Didampingi Bos Pertamina, Menteri ESDM Tinjau Kilang Balongan Yang Terbakar

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif melakukan peninjauan ke Kilang RU VI Balongan yang pekan lalu terbakar. Arifin meminta Pertamina untuk tetap mempertahankan kestabilan pasokan BBM dengan mengoptimalkan kapasitas produksi kilang-kilang lain, seperti dari produksi Kilang Cilacap.

Arifin didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati meninjau kilang yang ada di Indramayu, Jawa Barat itu, Sabtu (3/4).

“Kami baru saja meninjau lokasi tangki yang eksplosif pada hari Senin, tanggal 29 Maret dinihari. Alhamdulillah api sudah bisa dipadamkan, sekarang sedang dalam tahap proses penyelesaian. Masih dilakukan tindakan pemadaman yang ofensif. Selain itu juga dilakukan pendinginan terhadap minyak-minyak yang masih ada di dasar sehingga bisa diturunkan temperaturnya,” ujar Arifin dalam keterangannya, Sabtu (3/4).

Investigasi penyebab terjadinya insiden masih terus dilakukan pihak internal dan eksternal dari Pertamina. Dan untuk menutupi kemungkinan terjadinya kekurangan pasokan bahan bakar untuk masyarakat akibat insiden ini,  Arifin meminta Pertamina untuk mengoptimalkan kapasitas produksi kilang-kilang lain yang dimiliki Pertamina.

Arifin juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan sehingga insiden ini dapat ditangani dengan cepat dan tidak mengakibatkan kerusakan yang lebih parah lagi. Hingga saat ini Pertamina masih tetap melakukan pendinginan dan pengawasan di area tanki T-301 sambil memastikan tidak ada potensi api akan muncul lagi.

Mengenai ketersediaan stok BBM untuk kebutuhan masyarakat, PT Pertamina menegaskan tidak akan terjadi kelangkaan. Sebagaimana diutarakan Menteri ESDM, pasokan akan disediakan dengan mengoptimalkan produksi kilang-kilang Pertamina lainnya.

“Masyarakat tidak perlu panik, pasokan BBM dalam keadaan aman. Yang terbakar hanya storage, bukan kilang. Sehingga kilang sudah dapat mulai di start up dan selanjutnya dapat beroperasi secara normal. Balongan ini memasok ke Plumpang Jakarta dan Cikampek. Dan sampai sekarang pasokan dan distribusi aman,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Fauziah Usman

Diinformasikan sebelumnya, telah terjadi insiden di Kilang Pertamina Balongan yang menyebabkan terjadinya kebakaran pada tangki T-301G pada Senin (29/3) mulai sekitar pukul 00.45 dini hari. Kebakaran merembet ke 3 unit tangki lainnya sehingga total 4 unit tangki terbakar (T-301E, T-301F, T-301G, dan T-301H).

Kilang Balongan merupakan salah satu kilang yang dimiliki PT Pertamina. Kilang dengan kapasitas pengolahan 125.000 bopd ini merupakan kilang dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia (11,9 Nelson Index). Kilang ini mulai beroperasi sejak tahun 1994 ini mengolah 14 jenis crude domestik (87 persen input total) dan 3 jenis crude impor (13 persen input total).

Produk yang dihasilkan kilang ini antara lain avtur, BBM (gasoline, diesel), LPG, petrokimia (propylene) dan produk samping lainnya. Sebagian besar (82 persen) produk kilang Balongan disalurkan ke wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, antara lain melalui Depot Plumpang dan Depot Cikampek. [DIT]

]]> Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif melakukan peninjauan ke Kilang RU VI Balongan yang pekan lalu terbakar. Arifin meminta Pertamina untuk tetap mempertahankan kestabilan pasokan BBM dengan mengoptimalkan kapasitas produksi kilang-kilang lain, seperti dari produksi Kilang Cilacap.

Arifin didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati meninjau kilang yang ada di Indramayu, Jawa Barat itu, Sabtu (3/4).

“Kami baru saja meninjau lokasi tangki yang eksplosif pada hari Senin, tanggal 29 Maret dinihari. Alhamdulillah api sudah bisa dipadamkan, sekarang sedang dalam tahap proses penyelesaian. Masih dilakukan tindakan pemadaman yang ofensif. Selain itu juga dilakukan pendinginan terhadap minyak-minyak yang masih ada di dasar sehingga bisa diturunkan temperaturnya,” ujar Arifin dalam keterangannya, Sabtu (3/4).

Investigasi penyebab terjadinya insiden masih terus dilakukan pihak internal dan eksternal dari Pertamina. Dan untuk menutupi kemungkinan terjadinya kekurangan pasokan bahan bakar untuk masyarakat akibat insiden ini,  Arifin meminta Pertamina untuk mengoptimalkan kapasitas produksi kilang-kilang lain yang dimiliki Pertamina.

Arifin juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan sehingga insiden ini dapat ditangani dengan cepat dan tidak mengakibatkan kerusakan yang lebih parah lagi. Hingga saat ini Pertamina masih tetap melakukan pendinginan dan pengawasan di area tanki T-301 sambil memastikan tidak ada potensi api akan muncul lagi.

Mengenai ketersediaan stok BBM untuk kebutuhan masyarakat, PT Pertamina menegaskan tidak akan terjadi kelangkaan. Sebagaimana diutarakan Menteri ESDM, pasokan akan disediakan dengan mengoptimalkan produksi kilang-kilang Pertamina lainnya.

“Masyarakat tidak perlu panik, pasokan BBM dalam keadaan aman. Yang terbakar hanya storage, bukan kilang. Sehingga kilang sudah dapat mulai di start up dan selanjutnya dapat beroperasi secara normal. Balongan ini memasok ke Plumpang Jakarta dan Cikampek. Dan sampai sekarang pasokan dan distribusi aman,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Fauziah Usman

Diinformasikan sebelumnya, telah terjadi insiden di Kilang Pertamina Balongan yang menyebabkan terjadinya kebakaran pada tangki T-301G pada Senin (29/3) mulai sekitar pukul 00.45 dini hari. Kebakaran merembet ke 3 unit tangki lainnya sehingga total 4 unit tangki terbakar (T-301E, T-301F, T-301G, dan T-301H).

Kilang Balongan merupakan salah satu kilang yang dimiliki PT Pertamina. Kilang dengan kapasitas pengolahan 125.000 bopd ini merupakan kilang dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia (11,9 Nelson Index). Kilang ini mulai beroperasi sejak tahun 1994 ini mengolah 14 jenis crude domestik (87 persen input total) dan 3 jenis crude impor (13 persen input total).

Produk yang dihasilkan kilang ini antara lain avtur, BBM (gasoline, diesel), LPG, petrokimia (propylene) dan produk samping lainnya. Sebagian besar (82 persen) produk kilang Balongan disalurkan ke wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, antara lain melalui Depot Plumpang dan Depot Cikampek. [DIT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories