Ditraktir Makan Sama Media, Staf PM Jepang Mengundurkan Diri .

Sekretaris pers Perdana Menteri Jepang mengundurkan diri, setelah ketahuan melanggar kode etik pejabat pemerintahan. Pelanggarannya, dia menerima ajakan makan malam dari putra PM Yoshihide Suga, Seigo Suga.

Pekan lalu, Sekretaris Pers PM Jepang, Makiko Yamada, bersama 11 pejabat pemerintahan diminta pertanggungjawabannya, setelah dilaporkan ditraktir makan malam oleh putra PM Suga dan perusahaan stasiun televisi, Tohokushinsha Film Corp. Diketahui, Tohokushinsha Film adalah juga tempat bekerja putra Suga.

Diberitakan Kyodo, Senin (1/3), Makiko Yamada menyerahkan surat pengunduran dirinya, Senin (1/3).

Juru Bicara Pemerintah, Katsunobu Kato mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 2019 saat Suga menjadi Sekretaris Kabinet. Diketahui, biaya makan malam yang dibayarkan untuk Yamada mencapai 70.000 Yen atau sekitar Rp 9,2 juta. Kasus ini terungkap setelah seorang anggota parlemen dari oposisi mengungkit makan malam Yamada.

Sebagai Kepala Humas, Yamada berwenang menentukan siapa-siapa saja jurnalis yang boleh mengajukan pertanyaan kepada perdana menteri dalam konferensi pers.

Ditraktir makan dan minum mewah merupakan pelanggaran etika birokrat. Kasus serupa diduga juga melibatkan beberapa pejabat kementerian, termasuk mendapat ongkos transportasi.

Para pejabat itu ikut hadir dalam makan malam bersama Yamada dan telah mendapat sanksi. Sementara Presiden Tohokushinsha sudah mengundurkan diri bulan lalu. [DAY]

]]> .
Sekretaris pers Perdana Menteri Jepang mengundurkan diri, setelah ketahuan melanggar kode etik pejabat pemerintahan. Pelanggarannya, dia menerima ajakan makan malam dari putra PM Yoshihide Suga, Seigo Suga.

Pekan lalu, Sekretaris Pers PM Jepang, Makiko Yamada, bersama 11 pejabat pemerintahan diminta pertanggungjawabannya, setelah dilaporkan ditraktir makan malam oleh putra PM Suga dan perusahaan stasiun televisi, Tohokushinsha Film Corp. Diketahui, Tohokushinsha Film adalah juga tempat bekerja putra Suga.

Diberitakan Kyodo, Senin (1/3), Makiko Yamada menyerahkan surat pengunduran dirinya, Senin (1/3).

Juru Bicara Pemerintah, Katsunobu Kato mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 2019 saat Suga menjadi Sekretaris Kabinet. Diketahui, biaya makan malam yang dibayarkan untuk Yamada mencapai 70.000 Yen atau sekitar Rp 9,2 juta. Kasus ini terungkap setelah seorang anggota parlemen dari oposisi mengungkit makan malam Yamada.

Sebagai Kepala Humas, Yamada berwenang menentukan siapa-siapa saja jurnalis yang boleh mengajukan pertanyaan kepada perdana menteri dalam konferensi pers.

Ditraktir makan dan minum mewah merupakan pelanggaran etika birokrat. Kasus serupa diduga juga melibatkan beberapa pejabat kementerian, termasuk mendapat ongkos transportasi.

Para pejabat itu ikut hadir dalam makan malam bersama Yamada dan telah mendapat sanksi. Sementara Presiden Tohokushinsha sudah mengundurkan diri bulan lalu. [DAY]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories