Diskusi Pancasila dengan Anak SD, Ganjar Terkagum-kagum .

Salsabila Jelita, siswa SDN 3 Nanggulan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, membacakan geguritan alias puisi dalam Bahasa Jawa berjudul “Laire Pancasila” di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang datang ke sekolahnya, Selasa (1/6). Meski masih kecil, Salsabila terlihat begitu pede.

Ganjar sengaja datang ke SDN 3 Nanggulan untuk menyapa para pelajar di sana. Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, Ganjar ingin berdiskusi dengan para pelajar itu tentang Pancasila dan implementasi pada kehidupan sehari-hari. Ganjar kagum dengan keberanian Salsabila.

“Hebat. Bagus sekali anak-anak, kita diajari geguritan,” puji Ganjar ke Salsabila, seperti keterangan Humas Jawa Tengah, Selasa (1/6).

Antusiasme para pelajar SD itu untuk membahas Pancasila dan pencetusnya, Bung Karno, begitu tinggi. Tak hanya Salsabila yang percaya diri membacakan geguritan, sejumlah siswa lain juga begitu semangat tampil dengan kebolehan mereka di hadapan Ganjar. Ada yang membaca puisi, ada pula yang dengan tangkas menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Ganjar.

Salah satunya, saat Ganjar menanyakan tempat lahir Soekarno. Seorang siswa bernama Tio berhasil menjawab dengan benar. “Lahir di Surabaya, Pak,” jawabnya, lantang. “Betul. Kamu hebat,” puji Ganjar pada Tio.

Tak hanya tempat lahir Soekarno, siswa-siswa SD itu juga bisa menjawab pertanyaan lain dari Ganjar tentang sosok Soekarno. Hal itu jelas membuatnya sangat bangga. “Ternyata anak-anak ini hebat semuanya. Sampai sejarah Bung Karno saja tahu. Keren ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menanyakan tentang budi pekerti pada siswa itu. Di antaranya, bagaimana tata krama meminta izin kepada guru, tata krama saat melintas di depan guru atau orang tua, dan sebagainya. Ternyata, jawaban-jawaban anak-anak itu sangat-sangat memuaskan.

“Anak-anak ini hebat semua. Mereka berani dan percaya diri. Dan pada peringatan Hari Lahir Pancasila ini, ternyata anak-anak bisa membacakan geguritan, membacakan puisi, mengerti sejarah Bung Karno, mengerti apa itu Pancasila, lagu kebangsaan, dan lainnya,” katanya.

Ganjar berharap, anak-anak tersebut tidak hanya hafal Pancasila dan sejarahnya. Namun bisa mengimplementasikan spirit Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi spirit bagaimana menanamkan Pancasila dalam implementasi yang konkret, kehidupan sehari-hari, dan itu mulai dari anak-anak kita yang hebat ini,” imbuhnya.

Ganjar juga mengapresiasi guru dan seluruh pihak yang mendukung pembelajaran di SDN 3 Nanggulan Klaten. Menurutnya, SDN 3 Klaten merupakan salah satu sekolah dasar yang bagus dan dapat dijadikan contoh. Sebab selain mengajarkan pelajaran umum, di sekolah tersebut anak-anak diajari bagaimana bertata krama, berbudi pekerti.

“Menurut saya hal itu merupakan spirit yang perlu ditanamkan untuk mengimplementasikan Pancasila. Buat anak-anak tetap semangat belajar ya. Nanti kalau sudah besar, harus jadi pemimpin ya, karena kalian ini berani dan pintar,” tutupnya. [USU]
]]> .
Salsabila Jelita, siswa SDN 3 Nanggulan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, membacakan geguritan alias puisi dalam Bahasa Jawa berjudul “Laire Pancasila” di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang datang ke sekolahnya, Selasa (1/6). Meski masih kecil, Salsabila terlihat begitu pede.
Ganjar sengaja datang ke SDN 3 Nanggulan untuk menyapa para pelajar di sana. Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, Ganjar ingin berdiskusi dengan para pelajar itu tentang Pancasila dan implementasi pada kehidupan sehari-hari. Ganjar kagum dengan keberanian Salsabila.
“Hebat. Bagus sekali anak-anak, kita diajari geguritan,” puji Ganjar ke Salsabila, seperti keterangan Humas Jawa Tengah, Selasa (1/6).
Antusiasme para pelajar SD itu untuk membahas Pancasila dan pencetusnya, Bung Karno, begitu tinggi. Tak hanya Salsabila yang percaya diri membacakan geguritan, sejumlah siswa lain juga begitu semangat tampil dengan kebolehan mereka di hadapan Ganjar. Ada yang membaca puisi, ada pula yang dengan tangkas menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Ganjar.
Salah satunya, saat Ganjar menanyakan tempat lahir Soekarno. Seorang siswa bernama Tio berhasil menjawab dengan benar. “Lahir di Surabaya, Pak,” jawabnya, lantang. “Betul. Kamu hebat,” puji Ganjar pada Tio.
Tak hanya tempat lahir Soekarno, siswa-siswa SD itu juga bisa menjawab pertanyaan lain dari Ganjar tentang sosok Soekarno. Hal itu jelas membuatnya sangat bangga. “Ternyata anak-anak ini hebat semuanya. Sampai sejarah Bung Karno saja tahu. Keren ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menanyakan tentang budi pekerti pada siswa itu. Di antaranya, bagaimana tata krama meminta izin kepada guru, tata krama saat melintas di depan guru atau orang tua, dan sebagainya. Ternyata, jawaban-jawaban anak-anak itu sangat-sangat memuaskan.
“Anak-anak ini hebat semua. Mereka berani dan percaya diri. Dan pada peringatan Hari Lahir Pancasila ini, ternyata anak-anak bisa membacakan geguritan, membacakan puisi, mengerti sejarah Bung Karno, mengerti apa itu Pancasila, lagu kebangsaan, dan lainnya,” katanya.
Ganjar berharap, anak-anak tersebut tidak hanya hafal Pancasila dan sejarahnya. Namun bisa mengimplementasikan spirit Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi spirit bagaimana menanamkan Pancasila dalam implementasi yang konkret, kehidupan sehari-hari, dan itu mulai dari anak-anak kita yang hebat ini,” imbuhnya.
Ganjar juga mengapresiasi guru dan seluruh pihak yang mendukung pembelajaran di SDN 3 Nanggulan Klaten. Menurutnya, SDN 3 Klaten merupakan salah satu sekolah dasar yang bagus dan dapat dijadikan contoh. Sebab selain mengajarkan pelajaran umum, di sekolah tersebut anak-anak diajari bagaimana bertata krama, berbudi pekerti.
“Menurut saya hal itu merupakan spirit yang perlu ditanamkan untuk mengimplementasikan Pancasila. Buat anak-anak tetap semangat belajar ya. Nanti kalau sudah besar, harus jadi pemimpin ya, karena kalian ini berani dan pintar,” tutupnya. [USU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories