Dispensasi Untuk Santri Dikritik Please, Jangan Banyak Pengecualian Soal Mudik .

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengkritisi sikap Wakil Presiden KH Maruf Amin, yang meminta dispensasi bagi santri yang pulang ke rumah saat mudik Lebaran.

Alasannya, Lebaran merupakan waktu bagi santri untuk pulang ke rumah, setelah melakukan proses belajar di Pondok Pesantren. Banyak yang pulang lintas wilayah.

“Jika pemerintah terlalu banyak memberikan dispensasi, kesannya pemerintah tidak serius untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di saat mudik. Padahal, banyak pihak sudah menyepakati larangan ini. Sampai-sampai, pengusaha bus yang terdampak besar, mau menaati aturan larangan mudik. Tapi tiba-tiba, sekarang ada permintaan dispensasi dari penguasa,” kata Djoko kepada RM.id, Sabtu (24/4).

Saking kesalnya, Djoko meminta pemerintah mencabut semua aturan mudik yang sudah dibuat, karena nantinya akan terlalu banyak dispensasi yang diminta.

“Nanti, akan banyak pihak yang meminta dispensasi. Bayangkan saja, jika nanti Ketua MPR, Ketua DPR serta para ketua partai minta dispensasi. Apa gunanya aturan yang sudah dibuat susah-susah,” keluh Djoko.

Pernyataan Kiai Ma’ruf yang meminta para santri mendapat dispensasi, disampaikan oleh Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi, dalam keterangannya, Jumat (23/4).

“Wakil Presiden minta agar ada dispensasi untuk santri. Supaya bisa pulang ke rumah masing-masing. Tidak dikenai aturan-aturan ketat terkait larangan mudik, yang berhubungan dengan konteks pandemi saat ini,” ujar Masduki.

“Satu contoh yang bagus itu sudah dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur. Bagaimana supaya daerah daerah yang lain seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, ataupun daerah-daerah lain itu juga memberikan kemudahan khusus kepada para santri yang pulang belajar dari pesantren. Karena untuk pesantren-pesantren tradisional, memang banyak yang melakukan kajian-kajian khusus di bulan Ramadhan,” sambungnya.

Kiai Maruf juga disebut meminta bantuan Nahdlatul Ulama mengirimkan surat terkait dispensasi untuk santri, kepada Presiden ataupun ke pihak kepolisian.

“Itulah permohonan dari Wakil Presiden semoga ada kemudahan lah oleh santri santri. Bahkan dalam hal-hal tertentu, kalau dianggap perlu, Wakil Presiden juga meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk membikin surat kepada khusus. Apakah kepada Presiden atau Wakil Presiden atau Kaditlantas supaya ada dispensasi. Itu penting, agar santri yang pulang belajar bisa bertemu orangtuanya dengan lancar,” jelas Masduki. [HES]

]]> .
Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengkritisi sikap Wakil Presiden KH Maruf Amin, yang meminta dispensasi bagi santri yang pulang ke rumah saat mudik Lebaran.

Alasannya, Lebaran merupakan waktu bagi santri untuk pulang ke rumah, setelah melakukan proses belajar di Pondok Pesantren. Banyak yang pulang lintas wilayah.

“Jika pemerintah terlalu banyak memberikan dispensasi, kesannya pemerintah tidak serius untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di saat mudik. Padahal, banyak pihak sudah menyepakati larangan ini. Sampai-sampai, pengusaha bus yang terdampak besar, mau menaati aturan larangan mudik. Tapi tiba-tiba, sekarang ada permintaan dispensasi dari penguasa,” kata Djoko kepada RM.id, Sabtu (24/4).

Saking kesalnya, Djoko meminta pemerintah mencabut semua aturan mudik yang sudah dibuat, karena nantinya akan terlalu banyak dispensasi yang diminta.

“Nanti, akan banyak pihak yang meminta dispensasi. Bayangkan saja, jika nanti Ketua MPR, Ketua DPR serta para ketua partai minta dispensasi. Apa gunanya aturan yang sudah dibuat susah-susah,” keluh Djoko.

Pernyataan Kiai Ma’ruf yang meminta para santri mendapat dispensasi, disampaikan oleh Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi, dalam keterangannya, Jumat (23/4).

“Wakil Presiden minta agar ada dispensasi untuk santri. Supaya bisa pulang ke rumah masing-masing. Tidak dikenai aturan-aturan ketat terkait larangan mudik, yang berhubungan dengan konteks pandemi saat ini,” ujar Masduki.

“Satu contoh yang bagus itu sudah dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur. Bagaimana supaya daerah daerah yang lain seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, ataupun daerah-daerah lain itu juga memberikan kemudahan khusus kepada para santri yang pulang belajar dari pesantren. Karena untuk pesantren-pesantren tradisional, memang banyak yang melakukan kajian-kajian khusus di bulan Ramadhan,” sambungnya.

Kiai Maruf juga disebut meminta bantuan Nahdlatul Ulama mengirimkan surat terkait dispensasi untuk santri, kepada Presiden ataupun ke pihak kepolisian.

“Itulah permohonan dari Wakil Presiden semoga ada kemudahan lah oleh santri santri. Bahkan dalam hal-hal tertentu, kalau dianggap perlu, Wakil Presiden juga meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk membikin surat kepada khusus. Apakah kepada Presiden atau Wakil Presiden atau Kaditlantas supaya ada dispensasi. Itu penting, agar santri yang pulang belajar bisa bertemu orangtuanya dengan lancar,” jelas Masduki. [HES]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories