Dituding Teleponan dengan Walkot Tanjungbalai M Syahrial, Lili Pintauli Irit Bicara

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar irit bicara saat menanggapi tudingan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) bahwa dirinya dihubungi Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Syahrial adalah tersangka kasus suap terhadap penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju. Dia juga dibidik KPK dalam kasus suap lelang/mutasi jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

MAKI menyebut, sebelum memberikan suap senilai Rp 1,3 miliar kepada Stepanus untuk mencegah kasus suap/lelang jabatan itu naik ke tahap penyidikan, Syahrial sempat menghubungi Lili.

“Nanti saya kirim rilis saja, nanti saja biar enak,” ujar Lili saat ditemui di lantor Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Kamis (29/4).

Setelah itu, Lili enggan berkomentar lagi, meski wartawan masih terus mencecarnya dengan pertanyaan seputar hubungan telepon dengan Syahrial itu. Eks Wakil Ketua LPSK itu langsung masuk ke mobilnya dan meninggalkan Kantor Dewas KPK.

Sementara itu, Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mengaku masih menunggu laporan dan bukti dari MAKI soal tudingan itu. Dewas tidak bisa bergerak tanpa adanya laporan dan bukti awal.

“Kami juga sudah berhubungan dengan MAKI, tolong sampaikan kalau ada,” tutur Tumpak, di tempat yang sama. 

Dia menegaskan, Dewas membutuhkan data dan fakta yang akurat untuk mendalami dugaan tersebut. Sehingga proses pelanggaran dugaan kode etik kepada setiap insan KPK, termasuk pimpinan, bukan berdasarkan asumsi.

“Sepanjang memang ada, ya lakukan. Kalau memang tidak ada hanya ngomong begitu ya nggak bisa kita lakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Eks Komisioner KPK itu mengaku tidak bisa menegur Lili. Sebab, itu bukan bagian dari tugas Dewas. “Itu pimpinan (KPK) dong. Dia bukan anak buah saya,” seloroh Tumpak.

Terpisah, Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengaku sudah dihubungi oleh KPK melalui surat elektronik atau email. Boyamin diminta memberikan data soal dugaan adanya hubungan telepon antara Lili denga Syahrial. “Baru kontak lewat email,” ujar Boyamin kepada RM.id.

Meski demikian, Boyamin mendorong agar Dewas KPK untuk meminta keterangan kepada Syahrial. “Bukti awalnya yaitu pengakuan dari M Syahrial, artinya silakan Dewas minta keterangan ke Syahrial dan Lili P Siregar,” tuturnya.

Sebelumnya, MAKI mendapatkan informasi yang menyebut Syahrial sempat menghubungi Lili. Namun, MAKI tidak bisa memastikan telepon Syahrial diangkat Lili. [OKT]

]]> Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar irit bicara saat menanggapi tudingan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) bahwa dirinya dihubungi Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Syahrial adalah tersangka kasus suap terhadap penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju. Dia juga dibidik KPK dalam kasus suap lelang/mutasi jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

MAKI menyebut, sebelum memberikan suap senilai Rp 1,3 miliar kepada Stepanus untuk mencegah kasus suap/lelang jabatan itu naik ke tahap penyidikan, Syahrial sempat menghubungi Lili.

“Nanti saya kirim rilis saja, nanti saja biar enak,” ujar Lili saat ditemui di lantor Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Kamis (29/4).

Setelah itu, Lili enggan berkomentar lagi, meski wartawan masih terus mencecarnya dengan pertanyaan seputar hubungan telepon dengan Syahrial itu. Eks Wakil Ketua LPSK itu langsung masuk ke mobilnya dan meninggalkan Kantor Dewas KPK.

Sementara itu, Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mengaku masih menunggu laporan dan bukti dari MAKI soal tudingan itu. Dewas tidak bisa bergerak tanpa adanya laporan dan bukti awal.

“Kami juga sudah berhubungan dengan MAKI, tolong sampaikan kalau ada,” tutur Tumpak, di tempat yang sama. 

Dia menegaskan, Dewas membutuhkan data dan fakta yang akurat untuk mendalami dugaan tersebut. Sehingga proses pelanggaran dugaan kode etik kepada setiap insan KPK, termasuk pimpinan, bukan berdasarkan asumsi.

“Sepanjang memang ada, ya lakukan. Kalau memang tidak ada hanya ngomong begitu ya nggak bisa kita lakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Eks Komisioner KPK itu mengaku tidak bisa menegur Lili. Sebab, itu bukan bagian dari tugas Dewas. “Itu pimpinan (KPK) dong. Dia bukan anak buah saya,” seloroh Tumpak.

Terpisah, Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengaku sudah dihubungi oleh KPK melalui surat elektronik atau email. Boyamin diminta memberikan data soal dugaan adanya hubungan telepon antara Lili denga Syahrial. “Baru kontak lewat email,” ujar Boyamin kepada RM.id.

Meski demikian, Boyamin mendorong agar Dewas KPK untuk meminta keterangan kepada Syahrial. “Bukti awalnya yaitu pengakuan dari M Syahrial, artinya silakan Dewas minta keterangan ke Syahrial dan Lili P Siregar,” tuturnya.

Sebelumnya, MAKI mendapatkan informasi yang menyebut Syahrial sempat menghubungi Lili. Namun, MAKI tidak bisa memastikan telepon Syahrial diangkat Lili. [OKT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories