Didampingi Bupati Blitar, Khofifah Tinjau Rumah Rusak Akibat Gempa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau rumah warga di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang rusak setelah terjadi gempa magnitudo 5,9 pada Jumat (21/5) lalu.

Gubernur Khofifah meninjau rumah warga yang rusak, didampingi Bupati Blitar, Fokopimda Kabupaten Blitar, Kepala Bakorwil Malang, dan Pelaksana Tugas Kalaksa BPBD Provinsi Jatim, Sabtu (22/5).

Lokasi pertama yang ditinjau Gubernur Khofifah adalah Dusun Buneng, Desa Boro, Kecamatan Selorejo di rumah milik Tukinem. Kondisi kerusakan rumah tersebut cukup parah.

Setelah itu, Khofifah berkunjung ke rumah Muhammad Jazuli, pedagang tempe, di Desa Jabung, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Khofifah mengharapkan perbaikan rumah dan fasilitas umum yang terdampak gempa dapat dilakukan sesegera mungkin.

Untuk perbaikan rumah rusak berat, rusak sedang akan dikoordinasikan lebih lanjut untuk dapat dibantu BNPB atau BPBD kabupaten dan Provinsi Jatim.

“Perbaikan dengan penyegeraan sesuai tingkat urgensi, terutama untuk warga yang kondisi rumahnya mengkhawatirkan. Jika ada gempa susulan atau ada angin khawatir genteng jatuh. Mereka juga perlu evakuasi sampai rumahnya dibangun,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Bupati Blitar Rini Syarifah mengatakan Pemkab Blitar masih melakukan pendataan dan menginventarisasi kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Data sementara, ada 113 bangunan di Kabupaten Blitar, yakni rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Mayoritas kerusakan tingkat ringan. Namun, untuk fasilitas umum, terjadi kerusakan cukup parah di Puskesmas Wates. “Inventarisasi dua hari ke depan insya Allah akan selesai. Kami percepat,” ujar Rini.

Khofifah memberikan bantuan paket bahan pokok kepada warga terdampak gempa bumi. Adapun proses pemberian dilakukan di jalan raya, yang lokasinya lebih luas dengan jaga jarak, mematuhi protokol kesehatan.[SRI]

]]> Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau rumah warga di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang rusak setelah terjadi gempa magnitudo 5,9 pada Jumat (21/5) lalu.

Gubernur Khofifah meninjau rumah warga yang rusak, didampingi Bupati Blitar, Fokopimda Kabupaten Blitar, Kepala Bakorwil Malang, dan Pelaksana Tugas Kalaksa BPBD Provinsi Jatim, Sabtu (22/5).

Lokasi pertama yang ditinjau Gubernur Khofifah adalah Dusun Buneng, Desa Boro, Kecamatan Selorejo di rumah milik Tukinem. Kondisi kerusakan rumah tersebut cukup parah.

Setelah itu, Khofifah berkunjung ke rumah Muhammad Jazuli, pedagang tempe, di Desa Jabung, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Khofifah mengharapkan perbaikan rumah dan fasilitas umum yang terdampak gempa dapat dilakukan sesegera mungkin.

Untuk perbaikan rumah rusak berat, rusak sedang akan dikoordinasikan lebih lanjut untuk dapat dibantu BNPB atau BPBD kabupaten dan Provinsi Jatim.

“Perbaikan dengan penyegeraan sesuai tingkat urgensi, terutama untuk warga yang kondisi rumahnya mengkhawatirkan. Jika ada gempa susulan atau ada angin khawatir genteng jatuh. Mereka juga perlu evakuasi sampai rumahnya dibangun,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Bupati Blitar Rini Syarifah mengatakan Pemkab Blitar masih melakukan pendataan dan menginventarisasi kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Data sementara, ada 113 bangunan di Kabupaten Blitar, yakni rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Mayoritas kerusakan tingkat ringan. Namun, untuk fasilitas umum, terjadi kerusakan cukup parah di Puskesmas Wates. “Inventarisasi dua hari ke depan insya Allah akan selesai. Kami percepat,” ujar Rini.

Khofifah memberikan bantuan paket bahan pokok kepada warga terdampak gempa bumi. Adapun proses pemberian dilakukan di jalan raya, yang lokasinya lebih luas dengan jaga jarak, mematuhi protokol kesehatan.[SRI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories