Dipastikan Menteri Kesehatan Sabar, Stok Vaksin Covid Masih Nyisa Buat Sebulan

Program vaksinasi Covid-19 nasional belum mencapai target satu juta dosis per hari. Saat ini, ketersediaan vaksin Covid-19 hanya 22 juta dosis.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, 22 juta dosis vaksin itu merupakan sisa dari total vaksin Covid-19 siap digunakan yang sudah diterima Indonesia kurang lebih 85 juta dosis. Sedangkan 63 juta dosis lagi telah terpakai. Diperkirakan, 22 juta dosis vaksin tak sampai sebulan.

“Kira-kira stok tidak sampai satu bulan. Kalau saya merasa stok itu sebenarnya sudah stretch, karena produksi vaksin kita 1,5 bulan,” kata Budi dalam konferensi pers virtual, kemarin.

Budi menjelaskan, meski Indonesia sudah kedatangan lebih dari 100 juta dosis vaksin, beberapa di antaranya masih merupakan bulk atau mentah yang perlu diolah kembali oleh PT Bio Farma. Sebab itu, jumlah vaksin jadi akan berkurang sedikit dari bulk yang didatangkan sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini Indonesia sudah memiliki 152.907.880 dosis vaksin, baik dalam bentuk jadi maupun bulk, yang didatangkan dari perusahaan farmasi Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm dan Moderna.

“Itu sebabnya kenapa kita hanya punya 85 juta, karena sisanya 20 juta masih dalam proses di pabrik, dibikin, dibuat quality assurance, baru nanti dapat bertahap setiap minggu,” jelas Budi.

Eks Direktur Utama Bank Mandiri ini juga meminta Pemerintah Daerah (Pemda) lebih sabar menghadapi animo masyarakat yang sudah mulai banyak ingin mendapatkan vaksin Covid-19.

Diakui Budi, lokasi vaksin Covid-19 memang banyak diberikan pada provinsi di Jawa-Bali. Sebab, provinsi itu untuk saat ini memiliki risiko peningkatan kasus Covid-19 dan kematian lebih besar dari yang lain.

 

“Dari sekarang sampai nanti vaksin datang tanggal 25 Juli, sabar, kita juga masih punya stok vaksin di masing-masing provinsi dan Ibu Kota,” tutur Budi.

Dia menjelaskan, target satu juta dosis yang belum tercapai karena kendala jumlah ketersediaan alias stok vaksin Covid-19 di Indonesia.

Budi mengatakan, per Juni Indonesia sudah menerima 70 juta dosis vaksin jadi yang siap digunakan. Sementara per 25 Juli ini, jumlah dosis baik satu dan dua yang telah terpakai sebanyak 62.858.198 dosis.

“Kalau ditanya kenapa tidak bisa lebih cepat lagi? karena memang jumlah vaksinnya se­gitu,” jelas eks Wakil Menteri BUMN.

Budi mengatakan, dalam beberapa hari ke depan hingga akhir Juli, Indonesia akan menerima 8 juta dosis vaksin Sinovac dan 14 juta vaksin AstraZeneca. Pada Agustus 2021, Indonesia akan kedatangan sekitar 45 juta dosis vaksin yang terdiri dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna dan Pfizer.

Sampai kemarin, Kemenkes mencatat sebanyak 44.728.320 orang telah menerima suntikan dosis vaksin Covid-19. Sementara baru 18.129.878 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin Covid-19 di Indonesia.

Artinya, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 21,47 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 8,7 persen. [DIR]

]]> Program vaksinasi Covid-19 nasional belum mencapai target satu juta dosis per hari. Saat ini, ketersediaan vaksin Covid-19 hanya 22 juta dosis.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, 22 juta dosis vaksin itu merupakan sisa dari total vaksin Covid-19 siap digunakan yang sudah diterima Indonesia kurang lebih 85 juta dosis. Sedangkan 63 juta dosis lagi telah terpakai. Diperkirakan, 22 juta dosis vaksin tak sampai sebulan.

“Kira-kira stok tidak sampai satu bulan. Kalau saya merasa stok itu sebenarnya sudah stretch, karena produksi vaksin kita 1,5 bulan,” kata Budi dalam konferensi pers virtual, kemarin.

Budi menjelaskan, meski Indonesia sudah kedatangan lebih dari 100 juta dosis vaksin, beberapa di antaranya masih merupakan bulk atau mentah yang perlu diolah kembali oleh PT Bio Farma. Sebab itu, jumlah vaksin jadi akan berkurang sedikit dari bulk yang didatangkan sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini Indonesia sudah memiliki 152.907.880 dosis vaksin, baik dalam bentuk jadi maupun bulk, yang didatangkan dari perusahaan farmasi Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm dan Moderna.

“Itu sebabnya kenapa kita hanya punya 85 juta, karena sisanya 20 juta masih dalam proses di pabrik, dibikin, dibuat quality assurance, baru nanti dapat bertahap setiap minggu,” jelas Budi.

Eks Direktur Utama Bank Mandiri ini juga meminta Pemerintah Daerah (Pemda) lebih sabar menghadapi animo masyarakat yang sudah mulai banyak ingin mendapatkan vaksin Covid-19.

Diakui Budi, lokasi vaksin Covid-19 memang banyak diberikan pada provinsi di Jawa-Bali. Sebab, provinsi itu untuk saat ini memiliki risiko peningkatan kasus Covid-19 dan kematian lebih besar dari yang lain.

 

“Dari sekarang sampai nanti vaksin datang tanggal 25 Juli, sabar, kita juga masih punya stok vaksin di masing-masing provinsi dan Ibu Kota,” tutur Budi.

Dia menjelaskan, target satu juta dosis yang belum tercapai karena kendala jumlah ketersediaan alias stok vaksin Covid-19 di Indonesia.

Budi mengatakan, per Juni Indonesia sudah menerima 70 juta dosis vaksin jadi yang siap digunakan. Sementara per 25 Juli ini, jumlah dosis baik satu dan dua yang telah terpakai sebanyak 62.858.198 dosis.

“Kalau ditanya kenapa tidak bisa lebih cepat lagi? karena memang jumlah vaksinnya se­gitu,” jelas eks Wakil Menteri BUMN.

Budi mengatakan, dalam beberapa hari ke depan hingga akhir Juli, Indonesia akan menerima 8 juta dosis vaksin Sinovac dan 14 juta vaksin AstraZeneca. Pada Agustus 2021, Indonesia akan kedatangan sekitar 45 juta dosis vaksin yang terdiri dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna dan Pfizer.

Sampai kemarin, Kemenkes mencatat sebanyak 44.728.320 orang telah menerima suntikan dosis vaksin Covid-19. Sementara baru 18.129.878 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin Covid-19 di Indonesia.

Artinya, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 21,47 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 8,7 persen. [DIR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories