Dishub DKI: Orientasi Kebijakan Transportasi Ibu Kota Singkirkan Kendaraan Pribadi

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta Susilo Dewanto mengatakan kebijakan transportasi di Jakarta yang berkonsep Car Oriented Development (COD) diubah menjadi Transit Oriented Development (TOD).

“Perubahan kebijakan mendasar dari COD menjadi TOD ini adalah mengubah arah pembangunan yang selama ini mengutamakan kendaraan, dan sekarang di balik menjadi lebih memprioritaskan mobilitas orang-orangnya,” kata Susilo Dewanto dalam Diskusi Implementasi Transportasi Berkelanjutan yang digelar secara daring di Jakarta, Kamis (25/3).

Susilo mengatakan, kebijakan TOD memprioritaskan kelompok pejalan kaki dengan membangun dan menambah luas pedestrian sepanjang jalan di Ibu Kota Jakarta. Kemudian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga mendorong penggunaan kendaraan tidak bermotor atau kendaraan bermotor yang ramah lingkungan.

Selain itu, upaya yang tak kalah penting adalah mengoptimalkan penggunaan angkutan umum massal sebagai tulang punggung sistem transportasi.

“Upaya ini arahnya membentuk ekosistem yang dinamakan Jak Lingko, yakni mengutamakan peningkatan penggunaan angkutan umum massal dan membatasi kendaraan bermotor perseorangan. Tentu ini juga perlu ada kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat,” tambahnya.

Dikatakannya, pembenahan di sektor transportasi telah berhasil meningkatkan mobilitas warga kota. Selain itu, juga peningkatan akses dan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Kemudian juga kontribusi transportasi terhadap penurunan kemacetan dan polusi udara.

“Dengan kebijakan yang mengutamakan aspek mobilitas masyarakat, diharapkan dapat mengatasi masalah lalu lintas dan lingkungan di Jakarta,” tandasnya. [FAQ]

]]> Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta Susilo Dewanto mengatakan kebijakan transportasi di Jakarta yang berkonsep Car Oriented Development (COD) diubah menjadi Transit Oriented Development (TOD).

“Perubahan kebijakan mendasar dari COD menjadi TOD ini adalah mengubah arah pembangunan yang selama ini mengutamakan kendaraan, dan sekarang di balik menjadi lebih memprioritaskan mobilitas orang-orangnya,” kata Susilo Dewanto dalam Diskusi Implementasi Transportasi Berkelanjutan yang digelar secara daring di Jakarta, Kamis (25/3).

Susilo mengatakan, kebijakan TOD memprioritaskan kelompok pejalan kaki dengan membangun dan menambah luas pedestrian sepanjang jalan di Ibu Kota Jakarta. Kemudian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga mendorong penggunaan kendaraan tidak bermotor atau kendaraan bermotor yang ramah lingkungan.

Selain itu, upaya yang tak kalah penting adalah mengoptimalkan penggunaan angkutan umum massal sebagai tulang punggung sistem transportasi.

“Upaya ini arahnya membentuk ekosistem yang dinamakan Jak Lingko, yakni mengutamakan peningkatan penggunaan angkutan umum massal dan membatasi kendaraan bermotor perseorangan. Tentu ini juga perlu ada kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat,” tambahnya.

Dikatakannya, pembenahan di sektor transportasi telah berhasil meningkatkan mobilitas warga kota. Selain itu, juga peningkatan akses dan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Kemudian juga kontribusi transportasi terhadap penurunan kemacetan dan polusi udara.

“Dengan kebijakan yang mengutamakan aspek mobilitas masyarakat, diharapkan dapat mengatasi masalah lalu lintas dan lingkungan di Jakarta,” tandasnya. [FAQ]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories