Disampaikan Wapres Ini 4 Kunci Optimalkan Performa Industri Asuransi Syariah

Di tengah peningkatan kinerja ekonomi dan keuangan syariah Indonesia yang saat ini menduduki peringkat empat dunia, pertumbuhan sektor industri asuransi syariah justru relatif rendah. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pangsa pasar industri ini sebesar 5,3 persen pada akhir 2021. Untuk mengoptimalkan performanya, perusahaan asuransi syariah harus penuhi empat faktor kunci.

Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin pada Peluncuran PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah), secara virtual, Selasa (5/4).

“Pertama, SDM yang ahli di bidang (ekonomi dan keuangan syariah) ini akan memajukan industri ini, antara lain melalui penciptaan produk yang inovatif dan perluasan pangsa pasar baru,” ujar Wapres, seperti dikutip setkab.go.id.

Ketertarikan akan produk-produk jasa keuangan syariah ditunjukkan oleh konsumen terlepas dari agama dan keyakinannya. Untuk itu, Wapres mengingatkan, faktor kunci selanjutnya harus tetap menjaga nilai-nilai syariah dalam bisnis ini.

“Kedua, terus jaga nilai-nilai syariah dalam menjalankan bisnis demi menjaga kepercayaan sekaligus meningkatkan keyakinan publik akan keunggulan produk-produk jasa keuangan syariah dibandingkan konvensional,” tegasnya.

Ketiga, perusahan asuransi syariah diharapkan dapat dengan seksama memilih investasi yang bersifat produktif. “Pemanfaatan instrumen investasi yang bersifat produktif membutuhkan kejelian untuk melihat potensi industri-industri syariah lainnya,” ujarnya.

Keempat, pentingnya penguasaan terhadap teknologi digital untuk menjawab kebutuhan para konsumen. “Pemanfaatan teknologi digital yang telah menjadi keniscayaan agar layanan sektor keuangan dan asuransi dapat lebih cepat, mudah, dan murah di masa depan. Nasabah asuransi, baik individu maupun bisnis, akan semakin mengharapkan layanan yang personal dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Wapres berharap, Prudential Syariah dapat menjawab kebutuhan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan perlindungan serta sekaligus menjadi mitra Pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

“Insya Allah Prudential Syariah dapat turut menjadi bagian dari solusi kebutuhan perlindungan risiko dan memberikan nilai tambah kepada publik, sekaligus menjadi pendorong laju era baru industri asuransi syariah di Indonesia,” tutupnya. [USU]

]]> Di tengah peningkatan kinerja ekonomi dan keuangan syariah Indonesia yang saat ini menduduki peringkat empat dunia, pertumbuhan sektor industri asuransi syariah justru relatif rendah. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pangsa pasar industri ini sebesar 5,3 persen pada akhir 2021. Untuk mengoptimalkan performanya, perusahaan asuransi syariah harus penuhi empat faktor kunci.

Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin pada Peluncuran PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah), secara virtual, Selasa (5/4).

“Pertama, SDM yang ahli di bidang (ekonomi dan keuangan syariah) ini akan memajukan industri ini, antara lain melalui penciptaan produk yang inovatif dan perluasan pangsa pasar baru,” ujar Wapres, seperti dikutip setkab.go.id.

Ketertarikan akan produk-produk jasa keuangan syariah ditunjukkan oleh konsumen terlepas dari agama dan keyakinannya. Untuk itu, Wapres mengingatkan, faktor kunci selanjutnya harus tetap menjaga nilai-nilai syariah dalam bisnis ini.

“Kedua, terus jaga nilai-nilai syariah dalam menjalankan bisnis demi menjaga kepercayaan sekaligus meningkatkan keyakinan publik akan keunggulan produk-produk jasa keuangan syariah dibandingkan konvensional,” tegasnya.

Ketiga, perusahan asuransi syariah diharapkan dapat dengan seksama memilih investasi yang bersifat produktif. “Pemanfaatan instrumen investasi yang bersifat produktif membutuhkan kejelian untuk melihat potensi industri-industri syariah lainnya,” ujarnya.

Keempat, pentingnya penguasaan terhadap teknologi digital untuk menjawab kebutuhan para konsumen. “Pemanfaatan teknologi digital yang telah menjadi keniscayaan agar layanan sektor keuangan dan asuransi dapat lebih cepat, mudah, dan murah di masa depan. Nasabah asuransi, baik individu maupun bisnis, akan semakin mengharapkan layanan yang personal dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Wapres berharap, Prudential Syariah dapat menjawab kebutuhan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan perlindungan serta sekaligus menjadi mitra Pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

“Insya Allah Prudential Syariah dapat turut menjadi bagian dari solusi kebutuhan perlindungan risiko dan memberikan nilai tambah kepada publik, sekaligus menjadi pendorong laju era baru industri asuransi syariah di Indonesia,” tutupnya. [USU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories