Dijemput Pakai Garuda Vaksin Sinovac Tahap Ketujuh Amankan Stok

Sebanyak 16 juta vaksin Covid-19 dari Sinovac dalam bentuk bulk mendarat di ban­dara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, kemarin. Kedatangan vaksin tahap ketujuh ini untuk mengamankan ketersediaan stok.

Vaksin bermerk Sinovac itu diangkut maskapai Garuda Indonesia dari China. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante S Harbuwono “menjemput” kedatangan vaksin-vaksin itu.

Dia menyaksikan peti khusus vaksin yang bertulis envirotainer pelan-pelan diturunkan dari pesawat Garuda.

Ada sembilan peti yang diangkut oleh mobil pengangkut barang di bandara menuju lokasi truk kontainer.

Selanjutnya, tiga truk kontainer itu akan memboyong vaksin-vaksin itu ke Bio Farma di Bandung. Vaksin ini siap untuk diproduksi di sana.

Dante memberikan sambutan. Meski memegang secarik kertas, kalimatnya terdengar terbata-bata. Sempat pula salah ucap. Yakni, saat menyebut Covid-19 jadi Covid-16.

“Hari ini kita berhasil mendatangkan vaksin Covid-16 tahap ke-7 dari keseluruhan sebesar 16 juta vaksin dalam bentuk ball,” ujarnya.

Entah sadar atau tidak atas ke­salahannya, Dante tidak meralat­nya. Dia mengatakan, datangnya 16 juta vaksin tersebut, kini se­cara kumulatif Indonesia sudah punya 53,5 juta ball vaksin.

Nantinya setelah diproduksi Bio Farma, pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melaku­kan evaluasi. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan, mutu dan khasiatnya sebelum diedarkan dan dipergunakan dalam program vaksinasi na­sional.

 

Dante menegaskan, ketersediaan vaksin menjadi sangat vital dalam menjaga program vaksinasi yang dijalankan pemerintah.

Indonesia melakukan pengaturan kecepatan vaksinasi berdasarkan ketersediaan vaksin. “Dengan adanya suplai tambahan vaksin yang baru, tentu kecepatan vaksin per hari akan terus kami tingkatkan,” ucap Dante.

Pemerintah juga sudah mem­buat banyak titik lokasi vaksi­nasi di seluruh Indonesia.

Presiden Jokowi baru-baru ini telah melakukan peninjauan vaksinasi ke Kao, Halmahera, Provinsi Maluku Utara.

“Itu salah satu daerah pelosok yang ditargetkan setiap hari 100 orang yang divaksin,” terangnya.

Dia mengungkapkan, sampai saat ini proses penyuntikkan vaksin sudah mencapai enam juta orang. Tiga juta di antaranya telah diberikan dosis kedua. Jadi secara total, pemerintah sudah melakukan penyuntikkan sembilan juta vaksin Covid-19.

Menurut Dante, kasus aktif Covid-19 menurun berkat penyuntikkan vaksin. Keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Ratio (BOR) juga terus berkurang.

“Ini membuktikan vaksin memberikan manfaat besar dan mengurangi risiko terjadinya keparahan akibat Covid-19,” tutur Dante. [JAR]

]]> Sebanyak 16 juta vaksin Covid-19 dari Sinovac dalam bentuk bulk mendarat di ban­dara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, kemarin. Kedatangan vaksin tahap ketujuh ini untuk mengamankan ketersediaan stok.

Vaksin bermerk Sinovac itu diangkut maskapai Garuda Indonesia dari China. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante S Harbuwono “menjemput” kedatangan vaksin-vaksin itu.

Dia menyaksikan peti khusus vaksin yang bertulis envirotainer pelan-pelan diturunkan dari pesawat Garuda.

Ada sembilan peti yang diangkut oleh mobil pengangkut barang di bandara menuju lokasi truk kontainer.

Selanjutnya, tiga truk kontainer itu akan memboyong vaksin-vaksin itu ke Bio Farma di Bandung. Vaksin ini siap untuk diproduksi di sana.

Dante memberikan sambutan. Meski memegang secarik kertas, kalimatnya terdengar terbata-bata. Sempat pula salah ucap. Yakni, saat menyebut Covid-19 jadi Covid-16.

“Hari ini kita berhasil mendatangkan vaksin Covid-16 tahap ke-7 dari keseluruhan sebesar 16 juta vaksin dalam bentuk ball,” ujarnya.

Entah sadar atau tidak atas ke­salahannya, Dante tidak meralat­nya. Dia mengatakan, datangnya 16 juta vaksin tersebut, kini se­cara kumulatif Indonesia sudah punya 53,5 juta ball vaksin.

Nantinya setelah diproduksi Bio Farma, pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melaku­kan evaluasi. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan, mutu dan khasiatnya sebelum diedarkan dan dipergunakan dalam program vaksinasi na­sional.

 

Dante menegaskan, ketersediaan vaksin menjadi sangat vital dalam menjaga program vaksinasi yang dijalankan pemerintah.

Indonesia melakukan pengaturan kecepatan vaksinasi berdasarkan ketersediaan vaksin. “Dengan adanya suplai tambahan vaksin yang baru, tentu kecepatan vaksin per hari akan terus kami tingkatkan,” ucap Dante.

Pemerintah juga sudah mem­buat banyak titik lokasi vaksi­nasi di seluruh Indonesia.

Presiden Jokowi baru-baru ini telah melakukan peninjauan vaksinasi ke Kao, Halmahera, Provinsi Maluku Utara.

“Itu salah satu daerah pelosok yang ditargetkan setiap hari 100 orang yang divaksin,” terangnya.

Dia mengungkapkan, sampai saat ini proses penyuntikkan vaksin sudah mencapai enam juta orang. Tiga juta di antaranya telah diberikan dosis kedua. Jadi secara total, pemerintah sudah melakukan penyuntikkan sembilan juta vaksin Covid-19.

Menurut Dante, kasus aktif Covid-19 menurun berkat penyuntikkan vaksin. Keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Ratio (BOR) juga terus berkurang.

“Ini membuktikan vaksin memberikan manfaat besar dan mengurangi risiko terjadinya keparahan akibat Covid-19,” tutur Dante. [JAR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories