Dibuka Perkasa, Rupiah Jangan Senang Dulu .

Pagi ini nilai tukar rupiah kembali perkasa. Mata uang Garuda dibuka menguat 0,14 poin ke level Rp 14.430 per dolar AS dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp 14.450 per dolar AS.

Rupiah menguat bersama beberapa mata uang Asia lainnya, seperti peso Filipina melonjak 0,34 persen, yen Jepang naik 0,1 persen, yuan China menguat 0,06 persen, dan dolar Singapura menguat 0,05 persen.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang saingannya naik 0,04 persen menuju 90,645. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,01 persen ke level Rp 17.148, terhadap poundsterling Inggris juga menurun 0,09 persen ke level Rp 20.131, dan terhadap dolar Australia minus 0,12 persen ke level Rp 11.215.

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra memprediksi, rupiah akan melemah pada akhir perdagangan hari ini. Lantaran didorong sentimen rilis pertumbuhan ekonomi AS yang berada di atas ekspektasi. Ekonomi negeri Paman Sam tumbuh 6,4 persen pada kuartal I-2021.

“Hal ini membuat tingkat imbal hasil (yield) surat utang AS, US Treasury ikut terkerek dari kisaran 1,61 persen ke 1,64 persen. Begitu juga dengan dolar AS,” ujarnya, Jumat (30/4).

Bahkan ia menyebut, rupiah bisa saja kembali ke kisaran Rp 14.500 dengan support di kisaran Rp 14.430 per dolar AS hari ini.

Selain itu, musim pembagian dividen dari para perusahaan terbuka turut melemahkan mata uang Garuda. Sebab, ada kebutuhan dolar AS yang meningkat, sehingga turut melemahkan nilai dari rupiah. [DWI]

]]> .
Pagi ini nilai tukar rupiah kembali perkasa. Mata uang Garuda dibuka menguat 0,14 poin ke level Rp 14.430 per dolar AS dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp 14.450 per dolar AS.

Rupiah menguat bersama beberapa mata uang Asia lainnya, seperti peso Filipina melonjak 0,34 persen, yen Jepang naik 0,1 persen, yuan China menguat 0,06 persen, dan dolar Singapura menguat 0,05 persen.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang saingannya naik 0,04 persen menuju 90,645. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,01 persen ke level Rp 17.148, terhadap poundsterling Inggris juga menurun 0,09 persen ke level Rp 20.131, dan terhadap dolar Australia minus 0,12 persen ke level Rp 11.215.

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra memprediksi, rupiah akan melemah pada akhir perdagangan hari ini. Lantaran didorong sentimen rilis pertumbuhan ekonomi AS yang berada di atas ekspektasi. Ekonomi negeri Paman Sam tumbuh 6,4 persen pada kuartal I-2021.

“Hal ini membuat tingkat imbal hasil (yield) surat utang AS, US Treasury ikut terkerek dari kisaran 1,61 persen ke 1,64 persen. Begitu juga dengan dolar AS,” ujarnya, Jumat (30/4).

Bahkan ia menyebut, rupiah bisa saja kembali ke kisaran Rp 14.500 dengan support di kisaran Rp 14.430 per dolar AS hari ini.

Selain itu, musim pembagian dividen dari para perusahaan terbuka turut melemahkan mata uang Garuda. Sebab, ada kebutuhan dolar AS yang meningkat, sehingga turut melemahkan nilai dari rupiah. [DWI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories