Ditjen PKH Lakukan Pendampingan UPT Bidang Perbibitan Dan Produksi Ternak .

Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) gencar melakukan kegiatan pendampingan untuk peningkatan produksi dan populasi hewan ternak. 

Kementan mengupayakan agar setiap pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat tetap dipasok dari dalam negeri.

Kepala Balai Inseminasi Buatan (BIB) Ditjen PKH Kementan Tri Harsi mengatakan, seiring meningkatnya jumlah penduduk, pendapatan dan tingkat pendidikan, kesadaran masyarakat akan kebutuhan protein hewani dan upaya perbaikan gizi masyarakat juga semakin meningkat. 

Hal ini mendorong peningkatan produksi untuk memenuhi permintaan kebutuhan tersebut.

“Pemenuhan kebutuhan dari dalam negeri diupayakan melalui usaha budidaya dan pembibitan, di antaranya melibatkan peran pemerintah dan masyarakat,” jelas Tri Harsi.

Tri Harsi menjelaskan, peningkatan peran pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas peternakan dapat dilakukan melalui pengembangan benih atau bibit ternak dengan memperhatikan kelestarian sumber daya henetik hewan asli/lokal.  

Dengan demikian, benih atau bibit yang diproduksi dan diedarkan perlu diusahakan agar tetap terjamin mutunya. Ada pun sertifikasi benih/bibit merupakan rangkaian kegiatan penerbitan sertifikat untuk benih/bibit yang proses produksinya telah menerapkan pedoman pembibitan ternak yang baik / Good Breeding Practice, menerapkan sistem manajemen dalam produksi benih/bibit ternak dan produknya sesuai dengan persyaratan dalam SNI.

“Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang sebagai salah satu Unit Pelaksana teknis (UPT) Ditjen PKH Kementan terus berupaya meningkatkan kualitas Semen Beku,” jelasnya.

Sementara, Dirjen PKH Kementan Nasrullah mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pendampingan terhadap Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) dengan melakukan monitoring dan evaluasi (monev), agar dapat bersinergi dalam menciptakan semen beku yang berkualitas.

Tentunya dengan memperoleh data seberapa banyak ternak yang dipelihara BIBD yang telah lulus sertifikasi oleh Sertifikasi Produk Benih dan Bibit Ternak (LS Pro BBT). 

Kegiatan Monev BIBD ini telah dilaksanakan di awal tahun ini mulai dari BIBD Ungaran pada 13-15 Januari 2021, 9-11 Februari 2021 di BIBD Sumatera Selatan, 22-25 Februari di BIBD Sumatera Barat dan 22-23 Maret 2021 di BIBD Bengkulu.  

Kegiatan ini untuk mengapresiasi BIBD agar selalu memiliki komitmen penuh dalam mengimplementasikan dan memperbaiki sistem produksi, usaha pemenuhan persyaratan mutu, kesehatan hewan dan berbagai hal lain terkait tanggung jawab terhadap produk-produk yang diproduksi BIBD. 

Kegiatan ini sangat penting untuk menjamin bahwa produk semen beku yang diproduksi oleh BIBD sesuai dengan standar dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap semen beku berkualitas yang berasal dari dalam negeri. 

“Hal ini sangat penting untuk menjamin keberhasilan dalam memenuhi kebutuhan protein hewani untuk Indonesia. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Indonesia,” jelas Nasrullah.

Ada pun pelaksanaan kegiatan Pendampingan UPT Bidang Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Tahun 2021, yang meliputi, mendampingi, memantau, memonitor, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Produksi Semen Beku yang berkualitas oleh BIBD yang telah ditunjuk Ditjen PKH. Yakni memberikan masukan/saran teknis dan administrasi, serta mengukur capaian kinerja pelaksanaan kegiatan sertifikasi ternak dan produk BIBD secara periodik.

Sasaran terlaksananya kegiatan pendampingan UPT Bidang Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Tahun 2021 sesuai target yang ditetapkan. 

“Keluaran yang diharapkan rekapitulasi data ternak dan produk BIBD yang telah tersertifikasi dan melaksanakan tindak lanjut yang diharapkan oleh BIBD dari hasil pendampingan BIB Lembang,” pungkasnya. [KAL]

]]> .
Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) gencar melakukan kegiatan pendampingan untuk peningkatan produksi dan populasi hewan ternak. 

Kementan mengupayakan agar setiap pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat tetap dipasok dari dalam negeri.

Kepala Balai Inseminasi Buatan (BIB) Ditjen PKH Kementan Tri Harsi mengatakan, seiring meningkatnya jumlah penduduk, pendapatan dan tingkat pendidikan, kesadaran masyarakat akan kebutuhan protein hewani dan upaya perbaikan gizi masyarakat juga semakin meningkat. 

Hal ini mendorong peningkatan produksi untuk memenuhi permintaan kebutuhan tersebut.

“Pemenuhan kebutuhan dari dalam negeri diupayakan melalui usaha budidaya dan pembibitan, di antaranya melibatkan peran pemerintah dan masyarakat,” jelas Tri Harsi.

Tri Harsi menjelaskan, peningkatan peran pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas peternakan dapat dilakukan melalui pengembangan benih atau bibit ternak dengan memperhatikan kelestarian sumber daya henetik hewan asli/lokal.  

Dengan demikian, benih atau bibit yang diproduksi dan diedarkan perlu diusahakan agar tetap terjamin mutunya. Ada pun sertifikasi benih/bibit merupakan rangkaian kegiatan penerbitan sertifikat untuk benih/bibit yang proses produksinya telah menerapkan pedoman pembibitan ternak yang baik / Good Breeding Practice, menerapkan sistem manajemen dalam produksi benih/bibit ternak dan produknya sesuai dengan persyaratan dalam SNI.

“Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang sebagai salah satu Unit Pelaksana teknis (UPT) Ditjen PKH Kementan terus berupaya meningkatkan kualitas Semen Beku,” jelasnya.

Sementara, Dirjen PKH Kementan Nasrullah mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pendampingan terhadap Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) dengan melakukan monitoring dan evaluasi (monev), agar dapat bersinergi dalam menciptakan semen beku yang berkualitas.

Tentunya dengan memperoleh data seberapa banyak ternak yang dipelihara BIBD yang telah lulus sertifikasi oleh Sertifikasi Produk Benih dan Bibit Ternak (LS Pro BBT). 

Kegiatan Monev BIBD ini telah dilaksanakan di awal tahun ini mulai dari BIBD Ungaran pada 13-15 Januari 2021, 9-11 Februari 2021 di BIBD Sumatera Selatan, 22-25 Februari di BIBD Sumatera Barat dan 22-23 Maret 2021 di BIBD Bengkulu.  

Kegiatan ini untuk mengapresiasi BIBD agar selalu memiliki komitmen penuh dalam mengimplementasikan dan memperbaiki sistem produksi, usaha pemenuhan persyaratan mutu, kesehatan hewan dan berbagai hal lain terkait tanggung jawab terhadap produk-produk yang diproduksi BIBD. 

Kegiatan ini sangat penting untuk menjamin bahwa produk semen beku yang diproduksi oleh BIBD sesuai dengan standar dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap semen beku berkualitas yang berasal dari dalam negeri. 

“Hal ini sangat penting untuk menjamin keberhasilan dalam memenuhi kebutuhan protein hewani untuk Indonesia. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Indonesia,” jelas Nasrullah.

Ada pun pelaksanaan kegiatan Pendampingan UPT Bidang Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Tahun 2021, yang meliputi, mendampingi, memantau, memonitor, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Produksi Semen Beku yang berkualitas oleh BIBD yang telah ditunjuk Ditjen PKH. Yakni memberikan masukan/saran teknis dan administrasi, serta mengukur capaian kinerja pelaksanaan kegiatan sertifikasi ternak dan produk BIBD secara periodik.

Sasaran terlaksananya kegiatan pendampingan UPT Bidang Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Tahun 2021 sesuai target yang ditetapkan. 

“Keluaran yang diharapkan rekapitulasi data ternak dan produk BIBD yang telah tersertifikasi dan melaksanakan tindak lanjut yang diharapkan oleh BIBD dari hasil pendampingan BIB Lembang,” pungkasnya. [KAL]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories