Dibeli Online Rp 900 Ribu, Babi Ngepet di Depok Cuma Karangan Adam Ibrahim

Babi ngepet yang menghebohkan warga Bedahan, Sawangan, Depok, rupanya cuma rekayasa. Pelakunya, tokoh masyarakat setempat, Adam Ibrahim. Dia pun dibekuk petugas Polresta Depok.

Hal ini diungkapkan Kapolresta Depok Kombes Imran Siregar saat menggelar jumpa pers di Polresta Depok, Jl Margonda Raya, Depok, Kamis (29/4). “Kami sampaikan semua yang sudah viral tiga hari sebelumnya itu adalah hoaks, itu berita bohong,” tegas Imran. 

Dibeberkannya, hal ini bermula ketika Adam mendengar cerita sejumlah warga yang kehilangan uang dengan jumlah berbeda-beda. Ada yang Rp 1 juta, ada yang Rp 2 juta.

Berangkat dari keresahan warga itu, Adam bersama tujuh warga kemudian merancang skenario soal babi ngepet. Dia memesan anak babi secara online dari seorang pecinta binatang seharga Rp 900 ribu.

Kemudian, mereka mengarang cerita soal babi ngepet. Adam cs mengabarkan pada warga, ada orang yang turun dari motor, dan menjadi babi setelah duduk selama satu setengah jam. Disebut juga, babi itu memakai kalung dan ikat kepala. “Padahal itu tidak benar. Ternyata itu rekayasa tersangka dan teman-temannya,” imbuhnya.

Babi itu kemudian ditangkap. Setelah itu, warga memotongnya dan menguburkannya. “Semua ini skenario, nyambung dari awal sampai akhir. Peran-peran orang-orang ini sudah diatur sejak awal,” tutur Imran.

Atas penyebaran berita hoaks ini, Adam Ibrahim ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 atau ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. [OKT]

]]> Babi ngepet yang menghebohkan warga Bedahan, Sawangan, Depok, rupanya cuma rekayasa. Pelakunya, tokoh masyarakat setempat, Adam Ibrahim. Dia pun dibekuk petugas Polresta Depok.

Hal ini diungkapkan Kapolresta Depok Kombes Imran Siregar saat menggelar jumpa pers di Polresta Depok, Jl Margonda Raya, Depok, Kamis (29/4). “Kami sampaikan semua yang sudah viral tiga hari sebelumnya itu adalah hoaks, itu berita bohong,” tegas Imran. 

Dibeberkannya, hal ini bermula ketika Adam mendengar cerita sejumlah warga yang kehilangan uang dengan jumlah berbeda-beda. Ada yang Rp 1 juta, ada yang Rp 2 juta.

Berangkat dari keresahan warga itu, Adam bersama tujuh warga kemudian merancang skenario soal babi ngepet. Dia memesan anak babi secara online dari seorang pecinta binatang seharga Rp 900 ribu.

Kemudian, mereka mengarang cerita soal babi ngepet. Adam cs mengabarkan pada warga, ada orang yang turun dari motor, dan menjadi babi setelah duduk selama satu setengah jam. Disebut juga, babi itu memakai kalung dan ikat kepala. “Padahal itu tidak benar. Ternyata itu rekayasa tersangka dan teman-temannya,” imbuhnya.

Babi itu kemudian ditangkap. Setelah itu, warga memotongnya dan menguburkannya. “Semua ini skenario, nyambung dari awal sampai akhir. Peran-peran orang-orang ini sudah diatur sejak awal,” tutur Imran.

Atas penyebaran berita hoaks ini, Adam Ibrahim ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 atau ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. [OKT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories