Disuruh Baca Hasil Rakernas Di Depan Mega Ganjar Seperti Disetrap Di Kandangnya Sendiri

Rakernas II PDIP yang kemarin resmi ditutup, seperti ajang ospek bagi Ganjar Pranowo. Di acara pembukaan rakernas, Ganjar dibuat mengkeret lewat pidato Ketum PDIP, Megawati soal pencapresan. Sedangkan di acara penutupan, Ganjar malah disuruh baca hasil rakernas yang berisi soal pencapresan adalah hak mutlak Megawati. Gubernur Jawa Tengah itu pun kesannya sedang disetrap di kandangnya sendiri.

Permintaan Ganjar untuk membacakan hasil rakernas disampaikan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Awalnya, Hasto yang membacakan rekomendasi itu. Namun, politisi asal Yogyakarta itu hanya membacakan satu poin dari tujuh poin rekomendasi yang dihasilkan. Ia lalu menunjuk Ganjar untuk melanjutkan membacakan rekomendasi.

“Untuk rekomendasi selanjutnya, berkaitan dengan ideologi Pancasila, sistem politik, dan pemilu, kami minta Bapak Ganjar Pranowo untuk ke depan membacakan rekomendasi,” kata Hasto.

Begitu namanya disebut, Ganjar langsung berdiri dari tempat duduknya dan maju ke depan. Sebelum naik ke mimbar, Ganjar memberikan hormat kepada Megawati, Ketua DPP Bidang Politik Puan Maharani, dan Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDIP Prananda Prabowo yang duduk di barisan depan.

Di atas mimbar, Ganjar kembali memberikan hormat kepada Mega, Puan, Prananda Prabowo, dan Hasto. “Ibu, izinkan saya membacakan secara langsung rekomendasi rakernas kedua PDIP terkait ideologi Pancasila,” kata Ganjar. Mega lalu menganggukkan kepala seraya tersenyum tipis.

Ganjar lalu membacakan rekomendasi itu dengan suara lantang dan tegas. Satu per satu kesimpulan rakernas dibacakan. Saat membacakan poin keempat, ruangan yang awalnya tenang, mendadak riuh. Rekomendasi poin keempat itu berkaitan dengan keputusan pencapresan yang berada di tangan Megawati sesuai dengan mandat kongres.

“Rakernas II Partai menegaskan bahwa penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung oleh PDI Perjuangan pada Pemilu 2024, berdasarkan keputusan Kongres V Partai, AD/ART Partai, dan tradisi demokrasi partai adalah hak prerogatif Ketua Umum Partai profesor doktor honoris causa Megawati Soekarnoputri,” kata Ganjar.

 

Suasana langsung riuh dengan sorak sorai dan tepuk tangan. Sebagian lagi mengepalkan tangan sambil memekikkan “merdeka”. Ganjar berhenti sejenak sebelum melanjutkan membaca.

Rekomendasi terakhir tentang dukungan sepenuhnya terhadap kebijakan Presiden Jokowi dalam mewujudkan perdamaian dunia. Setelah membacakan rekomendasi itu, Ganjar lalu mengantar surat tersebut kepada Megawati sambil menundukkan kepala memberi hormat. Ganjar juga memberikan hormat kepada Puan dan Prananda, lalu kembali ke kursinya.

Kenapa Ganjar yang disuruh bacakan poin soal pencapresan? Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat menepis ada maksud tersembunyi dari ditunjuknya Ganjar untuk membacakan kesimpulan hasil rakernas. Kata dia, ide penunjukan itu, hanya spontan tanpa direncanakan.

“Itu ngalir saja dari pak Sekjen,” jawab eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Pengamat politik M Qudori coba menerka, maksud dari pidato Mega di pembukaan rakernas hingga penunjukan Ganjar untuk membacakan rekomendasi rakernas. Qadari berkesimpulan, Ganjar memang lagi disetrap oleh partainya. Tujuannya, sebagai kader partai harus tegak lurus mengikuti aturan partai.

“Megawati sebagai Ketua Umum PDIP kan sudah mengeluarkan ancaman akan memecat kader PDI yang bermanuver dan bermain dua kaki menghadapi Pilpres. Sedang Ganjar sedang berada di pusaran itu,” kata Qodari, kemarin.

Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. Kata dia, penunjukan itu jadi pengingat meski elektabilitasnya kini naik yang menentukan tetap ketua umum partai. [BCG]

]]> Rakernas II PDIP yang kemarin resmi ditutup, seperti ajang ospek bagi Ganjar Pranowo. Di acara pembukaan rakernas, Ganjar dibuat mengkeret lewat pidato Ketum PDIP, Megawati soal pencapresan. Sedangkan di acara penutupan, Ganjar malah disuruh baca hasil rakernas yang berisi soal pencapresan adalah hak mutlak Megawati. Gubernur Jawa Tengah itu pun kesannya sedang disetrap di kandangnya sendiri.

Permintaan Ganjar untuk membacakan hasil rakernas disampaikan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Awalnya, Hasto yang membacakan rekomendasi itu. Namun, politisi asal Yogyakarta itu hanya membacakan satu poin dari tujuh poin rekomendasi yang dihasilkan. Ia lalu menunjuk Ganjar untuk melanjutkan membacakan rekomendasi.

“Untuk rekomendasi selanjutnya, berkaitan dengan ideologi Pancasila, sistem politik, dan pemilu, kami minta Bapak Ganjar Pranowo untuk ke depan membacakan rekomendasi,” kata Hasto.

Begitu namanya disebut, Ganjar langsung berdiri dari tempat duduknya dan maju ke depan. Sebelum naik ke mimbar, Ganjar memberikan hormat kepada Megawati, Ketua DPP Bidang Politik Puan Maharani, dan Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDIP Prananda Prabowo yang duduk di barisan depan.

Di atas mimbar, Ganjar kembali memberikan hormat kepada Mega, Puan, Prananda Prabowo, dan Hasto. “Ibu, izinkan saya membacakan secara langsung rekomendasi rakernas kedua PDIP terkait ideologi Pancasila,” kata Ganjar. Mega lalu menganggukkan kepala seraya tersenyum tipis.

Ganjar lalu membacakan rekomendasi itu dengan suara lantang dan tegas. Satu per satu kesimpulan rakernas dibacakan. Saat membacakan poin keempat, ruangan yang awalnya tenang, mendadak riuh. Rekomendasi poin keempat itu berkaitan dengan keputusan pencapresan yang berada di tangan Megawati sesuai dengan mandat kongres.

“Rakernas II Partai menegaskan bahwa penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung oleh PDI Perjuangan pada Pemilu 2024, berdasarkan keputusan Kongres V Partai, AD/ART Partai, dan tradisi demokrasi partai adalah hak prerogatif Ketua Umum Partai profesor doktor honoris causa Megawati Soekarnoputri,” kata Ganjar.

 

Suasana langsung riuh dengan sorak sorai dan tepuk tangan. Sebagian lagi mengepalkan tangan sambil memekikkan “merdeka”. Ganjar berhenti sejenak sebelum melanjutkan membaca.

Rekomendasi terakhir tentang dukungan sepenuhnya terhadap kebijakan Presiden Jokowi dalam mewujudkan perdamaian dunia. Setelah membacakan rekomendasi itu, Ganjar lalu mengantar surat tersebut kepada Megawati sambil menundukkan kepala memberi hormat. Ganjar juga memberikan hormat kepada Puan dan Prananda, lalu kembali ke kursinya.

Kenapa Ganjar yang disuruh bacakan poin soal pencapresan? Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat menepis ada maksud tersembunyi dari ditunjuknya Ganjar untuk membacakan kesimpulan hasil rakernas. Kata dia, ide penunjukan itu, hanya spontan tanpa direncanakan.

“Itu ngalir saja dari pak Sekjen,” jawab eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Pengamat politik M Qudori coba menerka, maksud dari pidato Mega di pembukaan rakernas hingga penunjukan Ganjar untuk membacakan rekomendasi rakernas. Qadari berkesimpulan, Ganjar memang lagi disetrap oleh partainya. Tujuannya, sebagai kader partai harus tegak lurus mengikuti aturan partai.

“Megawati sebagai Ketua Umum PDIP kan sudah mengeluarkan ancaman akan memecat kader PDI yang bermanuver dan bermain dua kaki menghadapi Pilpres. Sedang Ganjar sedang berada di pusaran itu,” kata Qodari, kemarin.

Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. Kata dia, penunjukan itu jadi pengingat meski elektabilitasnya kini naik yang menentukan tetap ketua umum partai. [BCG]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories