan sejarah perjalanan hidup dan perjalanan dakwah Nabi Muhammad. 

Selain itu, ada juga artefak yang ditampilkan dalam museum dengan wujud multidimensi yang tampak seperti nyata. 

Saat ini, di Indonesia tengah dibangun Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam yang merupakan dukungan dari Liga Muslim Dunia dan Yayasan Wakaf Assallam bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI). 

Puan pun menyampaikan rasa bangganya karena Indonesia dipilih menjadi negara pertama di luar Arab Saudi yang akan dibangun Museum Nabi Muhammad SAW.

“Atas nama Bangsa Indonesia, kami menyampaikan ucapan terima kasih karena Indonesia dipilih sebagai negara pertama yang dibangun Museum Nabi Muhammad dari 25 negara yang mengajukan permohonan. Ini sebuah kehormatan untuk kami,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu.

“Kami juga menginginkan agar hubungan Arab Saudi dengan Indonesia bisa semakin erat. Dan agar kita bisa sama-sama meneladani ajaran Nabi Muhammad mengenai toleransi dan Islam yang moderat,” sambung Puan.

Dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai peranan dan hak wanita yang sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. 

Kepada perwakilan Liga Muslim Arab, Puan menyampaikan keinginannya untuk menuruskan hubungan baik Indonesia dengan Arab Saudi yang sudah terjalin sejak era Presiden Soekarno dan Raja Arab Saudi.

“Selain sebagai Ketua DPR, kedatangan saya ke sini ingin melanjutkan hubungan baik antara Kakek saya dengan Arab Saudi,” ungkap mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) tersebut.

Sementara, Syaikh Dr. Yahya Al-Kinany menyampaikan pesan Sekjen Liga Muslim Dunia, Syaikh Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Issa, mengenai alasan mengapa Indonesia dipilih sebagai negara pertama yang akan didirikan Museum Nabi Muhammad SAW di luar Arab Saudi.

“Indonesia merupakan contoh dan model yang harus diketahui oleh dunia, dapat hidup damai dan saling menghargai dengan berbagai ragam suku, budaya dan bahasa yang dimilikinya,” jelas Syaikh Dr. Yahya Al-Kinany.

Dalam kunjungannya, Puan didampingi oleh Komjen Pol (Purn) Syafruddin yang merupakan  Ketua Yayasan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam sekaligus Wakil Ketua Umum DMI. Menurutnya, Puan diundang oleh Liga Muslim Dunia sebagai representasi dari rakyat Indonesia.

“Karena pembangunan Museum Nabi Muhammad di Indonesia kan juga karena dukungan rakyat makanya ada peran DPR. Liga Muslim Dunia mengundang DPR untuk melihat museum yang ada di sini, karena itu gambaran museum yang akan dibangun di Indonesia,” terang Syafruddin.

Usai mengunjungi Museum Nabi Muhammad SAW di Madinah, Puan berkeliling kompleks Masjid Nabawi. Beberapa kali, Puan menjadi sasaran selfie jemaah asal Indonesia. 

“Surprise sekali bisa ketemu Mbak Puan di Masjid Nabawi. Senang sekali rasanya,” ujar salah satu jemaah perempuan asal Jakarta.

Tak hanya perempuan, sejumlah jemaah laki-laki asal Indonesia pun juga mengajak Puan untuk foto bersama di Kompleks Masjid Nabawi. 

Puan juga berbincang-bincang dengan sejumlah jemaah asal Indonesia sekaligus menanyakan pengalaman mereka melaksanakan ibadah umrah di masa pandemi Covid-19.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories