Dikawal Polisi, Dua Bandar Narkoba Dipindahkan Ke Nusakambangan

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), kembali memindahkan dua bandar narkoba dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang ke Lapas Kelas I Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

“Dua bandar narkoba tersebut dipindahkan untuk mengikuti pembinaan lanjutan,” kata Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Tonny Nainggolan melalui keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) di Jakarta, Selasa (20/7).

Ia mengatakan, pemindahan bandar narkoba ke Lapas ‘super maximum security’ tersebut merupakan komitmen pemasyarakatan untuk memberantas peredaran gelap narkoba.

Pemindahan duanapi kasus narkotika tersebut berdasarkan surat dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta nomor: W.10.PK.01.01.02-519 tertanggal 19 Juli 2021.

“Dua napi kasus narkoba yang dipindahkan, yaitu AA dan RG,” kata Tonny sebagaimana dikutip Antara.

Sebelum dipindahkan, petugas Lapas dibantu pihak kepolisian terlebih dahulu menggeledah kedua napi tersebut. Tujuannya, untuk memastikan mereka bebas dari barang terlarang.

Pemindahan kedua napi juga dikawal ketat dengan melibatkan empat personel dari Polsek Jatinegara dan empat petugas Lapas Kelas I Cipinang.

“Proses pemindahan kedua napi tersebut berjalan lancar dan aman dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujar dia.

Dengan pemindahan dua napi tersebut, total terdapat 671 napi kategori bandar narkotika yang telah dipindahkan ke Nusakambangan pada periode 2020 hingga Selasa (20/7).

Kurun waktu 2020 hingga Mei 2021, pemasyarakatan telah berhasil menggagalkan 286 kasus penyelundupan narkoba ke dalam Lapas dan rumah tahanan negara yang dilakukan dengan berbagai modus.[MFA]

]]> Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), kembali memindahkan dua bandar narkoba dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang ke Lapas Kelas I Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

“Dua bandar narkoba tersebut dipindahkan untuk mengikuti pembinaan lanjutan,” kata Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Tonny Nainggolan melalui keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) di Jakarta, Selasa (20/7).

Ia mengatakan, pemindahan bandar narkoba ke Lapas ‘super maximum security’ tersebut merupakan komitmen pemasyarakatan untuk memberantas peredaran gelap narkoba.

Pemindahan duanapi kasus narkotika tersebut berdasarkan surat dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta nomor: W.10.PK.01.01.02-519 tertanggal 19 Juli 2021.

“Dua napi kasus narkoba yang dipindahkan, yaitu AA dan RG,” kata Tonny sebagaimana dikutip Antara.

Sebelum dipindahkan, petugas Lapas dibantu pihak kepolisian terlebih dahulu menggeledah kedua napi tersebut. Tujuannya, untuk memastikan mereka bebas dari barang terlarang.

Pemindahan kedua napi juga dikawal ketat dengan melibatkan empat personel dari Polsek Jatinegara dan empat petugas Lapas Kelas I Cipinang.

“Proses pemindahan kedua napi tersebut berjalan lancar dan aman dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujar dia.

Dengan pemindahan dua napi tersebut, total terdapat 671 napi kategori bandar narkotika yang telah dipindahkan ke Nusakambangan pada periode 2020 hingga Selasa (20/7).

Kurun waktu 2020 hingga Mei 2021, pemasyarakatan telah berhasil menggagalkan 286 kasus penyelundupan narkoba ke dalam Lapas dan rumah tahanan negara yang dilakukan dengan berbagai modus.[MFA]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories