Dilayani Bima Arya Di Restoran, 3.130 Perawat Kota Bogor Jadi Raja Sehari

Sebanyak 3.130 perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Bogor, jadi raja sehari di Hari Perawat Nasional, Rabu (17/3).

Mereka tak cuma ditraktir makan-makan di restoran dan belanja di supermarket, tetapi juga dilayani dengan baik oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, para penyintas Covid-19 lainnya, dan sejumlah anggota DPRD Kota Bogor. Menggantikan peran pelayan resto.

Kegiatan yang diinisiasi Wali Kota terselenggara atas kolaborasi Pemerintah Kota Bogor, dengan 100 lebih pelaku usaha. Wali Kota Bogor Bima Arya yang juga alumni Covid-19 menginisiasi aksi ini.

Para perawat tampak kaget dan menunjukkan ekspresi canggung, ketika harus memerintah seorang Wali Kota Bogor untuk mengambilkan makan atau minum.

“Jangan sungkan. Minta saja apa yang mau diambilkan. Mau nambah makanan atau mau order apa pun, silakan panggil saya. Kami akan layani dengan baik,” ungkap Bima Arya kepada para perawat, di salah satu restoran yang berpartisipasi dalam program ini.

Bahkan, Bima Arya terlihat masuk ke dapur restoran untuk memastikan makanan yang disajikan untuk perawat benar-benar terbaik.

“Hari ini juga, setahun yang lalu, saya dinyatakan positif. Perawat ini menyelamatkan banyak sekali warga Kota Bogor. Kita akan menunjukkan semangat apresiasi tadi dengan memberikan pelayanan. Saya ambilkan minum. Saya sediakan makanan. Kita pastikan semua, hari ini dimuliakan. Dilayani, seperti mereka melayani kami semua para alumni Covid ini ketika dirawat oleh mereka,” jelas Bima.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pelaku usaha, yang sudah berpartisipasi dalam program di Hari Perawat Nasional tahun ini.

“Ini adalah tanda terima kasih warga Kota Bogor, kolaborasi untuk memberikan apresiasi kepada perawat. Ada lebih dari 100 pelaku usaha, seperti restoran, cafe, retail, hotel, ojek online yang berpartisipasi. Terima kasih atas antusias para pelaku usaha. Semoga menjadi penyemangat bagi para perawat,” kata Bima.

Sementara itu, Novi Nurul Amasati (24) salah seorang perawat di RSUD Kota Bogor mengaku sangat bangga dan berbahagia atas kepedulian warga di peringatan Hari Perawat Nasional.

“Alhamdulillah bahagia diberikan apresiasi dengan cara yang unik. Apalagi tadi pas Pak Wali Kota Bima Arya jadi pelayan resto, sempat nggak enak mau nyuruh ambilkan ini itu. Tapi kami dilayani dengan baik. Senang dilayani oleh mereka,” ujar Novi, yang mengaku pernah merawat Bima Arya di RSUD saat terpapar Covid-19.

Novi berharap, di Hari Peringatan Perawat tahun ini, seluruh perawat di Indonesia diberikan kesehatan agar bisa tetap memberikan pelayanan maksimal kepada pasien yang terkena Covid-19. Serta mendoakan agar pandemi segera berakhir.

Sementara itu, perawat Puskesmas Pasir Mulya, Bogor Barat Lasia Yusimiranty (32) yang sempat berbincang dengan Bima Arya menceritakan kisahnya, saat dirinya hamil anak ketiga dan tetap melakukan tugasnya merawat pasien dan jenazah Covid-19.

Bahkan, Lasia sempat terkonfirmasi Covid-19 di umur kehamilannya yang menginjak delapan bulan.

“Walaupun lagi hamil, kita harus tetap turun karena pasiennya banyak. Sementara teman-teman saya banyak yang tumbang. Termasuk saya, sempat Covid. Tapi alhamdulillah, Februari kemarin saya sudah lahiran dengan lancar dan sehat. Saya senang atas apresiasi yang diberikan Pemkot Bogor dan pelaku usaha di Kota Bogor kepada para perawat,” pungkasnya. [HES]

]]> Sebanyak 3.130 perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Bogor, jadi raja sehari di Hari Perawat Nasional, Rabu (17/3).

Mereka tak cuma ditraktir makan-makan di restoran dan belanja di supermarket, tetapi juga dilayani dengan baik oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, para penyintas Covid-19 lainnya, dan sejumlah anggota DPRD Kota Bogor. Menggantikan peran pelayan resto.

Kegiatan yang diinisiasi Wali Kota terselenggara atas kolaborasi Pemerintah Kota Bogor, dengan 100 lebih pelaku usaha. Wali Kota Bogor Bima Arya yang juga alumni Covid-19 menginisiasi aksi ini.

Para perawat tampak kaget dan menunjukkan ekspresi canggung, ketika harus memerintah seorang Wali Kota Bogor untuk mengambilkan makan atau minum.

“Jangan sungkan. Minta saja apa yang mau diambilkan. Mau nambah makanan atau mau order apa pun, silakan panggil saya. Kami akan layani dengan baik,” ungkap Bima Arya kepada para perawat, di salah satu restoran yang berpartisipasi dalam program ini.

Bahkan, Bima Arya terlihat masuk ke dapur restoran untuk memastikan makanan yang disajikan untuk perawat benar-benar terbaik.

“Hari ini juga, setahun yang lalu, saya dinyatakan positif. Perawat ini menyelamatkan banyak sekali warga Kota Bogor. Kita akan menunjukkan semangat apresiasi tadi dengan memberikan pelayanan. Saya ambilkan minum. Saya sediakan makanan. Kita pastikan semua, hari ini dimuliakan. Dilayani, seperti mereka melayani kami semua para alumni Covid ini ketika dirawat oleh mereka,” jelas Bima.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pelaku usaha, yang sudah berpartisipasi dalam program di Hari Perawat Nasional tahun ini.

“Ini adalah tanda terima kasih warga Kota Bogor, kolaborasi untuk memberikan apresiasi kepada perawat. Ada lebih dari 100 pelaku usaha, seperti restoran, cafe, retail, hotel, ojek online yang berpartisipasi. Terima kasih atas antusias para pelaku usaha. Semoga menjadi penyemangat bagi para perawat,” kata Bima.

Sementara itu, Novi Nurul Amasati (24) salah seorang perawat di RSUD Kota Bogor mengaku sangat bangga dan berbahagia atas kepedulian warga di peringatan Hari Perawat Nasional.

“Alhamdulillah bahagia diberikan apresiasi dengan cara yang unik. Apalagi tadi pas Pak Wali Kota Bima Arya jadi pelayan resto, sempat nggak enak mau nyuruh ambilkan ini itu. Tapi kami dilayani dengan baik. Senang dilayani oleh mereka,” ujar Novi, yang mengaku pernah merawat Bima Arya di RSUD saat terpapar Covid-19.

Novi berharap, di Hari Peringatan Perawat tahun ini, seluruh perawat di Indonesia diberikan kesehatan agar bisa tetap memberikan pelayanan maksimal kepada pasien yang terkena Covid-19. Serta mendoakan agar pandemi segera berakhir.

Sementara itu, perawat Puskesmas Pasir Mulya, Bogor Barat Lasia Yusimiranty (32) yang sempat berbincang dengan Bima Arya menceritakan kisahnya, saat dirinya hamil anak ketiga dan tetap melakukan tugasnya merawat pasien dan jenazah Covid-19.

Bahkan, Lasia sempat terkonfirmasi Covid-19 di umur kehamilannya yang menginjak delapan bulan.

“Walaupun lagi hamil, kita harus tetap turun karena pasiennya banyak. Sementara teman-teman saya banyak yang tumbang. Termasuk saya, sempat Covid. Tapi alhamdulillah, Februari kemarin saya sudah lahiran dengan lancar dan sehat. Saya senang atas apresiasi yang diberikan Pemkot Bogor dan pelaku usaha di Kota Bogor kepada para perawat,” pungkasnya. [HES]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories