Disaksikan Airlangga, Sinar Mas Gelar Peremajaan Sawit Rakyat Di Riau

Sinar Mas Agribusiness and Food menggelar Penanaman Perdana Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk kebun petani swadaya di Riau dengan total lahan seluas 2.100 Hektar (Ha). 

Kegiatan tersebut dilakukan tiga anak usahanya yang beroperasi di wilayah Riau, yaitu PT Ivo Mas Tunggal, PT Buana Wira Lestari Mas, dan PT Ramajaya Pramukti dengan menggandeng enam koperasi mitranya.

Kegiatan penanaman perdana ini merupakan bagian dari realisasi komitmen PSR di tahun 2021 yang melibatkan 970 petani swadaya yang tersebar di 16 desa. Kegiatan yang mengusung tema ‘Penanaman Perdana Program Peremajaan Sawit Kemitraan Strategis’. Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga menyampaikan, apresiasinya serta mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Airlangga juga menyampaikan pesan agar seluruh pemangku kepentingan, khususnya di Riau dapat mendukung penuh pelaksanaan program ini.

Menurut Airlangga, pemerintah juga tengah mempersiapkan sejumlah langkah dalam membantu pelaksanaan program PSR, termasuk penyediaan pupuk dengan harga terjangkau bagi petani.

Sebelum bekerjasama dengan Sinar Mas Agribusiness and Food, para petani mengelola kebun sawit secara swadaya. Produktivitas yang dihasilkan dari kebun-kebun swadaya tersebut cukup rendah dan hanya mencapai 1-1,5 ton/Ha/bulan. 

Hal ini disebabkan dari penggunaan bibit yang tidak bersertifikat dengan kualitas yang kurang baik, perawatan yang tidak maksimal dan belum adanya penerapan praktik agronomi terbaik.

CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Riau, Franciscus Costan menyambut baik para petani swadaya yang mau bermitra dengan kami dalam program PSR. Pola kemitraan strategis ïni memungkinkan adanya transfer pengetahuan, keahlian, dan teknologi dari para pelaku industri, kepada para petani. 

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit masyarakat serta pendapatan dari para petani,” jelasnya.

Pada 2022, Perusahaan menargetkan untuk meremajakan 1.300 Ha lahan petani swadaya di Riau. Hal ini merupakan bentuk komitmen Perusahaan dalam mendukung program pemerintah serta membantu para petani swadaya dalam melakukan peremajaan kebun sawit rakyat.

Sekretaris Koperasi Swadaya Mas Bersama, Hidro Ariantes mengatakan, pelaksanaan peremajaan kebun kelapa sawit mereka sebagai bagian dari kemitraan strategis dengan Sinar Mas Agribusiness and Food menjadi sebuah harapan baru bagi keluarga dan masyarakat secara luas. Menurutnya, banyak masyarakat yang menggantungkan kehidupannya ke kebun kelapa sawit. 

“Kami berharap, program Peremajaan Sawit Rakyat ini dapat membantu kehidupan kami seperti untuk membiayai anak-anak sekolah, menabung untuk keperluan darurat ataupun untuk keperluan hari tua,” jelas Hidro. [DIT]

]]> Sinar Mas Agribusiness and Food menggelar Penanaman Perdana Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk kebun petani swadaya di Riau dengan total lahan seluas 2.100 Hektar (Ha). 

Kegiatan tersebut dilakukan tiga anak usahanya yang beroperasi di wilayah Riau, yaitu PT Ivo Mas Tunggal, PT Buana Wira Lestari Mas, dan PT Ramajaya Pramukti dengan menggandeng enam koperasi mitranya.

Kegiatan penanaman perdana ini merupakan bagian dari realisasi komitmen PSR di tahun 2021 yang melibatkan 970 petani swadaya yang tersebar di 16 desa. Kegiatan yang mengusung tema ‘Penanaman Perdana Program Peremajaan Sawit Kemitraan Strategis’. Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga menyampaikan, apresiasinya serta mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Airlangga juga menyampaikan pesan agar seluruh pemangku kepentingan, khususnya di Riau dapat mendukung penuh pelaksanaan program ini.

Menurut Airlangga, pemerintah juga tengah mempersiapkan sejumlah langkah dalam membantu pelaksanaan program PSR, termasuk penyediaan pupuk dengan harga terjangkau bagi petani.

Sebelum bekerjasama dengan Sinar Mas Agribusiness and Food, para petani mengelola kebun sawit secara swadaya. Produktivitas yang dihasilkan dari kebun-kebun swadaya tersebut cukup rendah dan hanya mencapai 1-1,5 ton/Ha/bulan. 

Hal ini disebabkan dari penggunaan bibit yang tidak bersertifikat dengan kualitas yang kurang baik, perawatan yang tidak maksimal dan belum adanya penerapan praktik agronomi terbaik.

CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Riau, Franciscus Costan menyambut baik para petani swadaya yang mau bermitra dengan kami dalam program PSR. Pola kemitraan strategis ïni memungkinkan adanya transfer pengetahuan, keahlian, dan teknologi dari para pelaku industri, kepada para petani. 

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit masyarakat serta pendapatan dari para petani,” jelasnya.

Pada 2022, Perusahaan menargetkan untuk meremajakan 1.300 Ha lahan petani swadaya di Riau. Hal ini merupakan bentuk komitmen Perusahaan dalam mendukung program pemerintah serta membantu para petani swadaya dalam melakukan peremajaan kebun sawit rakyat.

Sekretaris Koperasi Swadaya Mas Bersama, Hidro Ariantes mengatakan, pelaksanaan peremajaan kebun kelapa sawit mereka sebagai bagian dari kemitraan strategis dengan Sinar Mas Agribusiness and Food menjadi sebuah harapan baru bagi keluarga dan masyarakat secara luas. Menurutnya, banyak masyarakat yang menggantungkan kehidupannya ke kebun kelapa sawit. 

“Kami berharap, program Peremajaan Sawit Rakyat ini dapat membantu kehidupan kami seperti untuk membiayai anak-anak sekolah, menabung untuk keperluan darurat ataupun untuk keperluan hari tua,” jelas Hidro. [DIT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories