Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor, Dua Terdakwa Kasus Korupsi Bakamla Segera Jalani Sidang .

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas penyidikan dua terdakwa kasus dugaan korupsi proyek Backbone Coastal Surveillance System (BCSS) di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun 2016, ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

Keduanya, adalah Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bakamla Leni Marlena dan anggota ULP Bakamla, Juli Amar Ma’ruf. Leni dan Juli, bakal segera menjalani persidangan.

“Kamis (15/4), Jaksa KPK Tonny Frengky Pangaribuan telah melimpahkan berkas perkara para terdakwa yaitu Leni Marlena dan Juli Amar Ma’ruf ke PN Tipikor Jakarta Pusat,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Kamis (15/4).

Dengan pelimpahan berkas tersebut, penahanan para terdakwa kini beralih menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor. Selanjutnya, tinggal menunggu penetapan penunjukan Majelis Hakim dan penetapan hari sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Tim JPU.

Ali membeberkan, para terdakwa masing-masing didakwa dengan dua dakwaan. Primair, Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan Subsidair, Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam merampungkan penyidikan kasus ini, tim penyidik telah dilakukan pemeriksaan 61 saksi yang diantaranya pihak-pihak internal di Bakamla dan unsur dari pihak swasta lainnya. Salah satu saksi yang diperiksa, yakni mantan Kepala Bakamla, Arie Soedewo.

Kasus yang menjerat Leni dan Juli merupakan pengembangan kasus dugaan suap pengadaan satelit monitoring di Bakamla tahun 2016 yang menjerat sejumlah pihak, yakni Deputi Informasi, Hukum dan Kerja Sama Bakamla, Eko Susilo Hadi; Direktur PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah dan dua anak buahnya Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta. Keempatnya telah divonis bersalah dan berkekuatan hukum tetap.

Sementara Direktur PT CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno yang dijatuhi hukuman 5 tahun pidana penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta saat ini sedang mengajukan banding. Pengembangan kasus ini juga menjerat PT Merial Esa sebagai tersangka korporasi. [OKT]

]]> .
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas penyidikan dua terdakwa kasus dugaan korupsi proyek Backbone Coastal Surveillance System (BCSS) di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun 2016, ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

Keduanya, adalah Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bakamla Leni Marlena dan anggota ULP Bakamla, Juli Amar Ma’ruf. Leni dan Juli, bakal segera menjalani persidangan.

“Kamis (15/4), Jaksa KPK Tonny Frengky Pangaribuan telah melimpahkan berkas perkara para terdakwa yaitu Leni Marlena dan Juli Amar Ma’ruf ke PN Tipikor Jakarta Pusat,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Kamis (15/4).

Dengan pelimpahan berkas tersebut, penahanan para terdakwa kini beralih menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor. Selanjutnya, tinggal menunggu penetapan penunjukan Majelis Hakim dan penetapan hari sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Tim JPU.

Ali membeberkan, para terdakwa masing-masing didakwa dengan dua dakwaan. Primair, Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan Subsidair, Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam merampungkan penyidikan kasus ini, tim penyidik telah dilakukan pemeriksaan 61 saksi yang diantaranya pihak-pihak internal di Bakamla dan unsur dari pihak swasta lainnya. Salah satu saksi yang diperiksa, yakni mantan Kepala Bakamla, Arie Soedewo.

Kasus yang menjerat Leni dan Juli merupakan pengembangan kasus dugaan suap pengadaan satelit monitoring di Bakamla tahun 2016 yang menjerat sejumlah pihak, yakni Deputi Informasi, Hukum dan Kerja Sama Bakamla, Eko Susilo Hadi; Direktur PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah dan dua anak buahnya Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta. Keempatnya telah divonis bersalah dan berkekuatan hukum tetap.

Sementara Direktur PT CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno yang dijatuhi hukuman 5 tahun pidana penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta saat ini sedang mengajukan banding. Pengembangan kasus ini juga menjerat PT Merial Esa sebagai tersangka korporasi. [OKT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories