Ditjenpas Kemenkumham: Bulan Ini, Angelina Sondakh Keluar Dari Penjara

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ditjenpas Kemenkumham) mengungkapkan, Angelina Sondakh bisa keluar dari penjara pada bulan ini. Namun, status mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu belum sepenuhnya bebas dari penjara.

“Insya Allah diperkirakan bulan Maret ini bisa keluar,” ujar Kepala Humas dan Protokol Ditjenpas Rika Aprianti saat dihubungi, Selasa (1/3). 

Dia mengatakan, terpidana kasus korupsi Wisma Atlet itu akan menjalani cuti menjelang bebas di luar penjara selama 3 bulan. Meski sudah di luar penjara, tetapi Angelina akan tetap dibimbing oleh petugas pemasyarakatan. “Tanggal pastinya akan kami pastikan lagi,” tuturnya.

Puteri Indonesia 2001 itu telah menjalani hukuman selama 10 tahun penjara di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Awalnya, Angie, sapaan akrab Angelina, divonis majelis hakim Tipikor dengan hukuman 4,5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta.

Namun, dalam upaya hukum kasasi, Mahkamah Agung (MA) memperberat hukumannya dengan menjatuhkan vonis 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Selain itu, Angie juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 12,58 miliar dan 2,35 juta dolar AS atau setara Rp 33 miliar dalam kurs saat ini.

Nasibnya lebih mujur saat mengajukan Peninjauan Kembali (PK). MA mengurangi hukumannya dengan menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, putusan tersebut juga mengurangi kewajiban membayar uang pengganti menjadi sebesar Rp 2,5 miliar dan 1,2 juta dolar AS atau setara Rp 17 miliar dengan kurs saat ini.

“Denda Rp 500 juta sudah dibayar. Uang pengganti Rp 8 miliar sudah dibayar, masih sekitar beberapa miliar lagi, dan itu penggantinya 4 bulan 15 hari,” beber Rika.

 

Selama menjalani pidana, Angie menerima remisi 3 bulan, yang disebut remisi dasawarsa. “Itu diberikan setiap 10 tahun sekali, semua warga binaan mendapatkan remisi itu,” tandasnya. [OKT]

]]> Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ditjenpas Kemenkumham) mengungkapkan, Angelina Sondakh bisa keluar dari penjara pada bulan ini. Namun, status mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu belum sepenuhnya bebas dari penjara.

“Insya Allah diperkirakan bulan Maret ini bisa keluar,” ujar Kepala Humas dan Protokol Ditjenpas Rika Aprianti saat dihubungi, Selasa (1/3). 

Dia mengatakan, terpidana kasus korupsi Wisma Atlet itu akan menjalani cuti menjelang bebas di luar penjara selama 3 bulan. Meski sudah di luar penjara, tetapi Angelina akan tetap dibimbing oleh petugas pemasyarakatan. “Tanggal pastinya akan kami pastikan lagi,” tuturnya.

Puteri Indonesia 2001 itu telah menjalani hukuman selama 10 tahun penjara di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Awalnya, Angie, sapaan akrab Angelina, divonis majelis hakim Tipikor dengan hukuman 4,5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta.

Namun, dalam upaya hukum kasasi, Mahkamah Agung (MA) memperberat hukumannya dengan menjatuhkan vonis 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Selain itu, Angie juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 12,58 miliar dan 2,35 juta dolar AS atau setara Rp 33 miliar dalam kurs saat ini.

Nasibnya lebih mujur saat mengajukan Peninjauan Kembali (PK). MA mengurangi hukumannya dengan menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, putusan tersebut juga mengurangi kewajiban membayar uang pengganti menjadi sebesar Rp 2,5 miliar dan 1,2 juta dolar AS atau setara Rp 17 miliar dengan kurs saat ini.

“Denda Rp 500 juta sudah dibayar. Uang pengganti Rp 8 miliar sudah dibayar, masih sekitar beberapa miliar lagi, dan itu penggantinya 4 bulan 15 hari,” beber Rika.

 

Selama menjalani pidana, Angie menerima remisi 3 bulan, yang disebut remisi dasawarsa. “Itu diberikan setiap 10 tahun sekali, semua warga binaan mendapatkan remisi itu,” tandasnya. [OKT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories