Dihajar Balik Dolar AS, Rupiah Tak Berkutik

Setelah menguat kemarin, pagi ini nilai tukar rupiah dibuka melemah. Rupiah melemah 0,02 persen di level Rp 14.488 per dolar AS, dibandingkan dengan perdagangan kemarin di level Rp 14.485.

Mayoritas pergerakan mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang anjlok 0,22 persen, baht Thailand turun 0,21 persen, dolar Singapura dan yuan China yang sama-sama terdepresiasi 0,08 persen. Dolar Hong Kong minus 0,01 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,007 persen.

Indeks dolar AS naik 0,14 persen ke level 90,934. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,24 persen ke level Rp 17.457, terhadap poundsterling Inggris juga naik 0,23 persen ke level Rp 20.007, dan terhadap dolar Australia juga melonjak 0,33 persen ke level Rp 11.256.

Analis Pasar Keuangan, Ariston Tjendra menilai, nilai tukar rupiah berbalik tertekan terhadap dolar AS, lantaran mengikuti perkembangan mata uang regional lainnya.

“Pasar kelihatannya mewaspadai hasil rapat kebijakan moneter bank sentral AS alias The Fed, yang akan dimulai malam nanti dan hasilnya akan dirilis Kamis dini hari,” ujarnya, Selasa (27/4)

Menurut Ariston, pasar menanti pandangan The Fed terkait gambaran inflasi AS ke depan. Sebab, indikator ini memberi proyeksi terhadap pemulihan ekonomi negeri Paman Sam.

Di sisi lain, musim pembagian dividen dari para perusahaan terbuka di Indonesia juga turut melemahkan rupiah. Pasalnya, hal ini membuat kebutuhan dolar AS meningkat untuk pembayaran dividen.

“Proyeksinya, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.460 sampai Rp 14.530 per dolar AS,” pungkasnya. [DWI]

]]> Setelah menguat kemarin, pagi ini nilai tukar rupiah dibuka melemah. Rupiah melemah 0,02 persen di level Rp 14.488 per dolar AS, dibandingkan dengan perdagangan kemarin di level Rp 14.485.

Mayoritas pergerakan mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang anjlok 0,22 persen, baht Thailand turun 0,21 persen, dolar Singapura dan yuan China yang sama-sama terdepresiasi 0,08 persen. Dolar Hong Kong minus 0,01 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,007 persen.

Indeks dolar AS naik 0,14 persen ke level 90,934. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,24 persen ke level Rp 17.457, terhadap poundsterling Inggris juga naik 0,23 persen ke level Rp 20.007, dan terhadap dolar Australia juga melonjak 0,33 persen ke level Rp 11.256.

Analis Pasar Keuangan, Ariston Tjendra menilai, nilai tukar rupiah berbalik tertekan terhadap dolar AS, lantaran mengikuti perkembangan mata uang regional lainnya.

“Pasar kelihatannya mewaspadai hasil rapat kebijakan moneter bank sentral AS alias The Fed, yang akan dimulai malam nanti dan hasilnya akan dirilis Kamis dini hari,” ujarnya, Selasa (27/4)

Menurut Ariston, pasar menanti pandangan The Fed terkait gambaran inflasi AS ke depan. Sebab, indikator ini memberi proyeksi terhadap pemulihan ekonomi negeri Paman Sam.

Di sisi lain, musim pembagian dividen dari para perusahaan terbuka di Indonesia juga turut melemahkan rupiah. Pasalnya, hal ini membuat kebutuhan dolar AS meningkat untuk pembayaran dividen.

“Proyeksinya, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.460 sampai Rp 14.530 per dolar AS,” pungkasnya. [DWI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories