Diisukan Kena Reshuffle Moeldoko, Nongol Lagi… Nongol Lagi… Nongol Lagi…

Di tengah namanya disebut-sebut bakal kena reshuffle, Jenderal (Purn) Moeldoko terus nongol ke publik. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) ini berkali-kali mengklaim, kemunculannya tersebut atas “arahan” Presiden Jokowi. Apakah ini siasat Moeldoko mengamankan posisinya?

Sepekan terakhir ini, Moeldoko sudah tiga kali nongol. Pertama, Senin (12/4), dia datang ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dia mengaku didapuk sebagai Pengarah Tim Transisi Pengelolaan TMII, yang kini diambil alih pemerintah dari tangan Keluarga Cendana. Di sana, dia berkeliling melihat anjungan-anjungan yang dibangun atas inisiasi Ibu Tien tersebut.

Keesokan harinya, Selasa (13/4), Moeldoko muncul lagi. Saat itu, menggebu-gebu ngomongin soal penanganan korupsi. Dia menyebut, itu arahan dari Jokowi. Dia mengklaim, saat ini, sistem pencegahan korupsi sudah semakin diperkuat dari hulu ke hilir. “Jadi, bagi siapa pun yang masih nekat (korupsi) pasti akan disikat tanpa pandang bulu,” ucapnya.

Yang terbaru, kemarin, dia nongol lagi. Kali ini, dia bicara masalah perlindungan warga negara. Ia sempat menjelaskan konsep perlindungan inklusif dan paripurna ketika menerima audiensi lima lembaga negara yang tergabung dalam Kerja Sama untuk Pencegahan Penyiksaan (KuPP). 

“Kami dukung penuh independensi KuPP dalam melaksanakan mandatnya untuk memberikan pendampingan pada pemerintah dan masyarakat,” ujar Moeldoko, di Gedung Bina Graha Jakarta, kemarin.

Tidak hanya di depan publik, akhir-akhir ini Moeldoko juga rajin nongol di akun Instagramnya, @dr_moeldoko. Tadi malam, dia mengunggah fotonya sedang diwawancara di Instagram. Moeldoko tampil dengan kemeja putih lengan pendek. Dia tersenyum tipis sambil menatap wajah lawan bicaranya. Dalam keterangan fotonya, Moeldoko mengaku tengah diwawancarai salah satu televisi swasta tentang TMII.

Dengan sering nongolnya ini, Moeldoko seakan-akan sedang meyakinkan publik bahwa dirinya masih eksis dan dipercaya Jokowi.

Namun, isu dia bakal di-reshuffle terus berhembus kencang. Apalagi setelah elite PKB Luqman Hakim, Kamis lalu (15/4) menyebut, sosok yang bakal kena reshuffle berinisial M. Sebenarnya, di kabinet ada empat orang yang berinisial M. Selain Moeldoko, ada Mahfud MD, Muhadjir Effendy, dan Muhammad Lutfi. Namun, banyak pihak yang menduga M yang dimaksud Luqman adalah Moeldoko.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai, dari empat menteri yang berinisial M ini, yang paling berpeluang dicopot setidaknya memenuhi 2 kriteria. “Yaitu yang kinerjanya paling buruk dan risiko politiknya minim. Karena reshuffle tidak melulu urusan kinerja, tapi menyangkut aspek stabilitas politik,” kata Adi, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Sementara, peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menggunakan rujukan pengalaman reshuffle sebelumnya. Biasanya, anggota kabinet dicopot itu adalah yang suka bikin gaduh.

 

“Pak Jokowi mengatakan pentingnya kabinet yang tidak gaduh. Ini mengindikasikan bahwa siapa pun yang menjadi pembantu presiden yang membuat gaduh, pastinya tidak cocok dengan kehendak presiden,” kata Wiwik, sapaan akrab Siti Zuhro, dalam obrolan dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Namun, Wiwik enggan menyebut nama. Ia hanya memberi clue tingkat kegaduhan yang tak bisa ditolerir presiden, yang berakibat pembantunya dicopot. “Pembantu Presiden yang bikin gaduh politik dan juga gaduh bidang ekonomi yang berdampak terhadap legitimasi pemerintah, akan diganti,” yakinnya.

Bagaimana sikap Istana? Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian memastikan, yang tahu siapa yang akan di-reshuffle hanya Jokowi. Soal isu di luar, yang berseliweran bukan hanya inisial. Tapi, sudah banyak juga yang langsung menyebut nama.

“Inisial bisa berarti banyak hal. Tidak bisa dipastikan. Sekali lagi, Presiden memutuskan dan kami selaku anak buah mematuhi dan mengawal keputusan tersebut,” kata Donny, dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Saat ditanya lebih dalam soal reshuffle, Donny malah membelokkan ke urusan vaksinasi Covid-19. “Tidak ada yang pasti dalam politik. Yang pasti adalah kita sudah memvaksinasi lebih dari 16 juta orang,” pungkasnya. [SAR]

]]> Di tengah namanya disebut-sebut bakal kena reshuffle, Jenderal (Purn) Moeldoko terus nongol ke publik. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) ini berkali-kali mengklaim, kemunculannya tersebut atas “arahan” Presiden Jokowi. Apakah ini siasat Moeldoko mengamankan posisinya?

Sepekan terakhir ini, Moeldoko sudah tiga kali nongol. Pertama, Senin (12/4), dia datang ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dia mengaku didapuk sebagai Pengarah Tim Transisi Pengelolaan TMII, yang kini diambil alih pemerintah dari tangan Keluarga Cendana. Di sana, dia berkeliling melihat anjungan-anjungan yang dibangun atas inisiasi Ibu Tien tersebut.

Keesokan harinya, Selasa (13/4), Moeldoko muncul lagi. Saat itu, menggebu-gebu ngomongin soal penanganan korupsi. Dia menyebut, itu arahan dari Jokowi. Dia mengklaim, saat ini, sistem pencegahan korupsi sudah semakin diperkuat dari hulu ke hilir. “Jadi, bagi siapa pun yang masih nekat (korupsi) pasti akan disikat tanpa pandang bulu,” ucapnya.

Yang terbaru, kemarin, dia nongol lagi. Kali ini, dia bicara masalah perlindungan warga negara. Ia sempat menjelaskan konsep perlindungan inklusif dan paripurna ketika menerima audiensi lima lembaga negara yang tergabung dalam Kerja Sama untuk Pencegahan Penyiksaan (KuPP). 

“Kami dukung penuh independensi KuPP dalam melaksanakan mandatnya untuk memberikan pendampingan pada pemerintah dan masyarakat,” ujar Moeldoko, di Gedung Bina Graha Jakarta, kemarin.

Tidak hanya di depan publik, akhir-akhir ini Moeldoko juga rajin nongol di akun Instagramnya, @dr_moeldoko. Tadi malam, dia mengunggah fotonya sedang diwawancara di Instagram. Moeldoko tampil dengan kemeja putih lengan pendek. Dia tersenyum tipis sambil menatap wajah lawan bicaranya. Dalam keterangan fotonya, Moeldoko mengaku tengah diwawancarai salah satu televisi swasta tentang TMII.

Dengan sering nongolnya ini, Moeldoko seakan-akan sedang meyakinkan publik bahwa dirinya masih eksis dan dipercaya Jokowi.

Namun, isu dia bakal di-reshuffle terus berhembus kencang. Apalagi setelah elite PKB Luqman Hakim, Kamis lalu (15/4) menyebut, sosok yang bakal kena reshuffle berinisial M. Sebenarnya, di kabinet ada empat orang yang berinisial M. Selain Moeldoko, ada Mahfud MD, Muhadjir Effendy, dan Muhammad Lutfi. Namun, banyak pihak yang menduga M yang dimaksud Luqman adalah Moeldoko.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai, dari empat menteri yang berinisial M ini, yang paling berpeluang dicopot setidaknya memenuhi 2 kriteria. “Yaitu yang kinerjanya paling buruk dan risiko politiknya minim. Karena reshuffle tidak melulu urusan kinerja, tapi menyangkut aspek stabilitas politik,” kata Adi, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Sementara, peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menggunakan rujukan pengalaman reshuffle sebelumnya. Biasanya, anggota kabinet dicopot itu adalah yang suka bikin gaduh.

 

“Pak Jokowi mengatakan pentingnya kabinet yang tidak gaduh. Ini mengindikasikan bahwa siapa pun yang menjadi pembantu presiden yang membuat gaduh, pastinya tidak cocok dengan kehendak presiden,” kata Wiwik, sapaan akrab Siti Zuhro, dalam obrolan dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Namun, Wiwik enggan menyebut nama. Ia hanya memberi clue tingkat kegaduhan yang tak bisa ditolerir presiden, yang berakibat pembantunya dicopot. “Pembantu Presiden yang bikin gaduh politik dan juga gaduh bidang ekonomi yang berdampak terhadap legitimasi pemerintah, akan diganti,” yakinnya.

Bagaimana sikap Istana? Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian memastikan, yang tahu siapa yang akan di-reshuffle hanya Jokowi. Soal isu di luar, yang berseliweran bukan hanya inisial. Tapi, sudah banyak juga yang langsung menyebut nama.

“Inisial bisa berarti banyak hal. Tidak bisa dipastikan. Sekali lagi, Presiden memutuskan dan kami selaku anak buah mematuhi dan mengawal keputusan tersebut,” kata Donny, dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Saat ditanya lebih dalam soal reshuffle, Donny malah membelokkan ke urusan vaksinasi Covid-19. “Tidak ada yang pasti dalam politik. Yang pasti adalah kita sudah memvaksinasi lebih dari 16 juta orang,” pungkasnya. [SAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories