Dieksekusi KPK, Eks Menpora Imam Nahrawi Resmi Jadi Penghuni Lapas Sukamiskin

Jaksa eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rusdi Amin dan Josep Wisnu Sigit, menjebloskan eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Eksekusi terhadap terpidana kasus suap pengurusan proposal dana hibah Kemenpora ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) itu dilakukan setelah majelis hakim Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasinya.

“Terpidana Imam Nahrawi akan menjalani pidana penjara selama 7 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Rabu (7/4).

Imam juga diwajibkan membayar denda sejumlah Rp 400 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Selain itu, politisi PKB itu juga dijatuhi pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp 19.154.203.882 (Rp 19 miliar).

Apabila uang pengganti tersebut tidak dibayar paling lama 1 bulan setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Dan jika terpidana tidak mempunyai harta yang cukup untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama 3 tahun,” imbuh Ali.

Selain itu, dalam putusan Majelis Hakim di tingkat MA tersebut, Imam juga dijatuhi hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun, terhitung sejak terpidana selesai menjalani pidana pokok. [OKT]

]]> Jaksa eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rusdi Amin dan Josep Wisnu Sigit, menjebloskan eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Eksekusi terhadap terpidana kasus suap pengurusan proposal dana hibah Kemenpora ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) itu dilakukan setelah majelis hakim Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasinya.

“Terpidana Imam Nahrawi akan menjalani pidana penjara selama 7 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Rabu (7/4).

Imam juga diwajibkan membayar denda sejumlah Rp 400 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Selain itu, politisi PKB itu juga dijatuhi pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp 19.154.203.882 (Rp 19 miliar).

Apabila uang pengganti tersebut tidak dibayar paling lama 1 bulan setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Dan jika terpidana tidak mempunyai harta yang cukup untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama 3 tahun,” imbuh Ali.

Selain itu, dalam putusan Majelis Hakim di tingkat MA tersebut, Imam juga dijatuhi hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun, terhitung sejak terpidana selesai menjalani pidana pokok. [OKT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories