Diresmikan Menag, Pemkot Bekasi Habiskan Rp 34 Miliar Bangun Kantor Kemenag .

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas meresmikan Gedung Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Gedung yang dibangun di atas lahan seluas 2.200 meter persegi ini berada di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Pembangunan gedung yang terdiri dari lima lantai ini menelan biaya sekitar Rp 34 miliar, yang seluruhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi. 

” Ini luar biasa, dan membuktikan kepedulian Pemerintah Kota Bekasi terhadap pembangunan keagamaan,” kata Menag dalam sambutannya, Senin (8/3). 

Menurut Menag, untuk memberikan layanan terbaik dalam kehidupan beragama diperlukan komitmen serta sinergi yang baik dari pemerintah pusat dan daerah. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bekasi, semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya,” ungkap Menag. 

Menag mengingatkan, keberadaan gedung baru ini harus didukung dengan peningkatan kualitas pelayanan keagamaan. “Saya minta kepada jajaran Kemenag Kota Bekasi, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh umat beragama di Kota Bekasi. Di kantor ini tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan,” tegas Menag. 

“Ini adalah kementerian semua agama, dan ini harus dipahami oleh seluruh jajaran Kemenag, termasuk Kankemenag Kota Bekasi,” sambungnya. 

Walikota Bekasi, Rahmat Efendi menyatakan, bahwa Kankemenag Kota Bekasi, diharapkan dapat menjadi Rumah Semua Agama. 

“Masyarakat Kota Bekasi ini amat heterogen. Kerukunan beragama menjadi hal penting yang harus dirawat di sini. Karenanya, gedung ini nantinya diharapkan dapat menjadi rumah bagi semua agama,” tutur Efendi.

Bagi Walikota yang telah dua kali memperoleh harmoni award ini, kerukunan umat beragama menjadi modal penting dalam pembangunan. Karenanya, ia merasa perlu untuk memberikan dukungan penuh kepada Kemenag. 

“Berbagai bantuan maupun hibah yang kami berikan kepada Kemenag bukan sesuatu yang istimewa. Itu adalah kewajiban kami. Dan semoga bisa terus ditingkatkan,” ungkap Rahmat. 

“Siapa pun kepala daerahnya, kita harus terus berpikir bagaimana bersama memberikan layanan terbaik bagi umat,”sambungnya. 

Sebelumnya, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, Adib mengapresiasi perhatian Pemkot Bekasi terhadap kerukunan umat beragama. 

“Misalnya, tak kurang dari Rp 25 miliar per tahun telah digelontorkan Pemkot Bekasi, untuk mendukung program-program Kankemenag Kota Bekasi,” kata Adib. 

“Kankemenag Kota Bekasi menjadi Kantor Kementerian Agama paling megah di Jawa Barat. Semoga dapat diimbangi dengan pelayanan yang lebih baik lagi,”imbuhnya. [MFA]

]]> .
Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas meresmikan Gedung Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Gedung yang dibangun di atas lahan seluas 2.200 meter persegi ini berada di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Pembangunan gedung yang terdiri dari lima lantai ini menelan biaya sekitar Rp 34 miliar, yang seluruhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi. 

” Ini luar biasa, dan membuktikan kepedulian Pemerintah Kota Bekasi terhadap pembangunan keagamaan,” kata Menag dalam sambutannya, Senin (8/3). 

Menurut Menag, untuk memberikan layanan terbaik dalam kehidupan beragama diperlukan komitmen serta sinergi yang baik dari pemerintah pusat dan daerah. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bekasi, semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya,” ungkap Menag. 

Menag mengingatkan, keberadaan gedung baru ini harus didukung dengan peningkatan kualitas pelayanan keagamaan. “Saya minta kepada jajaran Kemenag Kota Bekasi, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh umat beragama di Kota Bekasi. Di kantor ini tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan,” tegas Menag. 

“Ini adalah kementerian semua agama, dan ini harus dipahami oleh seluruh jajaran Kemenag, termasuk Kankemenag Kota Bekasi,” sambungnya. 

Walikota Bekasi, Rahmat Efendi menyatakan, bahwa Kankemenag Kota Bekasi, diharapkan dapat menjadi Rumah Semua Agama. 

“Masyarakat Kota Bekasi ini amat heterogen. Kerukunan beragama menjadi hal penting yang harus dirawat di sini. Karenanya, gedung ini nantinya diharapkan dapat menjadi rumah bagi semua agama,” tutur Efendi.

Bagi Walikota yang telah dua kali memperoleh harmoni award ini, kerukunan umat beragama menjadi modal penting dalam pembangunan. Karenanya, ia merasa perlu untuk memberikan dukungan penuh kepada Kemenag. 

“Berbagai bantuan maupun hibah yang kami berikan kepada Kemenag bukan sesuatu yang istimewa. Itu adalah kewajiban kami. Dan semoga bisa terus ditingkatkan,” ungkap Rahmat. 

“Siapa pun kepala daerahnya, kita harus terus berpikir bagaimana bersama memberikan layanan terbaik bagi umat,”sambungnya. 

Sebelumnya, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, Adib mengapresiasi perhatian Pemkot Bekasi terhadap kerukunan umat beragama. 

“Misalnya, tak kurang dari Rp 25 miliar per tahun telah digelontorkan Pemkot Bekasi, untuk mendukung program-program Kankemenag Kota Bekasi,” kata Adib. 

“Kankemenag Kota Bekasi menjadi Kantor Kementerian Agama paling megah di Jawa Barat. Semoga dapat diimbangi dengan pelayanan yang lebih baik lagi,”imbuhnya. [MFA]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories