Diplomatnya Divonis 20 Tahun Penjara di Belgia, Ini Reaksi Iran .

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keputusan pengadilan Belgia yang menjatuhkan vonis 20 tahun kurungan penjara terhadap salah seorang diplomat Iran.

Dikutip Pars Today, Saeed Khatibzadeh, Kamis (4/2/2021) merespon keras keputusan pengadilan Antwerp, Belgia yang menjatuhkan vonis 20 tahun kurungan penjara atas Asadollah Assadi, 49 tahun, salah satu diplomat Iran atas tuduhan mendalangi serangan bom di Paris, Prancis tahun 2018.

Khatibzadeh mengatakan, Republik Islam Iran mengecam keras keputusan pengadilan Antwerp, Belgia yang memvonis 20 tahun penjara salah satu diplomat Iran.

Ia menambahkan, sebagaimana sebelumnya telah kami umumkan berulangkali, seluruh tahap proses penangkapan Assadollah Assadi, persidangan dan putusan pengadilan terbaru, melanggar hukum dan aturan internasional terutama Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik tahun 1961.

Konvensi tersebut mengatur tentang hak-hak khusus misi diplomatik yang memungkinkan mereka untuk bekerja tanpa takut diintimidasi atau ditangkap oleh negara penerimanya. Perjanjian ini menjadi landasan hukum kekebalan diplomatik.

Menurut Khatibzadeh, Iran tidak mengakui keputusan yang dikeluarkan oleh pengadilan Belgia terhadap diplomatnya tersebut.

Jubir Kemenlu Iran menjelaskan, Belgia dan beberapa negara Eropa lain melakukan langkah ini di bawah pengaruh iklim permusuhan yang dibangun kelompok teroris MKO di Eropa, maka dari itu mereka harus bertanggung jawab atas pelanggaran hukum terhadap diplomat Iran termasuk perlakuan tidak manusiawi di masa penahanan di Jerman dan Belgia.

“Iran berhak menggunakan seluruh jalur hukum dan diplomatik yang mungkin dipakai untuk membela hak Assadollah Assadi dan menuntut penjelasan danri negara-negara yang telah melanggar perjanjian internasional,” pungkasnya. [RSM]

]]> .
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keputusan pengadilan Belgia yang menjatuhkan vonis 20 tahun kurungan penjara terhadap salah seorang diplomat Iran.

Dikutip Pars Today, Saeed Khatibzadeh, Kamis (4/2/2021) merespon keras keputusan pengadilan Antwerp, Belgia yang menjatuhkan vonis 20 tahun kurungan penjara atas Asadollah Assadi, 49 tahun, salah satu diplomat Iran atas tuduhan mendalangi serangan bom di Paris, Prancis tahun 2018.

Khatibzadeh mengatakan, Republik Islam Iran mengecam keras keputusan pengadilan Antwerp, Belgia yang memvonis 20 tahun penjara salah satu diplomat Iran.

Ia menambahkan, sebagaimana sebelumnya telah kami umumkan berulangkali, seluruh tahap proses penangkapan Assadollah Assadi, persidangan dan putusan pengadilan terbaru, melanggar hukum dan aturan internasional terutama Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik tahun 1961.

Konvensi tersebut mengatur tentang hak-hak khusus misi diplomatik yang memungkinkan mereka untuk bekerja tanpa takut diintimidasi atau ditangkap oleh negara penerimanya. Perjanjian ini menjadi landasan hukum kekebalan diplomatik.

Menurut Khatibzadeh, Iran tidak mengakui keputusan yang dikeluarkan oleh pengadilan Belgia terhadap diplomatnya tersebut.

Jubir Kemenlu Iran menjelaskan, Belgia dan beberapa negara Eropa lain melakukan langkah ini di bawah pengaruh iklim permusuhan yang dibangun kelompok teroris MKO di Eropa, maka dari itu mereka harus bertanggung jawab atas pelanggaran hukum terhadap diplomat Iran termasuk perlakuan tidak manusiawi di masa penahanan di Jerman dan Belgia.

“Iran berhak menggunakan seluruh jalur hukum dan diplomatik yang mungkin dipakai untuk membela hak Assadollah Assadi dan menuntut penjelasan danri negara-negara yang telah melanggar perjanjian internasional,” pungkasnya. [RSM]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories

Generated by Feedzy