Dirut Jasa Raharja Usung Konsep Digitalisasi Di Rakornas SAMSAT

Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono mengusung perlunya langkah-langkah digitalisasi Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dalam pelayanan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), pembayaran pajak kendaraan bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), dan pendapatan negara bukan pajak lainnya. Menurutnya, hal ini mutlak diperlukan seiring dengan tren digital di setiap lini kehidupan saat ini.

Hal tersebut disampaikan Rivan dalam Rapat Koordinasi Tim Pembina SAMSAT tingkat nasional, di Batam, Rabu (8/12). Rapat ini mengusung tema “Kolaborasi Pelayanan Samsat di Era Digital dalam Mewujudkan Pelayanan Publik yang Prima”. Rapat dihadiri Inspektorat Pengawasan Umum Polri Komjen Agung Budi Maryoto, Plh Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni, Kakorlantas Irjen Firman Shantyabudi, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Kapolda Kepri Irjen Aris Budiman Bulo, Dirregident Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus, dan Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana.

“Dalam melaksanakan kegiatan di SAMSAT diperlukan langkah-langkah digitalisasi yang tepat, baik yang dilakukan Polri, Bapenda Provinsi, maupun Jasa Raharja. Agar dapat memberikan layanan terintegrasi yang kian mendukung dan memudahkan masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya,” jelas Rivan.

SAMSAT merupakan pelayanan satu atap yang dilakukan Polri, Dinas Pendapatan Provinsi, dan PT Jasa Raharja, terkait registrasi dan identifikasi kendaran bermotor, pembayaran pajak kendaran bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, dan pembayaran sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan.

Rivan melanjutkan, Jasa Raharja turut melaksanakan inisiatif untuk mendukung pelayanan masyarakat yang terintegrasi melalui pemanfaatan data dan sinergi antarinstansi untuk menuju Big Data SAMSAT yang terpusat dan terintegrasi serta memiliki kualitas data sesuai standar. Saat ini, berdasarkan database Jasa Raharja, terdapat 1.674 SAMSAT, baik Induk, Pembantu, Unggulan (Drive Thru, Online, Keliling dan Gerai), dengan transaksi hingga dengan November 2021 mencapai 66.449.163, atau mengalami kenaikan 1,29 persen dari tahun sebelumnya.

Rivan melanjutkan, Tim Pembina SAMSAT telah membentuk Aplikasi Samsat Digital Nasional (SIGNAL) dan Digitalisasi Road Tax, yang diharapkan dapat terus berkembang ke depannya tidak hanya sebagai alat saluran pembayaran tapi juga dapat menjadi bank data. Hal ini diperlukan sebagai alat analisis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor otomotif dan meningkatkan fungsi verifikasi kendaraan bermotor.

“Besar harapan kami digitalisasi road tax dapat menjadi salah satu alat electronic vehicle identification sehingga kelak memungkinkan menjadi modern road payment system pada seluruh transaksi di jalan baik pembayaran tol, parkir, dan lain sebagainya tanpa ada kontak fisik manusia menggunakan kartu,” urai Rivan.

Kontribusi Jasa Raharja
Pada kesempatan ini, Rivan juga memaparkan, hingga November 2021, Jasa Raharja telah menyerahkan santunan kepada ahli waris maupun korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas sebesar Rp 2,15 triliun. Peningkatan penyerahan santunan ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan. Untuk itu Jasa Raharja terus bersinergi dengan Rumah Sakit, BPJS Kesehatan, asuransi lain seperti Asabri, Taspen, dan BP Jamsostek, guna menekan angka korban laka yang tidak tertangani atau membayar secara reimburse ke rumah sakit.

“Saat ini Jasa Raharja telah bekerja sama dengan 2.352 rumah sakit atau 95,26 persen dari total jumlah rumah sakit di seluruh Indonesia. Sebanyak 90 persen santunan luka telah berhasil ditangani, dengan sebagian kecil, 10 persen sisanya, melakukan reimburse saat rawat jalan. [KW]

]]> Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono mengusung perlunya langkah-langkah digitalisasi Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dalam pelayanan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), pembayaran pajak kendaraan bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), dan pendapatan negara bukan pajak lainnya. Menurutnya, hal ini mutlak diperlukan seiring dengan tren digital di setiap lini kehidupan saat ini.

Hal tersebut disampaikan Rivan dalam Rapat Koordinasi Tim Pembina SAMSAT tingkat nasional, di Batam, Rabu (8/12). Rapat ini mengusung tema “Kolaborasi Pelayanan Samsat di Era Digital dalam Mewujudkan Pelayanan Publik yang Prima”. Rapat dihadiri Inspektorat Pengawasan Umum Polri Komjen Agung Budi Maryoto, Plh Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni, Kakorlantas Irjen Firman Shantyabudi, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Kapolda Kepri Irjen Aris Budiman Bulo, Dirregident Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus, dan Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana.

“Dalam melaksanakan kegiatan di SAMSAT diperlukan langkah-langkah digitalisasi yang tepat, baik yang dilakukan Polri, Bapenda Provinsi, maupun Jasa Raharja. Agar dapat memberikan layanan terintegrasi yang kian mendukung dan memudahkan masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya,” jelas Rivan.

SAMSAT merupakan pelayanan satu atap yang dilakukan Polri, Dinas Pendapatan Provinsi, dan PT Jasa Raharja, terkait registrasi dan identifikasi kendaran bermotor, pembayaran pajak kendaran bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, dan pembayaran sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan.

Rivan melanjutkan, Jasa Raharja turut melaksanakan inisiatif untuk mendukung pelayanan masyarakat yang terintegrasi melalui pemanfaatan data dan sinergi antarinstansi untuk menuju Big Data SAMSAT yang terpusat dan terintegrasi serta memiliki kualitas data sesuai standar. Saat ini, berdasarkan database Jasa Raharja, terdapat 1.674 SAMSAT, baik Induk, Pembantu, Unggulan (Drive Thru, Online, Keliling dan Gerai), dengan transaksi hingga dengan November 2021 mencapai 66.449.163, atau mengalami kenaikan 1,29 persen dari tahun sebelumnya.

Rivan melanjutkan, Tim Pembina SAMSAT telah membentuk Aplikasi Samsat Digital Nasional (SIGNAL) dan Digitalisasi Road Tax, yang diharapkan dapat terus berkembang ke depannya tidak hanya sebagai alat saluran pembayaran tapi juga dapat menjadi bank data. Hal ini diperlukan sebagai alat analisis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor otomotif dan meningkatkan fungsi verifikasi kendaraan bermotor.

“Besar harapan kami digitalisasi road tax dapat menjadi salah satu alat electronic vehicle identification sehingga kelak memungkinkan menjadi modern road payment system pada seluruh transaksi di jalan baik pembayaran tol, parkir, dan lain sebagainya tanpa ada kontak fisik manusia menggunakan kartu,” urai Rivan.

Kontribusi Jasa Raharja
Pada kesempatan ini, Rivan juga memaparkan, hingga November 2021, Jasa Raharja telah menyerahkan santunan kepada ahli waris maupun korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas sebesar Rp 2,15 triliun. Peningkatan penyerahan santunan ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan. Untuk itu Jasa Raharja terus bersinergi dengan Rumah Sakit, BPJS Kesehatan, asuransi lain seperti Asabri, Taspen, dan BP Jamsostek, guna menekan angka korban laka yang tidak tertangani atau membayar secara reimburse ke rumah sakit.

“Saat ini Jasa Raharja telah bekerja sama dengan 2.352 rumah sakit atau 95,26 persen dari total jumlah rumah sakit di seluruh Indonesia. Sebanyak 90 persen santunan luka telah berhasil ditangani, dengan sebagian kecil, 10 persen sisanya, melakukan reimburse saat rawat jalan. [KW]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories