Dicegah, Paspor Dicabut, Nggak Mungkin Naik Pesawat Bupati Mamberamo Tengah Diduga Kabur Ke Papua Nugini Lewat Jalur Tikus

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menduga, Bupati Mamberamo Ricky Ham Pagawak kabur ke Papua Nugini lewat ‘jalur tikus’.

Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian I Nyoman Gede Surya Mataram mengatakan, tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini tidak mungkin ke Papua Nugini lewat jalur udara alias penerbangan.

Sebab, dia sudah masuk daftar cegah untuk bepergian ke luar negeri. KPK yang mengajukannya. Pencegahan berlaku hingga 3 Desember 2022.

“Paspor RHP (Ricky Ham Pagawak) juga resmi dicabut sehingga tidak lagi berfungsi sebagai dokumen negara,” ujar Nyoman melalui keterangan tertulis, Senin (18/7).

KPK sudah memasukkan Ricky dalam daftar pencarian orang (DPO). Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan, untuk mencari keberadaan Ricky, tim penyidik juga telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada berbagai pihak.

“Di antaranya orang-orang terdekat tersangka yang diduga turut membantu proses pelarian tersangka. Saat ini tim masih menganalisa berbagai keterangan pihak dimaksud,” ujar Ali lewat pesan singkat, Senin (18/7).

KPK meminta mengingatkan berbagai pihak untuk tidak membantu tersangka bersembunyi atau menghindar atas proses penegakkan hukum secara sengaja. “Karena dapat dikenai pidana merintangi proses penyidikan perkara,” ingat Ali.

Dengan status DPO ini, KPK mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Ricky untuk segera melapor, baik kepada komisi antirasuah atau aparat lainnya, agar bisa segera dilakukan penangkapan.

“Karena tentu telah menjadi komitmen KPK, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen masyarakat, bahwa korupsi adalah musuh pembangunan nasional dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera,” tuturnya.

Dalam pencarian ini, KPK juga mengapresiasi pihak Kepolisian khususnya Polda Papua yang turut membantu dalam pencarian DPO yang dimaksud.

 

Sebelumnya, KPK melakukan upaya jemput paksa terhadap Ricky. Namun dia kabur. Upaya jemput paksa ini dilakukan lantaran tersangka kasus dugaan suap serta gratifikasi itu sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik komisi antirasuah. Terakhir, dia dipanggil Kamis (14/7) lalu.

“Yang bersangkutan tidak hadir memenuhi panggilan tersebut tanpa dasar argumentasi hukum yang sah dan tim penyidik menilai hal ini bentuk tindakan tidak kooperatif,” ujar Ali lewat pesan singkat, Sabtu (16/7).

“KPK selanjutnya berupaya melakukan jemput paksa kepada tersangka dimaksud di wilayah Papua, namun tidak menemukan keberadaan yang bersangkutan,” imbuh Jubir berlatarbelakang jaksa itu.

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani mengungkapkan, dari laporan yang diterima, Ricky diduga melarikan diri ke Papua Nugini, usai diamankan dari Kobagma, Mamberamo Tengah, Papua.

Dia diduga melewati jalur ilegal untuk sampai ke negara tetangga tang berbatasan langsung dengan Bumi Cenderawasih tersebut.

“Ricky Ham Pagawak diantar pada Kamis pagi melalui Pasar Skow, hendak melintas ke Papua Nugini,” kata Faizal, Jumat (15/7) malam.

Ricky disebut pergi ke perbatasan RI-PNG dengan membawa dua tas ransel. “Belum diketahui apa isi tas ransel tersebut,” imbuhnya.

Faisal menyatakan, saat ini masih menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam pelarian Ricky tersebut. Jaringan Polda Papua sudah disebar. Dia memastikan, Polda Papua bakal membantu KPK dalam pencarian Ricky.

“Kami, Polda Papua, membantu mendampingi penyidik KPK melakukan pencarian Ricky Ham Pagawak,” terangnya. ■

]]> Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menduga, Bupati Mamberamo Ricky Ham Pagawak kabur ke Papua Nugini lewat ‘jalur tikus’.

Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian I Nyoman Gede Surya Mataram mengatakan, tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini tidak mungkin ke Papua Nugini lewat jalur udara alias penerbangan.

Sebab, dia sudah masuk daftar cegah untuk bepergian ke luar negeri. KPK yang mengajukannya. Pencegahan berlaku hingga 3 Desember 2022.

“Paspor RHP (Ricky Ham Pagawak) juga resmi dicabut sehingga tidak lagi berfungsi sebagai dokumen negara,” ujar Nyoman melalui keterangan tertulis, Senin (18/7).

KPK sudah memasukkan Ricky dalam daftar pencarian orang (DPO). Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan, untuk mencari keberadaan Ricky, tim penyidik juga telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada berbagai pihak.

“Di antaranya orang-orang terdekat tersangka yang diduga turut membantu proses pelarian tersangka. Saat ini tim masih menganalisa berbagai keterangan pihak dimaksud,” ujar Ali lewat pesan singkat, Senin (18/7).

KPK meminta mengingatkan berbagai pihak untuk tidak membantu tersangka bersembunyi atau menghindar atas proses penegakkan hukum secara sengaja. “Karena dapat dikenai pidana merintangi proses penyidikan perkara,” ingat Ali.

Dengan status DPO ini, KPK mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Ricky untuk segera melapor, baik kepada komisi antirasuah atau aparat lainnya, agar bisa segera dilakukan penangkapan.

“Karena tentu telah menjadi komitmen KPK, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen masyarakat, bahwa korupsi adalah musuh pembangunan nasional dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera,” tuturnya.

Dalam pencarian ini, KPK juga mengapresiasi pihak Kepolisian khususnya Polda Papua yang turut membantu dalam pencarian DPO yang dimaksud.

 

Sebelumnya, KPK melakukan upaya jemput paksa terhadap Ricky. Namun dia kabur. Upaya jemput paksa ini dilakukan lantaran tersangka kasus dugaan suap serta gratifikasi itu sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik komisi antirasuah. Terakhir, dia dipanggil Kamis (14/7) lalu.

“Yang bersangkutan tidak hadir memenuhi panggilan tersebut tanpa dasar argumentasi hukum yang sah dan tim penyidik menilai hal ini bentuk tindakan tidak kooperatif,” ujar Ali lewat pesan singkat, Sabtu (16/7).

“KPK selanjutnya berupaya melakukan jemput paksa kepada tersangka dimaksud di wilayah Papua, namun tidak menemukan keberadaan yang bersangkutan,” imbuh Jubir berlatarbelakang jaksa itu.

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani mengungkapkan, dari laporan yang diterima, Ricky diduga melarikan diri ke Papua Nugini, usai diamankan dari Kobagma, Mamberamo Tengah, Papua.

Dia diduga melewati jalur ilegal untuk sampai ke negara tetangga tang berbatasan langsung dengan Bumi Cenderawasih tersebut.

“Ricky Ham Pagawak diantar pada Kamis pagi melalui Pasar Skow, hendak melintas ke Papua Nugini,” kata Faizal, Jumat (15/7) malam.

Ricky disebut pergi ke perbatasan RI-PNG dengan membawa dua tas ransel. “Belum diketahui apa isi tas ransel tersebut,” imbuhnya.

Faisal menyatakan, saat ini masih menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam pelarian Ricky tersebut. Jaringan Polda Papua sudah disebar. Dia memastikan, Polda Papua bakal membantu KPK dalam pencarian Ricky.

“Kami, Polda Papua, membantu mendampingi penyidik KPK melakukan pencarian Ricky Ham Pagawak,” terangnya. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories