Disebut Terima Fee Rp 2 M, Aliza Gunado Dibidik KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendalami keterlibatan politikus Golkar Aliza Gunado dalam dugaan suap ketok palu Dana Alokasi Khusus (DAK) Lampung Tengah (Lamteng).

Aliza, disebut Mantan Kepala Dinas Bina Marga Lamteng Ahmad Taufik, mengurus DAK itu dan memperoleh fee senilai Rp 2 miliar.

“Fakta sidang yang dimaksud, tentu menjadi informasi penting bagi tim penyidik untuk mempertajam proses penyidikan perkara,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Senin (1/11).

Ali mengatakan, saat ini pihaknya telah mencatat seluruh dugaan peran Aliza dalam pengadaan DAK Lampung Tengah. 

Sebelumnya, mantan Kasi Dinas Bina Marga Lampung Tengah (Lamteng) Aan Riyanto membeberkan adanya pemberian uang senilai Rp 2 miliar kepada Aliza Gunado.

Uang tersebut, merupakan komitmen fee atas pengurusan dana alokasi khusus (DAK) APBDP Lampung Tengah (Lamteng) sebesar Rp 25 miliar, karena telah disetujui Badan Anggaran DPR.

“Jadi di tanggal 21 itu saya dapat perintah Pak Taufik (mantan Kadis Bina Marga Lamteng, Taufik Rahman) untuk cari pinjaman uang untuk diberikan ke Saudara Aliza Rp 2,085 miliar totalnya,” ujar Aan, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (1/11).

Uang itu diserahkan dalam dua tahap. Pertama Rp 1,135 miliar diberikannya kepada Aliza di mall. “Uang diambil kawannya ditukar ke bentuk dolar Singapura,” imbuhnya.

Penyerahan kedua, Rp 950 juta, dilakukan di Hotel Veranda. Uang itu juga dibawa kawan Aliza dan ditukarkan ke dolar. 

Sementara itu, mantan Kadis Bina Marga Lamteng, Taufik Rahman menjelaskan, uang Rp 2 miliar itu diminta setelah Banggar DPR yang saat itu dipimpin Azis Syamsuddin menyetujui DAK Lampung Tengah 2017 sebesar Rp 25 miliar.

 

Uang fee itu sudah disampaikan Aliza pada saat pertemuan pertamanya di Bandar Lampung. Aliza Gunado saat itu meminta komitmen fee 8 persen dari jumlah DAK yang disetujui DPR.

“Waktu ketemu Aliza dikasih tahu bahwa dia bisa membantu mengurus DAK itu terus ada komitmen fee 8 persen,” beber Taufik.

Sejak itu, Taufik memerintahkan anggotanya termasuk Aan Riyanto untuk mengumpulkan uang sebesar Rp 2 miliar untuk diserahkan ke Aliza. Menurutnya, uang senilai Rp 2 miliar itu berasal dari rekanan proyek dan pinjaman.

“Rp 600 jutaan dari rekanan-rekanan proyek. (Sisanya) waktu itu pinjam dari Darius, dia konsultan, swasta. Terus ada lagi tambahan dari teman-teman ada yang mau kasih pinjaman juga, teman-teman di dinas, ada Rama, Heri, dan Sanca, jumlahnya Rp 990 juta,” tandas Taufik. [OKT]

]]> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendalami keterlibatan politikus Golkar Aliza Gunado dalam dugaan suap ketok palu Dana Alokasi Khusus (DAK) Lampung Tengah (Lamteng).

Aliza, disebut Mantan Kepala Dinas Bina Marga Lamteng Ahmad Taufik, mengurus DAK itu dan memperoleh fee senilai Rp 2 miliar.

“Fakta sidang yang dimaksud, tentu menjadi informasi penting bagi tim penyidik untuk mempertajam proses penyidikan perkara,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Senin (1/11).

Ali mengatakan, saat ini pihaknya telah mencatat seluruh dugaan peran Aliza dalam pengadaan DAK Lampung Tengah. 

Sebelumnya, mantan Kasi Dinas Bina Marga Lampung Tengah (Lamteng) Aan Riyanto membeberkan adanya pemberian uang senilai Rp 2 miliar kepada Aliza Gunado.

Uang tersebut, merupakan komitmen fee atas pengurusan dana alokasi khusus (DAK) APBDP Lampung Tengah (Lamteng) sebesar Rp 25 miliar, karena telah disetujui Badan Anggaran DPR.

“Jadi di tanggal 21 itu saya dapat perintah Pak Taufik (mantan Kadis Bina Marga Lamteng, Taufik Rahman) untuk cari pinjaman uang untuk diberikan ke Saudara Aliza Rp 2,085 miliar totalnya,” ujar Aan, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (1/11).

Uang itu diserahkan dalam dua tahap. Pertama Rp 1,135 miliar diberikannya kepada Aliza di mall. “Uang diambil kawannya ditukar ke bentuk dolar Singapura,” imbuhnya.

Penyerahan kedua, Rp 950 juta, dilakukan di Hotel Veranda. Uang itu juga dibawa kawan Aliza dan ditukarkan ke dolar. 

Sementara itu, mantan Kadis Bina Marga Lamteng, Taufik Rahman menjelaskan, uang Rp 2 miliar itu diminta setelah Banggar DPR yang saat itu dipimpin Azis Syamsuddin menyetujui DAK Lampung Tengah 2017 sebesar Rp 25 miliar.

 

Uang fee itu sudah disampaikan Aliza pada saat pertemuan pertamanya di Bandar Lampung. Aliza Gunado saat itu meminta komitmen fee 8 persen dari jumlah DAK yang disetujui DPR.

“Waktu ketemu Aliza dikasih tahu bahwa dia bisa membantu mengurus DAK itu terus ada komitmen fee 8 persen,” beber Taufik.

Sejak itu, Taufik memerintahkan anggotanya termasuk Aan Riyanto untuk mengumpulkan uang sebesar Rp 2 miliar untuk diserahkan ke Aliza. Menurutnya, uang senilai Rp 2 miliar itu berasal dari rekanan proyek dan pinjaman.

“Rp 600 jutaan dari rekanan-rekanan proyek. (Sisanya) waktu itu pinjam dari Darius, dia konsultan, swasta. Terus ada lagi tambahan dari teman-teman ada yang mau kasih pinjaman juga, teman-teman di dinas, ada Rama, Heri, dan Sanca, jumlahnya Rp 990 juta,” tandas Taufik. [OKT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories