Dibanting Polisi Saat Demo Mahasiswa: Saya Nggak Mati

Demonstrasi sejumlah elemen mahasiswa di Tangerang, kemarin, berakhir ricuh. Sebagian polisi yang mengamankan aksi, bertindak kasar. Seorang mahasiswa dibanting di trotoar. Untungnya, tidak ada luka serius. Mahasiswa itu hanya pegal-pegal, dan bilang, “saya nggak mati”.
 
Demo tersebut dilakukan sejumlah mahasiswa di Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tangerang ke-389. Demo digelar di depan Kantor Bupati Tangerang, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa. Para mahasiswa datang untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan atas berbagai persoalan yang ada di Tangerang. Di antaranya, meminta Pemkab Tangerang segera menyelesaikan polemik tentang pembatasan jam operasional angkutan tambang, peningkatan mutu kualitas pendidikan, transparansi anggaran beasiswa pendidikan, hingga penindakan tegas perusahaan yang mencemari lingkungan.
 
Kericuhan dimulai saat mahasiswa ingin merangsek mendekati Kantor Bupati Tangerang. Aparat yang berjaga langsung menghalau. Aksi dorong-dorongan pun terjadi. 
 
Beberapa saat kemudian, aparat berhasil memecah massa. Sebagian mahasiswa mundur. Sebagian lagi, kena tangkap aparat. Di sinilah, aksi banting ala smackdown oleh polisi ke satu mahasiswa terjadi.
 
Dalam video berdurasi 48 detik yang viral, tampak mahasiswa berpakaian hitam biru, ditangkap polisi berseragam dan berompi hitam. Mahasiswa itu dipiting lehernya, ditarik ke arah trotoar lalu dibanding dengan posisi punggung di bawah. Kerasnya bantingan, membuat mahasiswa itu sempat tak sadarkan diri.
 
“Ini teman saya gimana? Pak tolong bantu!” kata seorang mahasiswa mencoba menolong rekannya. Aparat yang membantingnya justru pergi.
 
Aparat lainnya mencoba membangunkan mahasiswa tersebut. Namun, bukannya sadar, mahasiswa yang diketahui bernama Muhammad Faris Amirullah itu, malah kejang-kejang. 
 
Dua polisi berompi hijau terang langsung menolongnya. Beberapa intel berpakaian preman juga memberi pertolongan pertama dengan menepuk-nepuk bagian punggung Faris. 
 
Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro mengatakan, membawa mahasiswa ini ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Hasilnya, Faris sudah bisa berjalan. Dia telah diberikan obat-obatan dan vitamin. 
 
Setelah itu, Faris hadir di Media Center Polresta Tangerang. Di sana, dia memberikan klarifikasi dan menyatakan kondisinya sehat. “Saya Faris dari Himata Banten. Saya nggak ayan, saya juga nggak mati. Saya masih hidup,” ucapnya, dalam rekaman video yang juga viral. 

 

Faris, yang didampingi Wakapolres Tangerang AKBP Leonard Sinambela, mengaku baik-baik saja, meski masih agak terasa sakit di bagian tubuhnya. “Saya masih hidup, dalam keadaan biasa-biasa saja, walaupun agak sedikit pegal-pegal,” lanjut Faris. 
 
Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto prihatin dengan kejadian yang menimpa Faris. Dirinya bergegas datang ke Mapolresta Tangerang untuk bertemu dengan Faris dan kedua orang tuanya. Di lokasi, Rudy meminta maaf secara langsung kepada mahasiswa berusia 21 tahun itu. 
 
“Kapolda Banten meminta maaf secara langsung kepada saudara MFA dan orang tuanya atas tindakan pengamanan oknum Polresta Tangerang yang tidak prosedural,” ucap Rudy.
 
Rudy, yang duduk berhadapan dengan Faris, menegaskan bakal menindak tegas anak buahnya yang barbar dalam mengamankan demonstrasi. “Kami menindak tegas setiap pelanggaran prosedur pengamanan aksi unjuk rasa,” tekannya. 
 
Mabes Polri juga ambil bagian terhadap anggotanya yang membanting Faris. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut, polisi yang membanting Faris tengah diperiksa. “Propam Mabes turun ke Polda Banten. Anggota sedang diperiksa,” ucapnya.
 
Peristiwa ini memantik kemarahan netizen. Hastag #Smackdown menggema di medsos, bahkan trending topik Twitter. “Ini jelas ngawur parah, Pak,” tulis @Bobthecoder94 sambil me-mention akun Twitter Kapolri @ListyoSigitP. 
 
Akun @rendezvOusz mengaku sampai terbawa mimpi melihat kejadian tersebut. “Ya Allah sampai kebawa mimpi yang polisi smackdown mahasiswa yang demo. Kebetulan tempat magang dekat Kantor Bupati, pas pulang balik diantar orang kantor lewat sana dan masih banyak yang demo, kek lemes aja gitu lihatnya langsung,” tulisnya, sedih.
 
Sementara, akun @gadoell membahas pengakuan Faris justru memojokkan pelaku. “Saya juga nggak mati sekarang masih hidup. Sebuah statement yang baik dan benar,” tulisnya. [UMM]

]]> Demonstrasi sejumlah elemen mahasiswa di Tangerang, kemarin, berakhir ricuh. Sebagian polisi yang mengamankan aksi, bertindak kasar. Seorang mahasiswa dibanting di trotoar. Untungnya, tidak ada luka serius. Mahasiswa itu hanya pegal-pegal, dan bilang, “saya nggak mati”.
 
Demo tersebut dilakukan sejumlah mahasiswa di Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tangerang ke-389. Demo digelar di depan Kantor Bupati Tangerang, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa. Para mahasiswa datang untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan atas berbagai persoalan yang ada di Tangerang. Di antaranya, meminta Pemkab Tangerang segera menyelesaikan polemik tentang pembatasan jam operasional angkutan tambang, peningkatan mutu kualitas pendidikan, transparansi anggaran beasiswa pendidikan, hingga penindakan tegas perusahaan yang mencemari lingkungan.
 
Kericuhan dimulai saat mahasiswa ingin merangsek mendekati Kantor Bupati Tangerang. Aparat yang berjaga langsung menghalau. Aksi dorong-dorongan pun terjadi. 
 
Beberapa saat kemudian, aparat berhasil memecah massa. Sebagian mahasiswa mundur. Sebagian lagi, kena tangkap aparat. Di sinilah, aksi banting ala smackdown oleh polisi ke satu mahasiswa terjadi.
 
Dalam video berdurasi 48 detik yang viral, tampak mahasiswa berpakaian hitam biru, ditangkap polisi berseragam dan berompi hitam. Mahasiswa itu dipiting lehernya, ditarik ke arah trotoar lalu dibanding dengan posisi punggung di bawah. Kerasnya bantingan, membuat mahasiswa itu sempat tak sadarkan diri.
 
“Ini teman saya gimana? Pak tolong bantu!” kata seorang mahasiswa mencoba menolong rekannya. Aparat yang membantingnya justru pergi.
 
Aparat lainnya mencoba membangunkan mahasiswa tersebut. Namun, bukannya sadar, mahasiswa yang diketahui bernama Muhammad Faris Amirullah itu, malah kejang-kejang. 
 
Dua polisi berompi hijau terang langsung menolongnya. Beberapa intel berpakaian preman juga memberi pertolongan pertama dengan menepuk-nepuk bagian punggung Faris. 
 
Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro mengatakan, membawa mahasiswa ini ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Hasilnya, Faris sudah bisa berjalan. Dia telah diberikan obat-obatan dan vitamin. 
 
Setelah itu, Faris hadir di Media Center Polresta Tangerang. Di sana, dia memberikan klarifikasi dan menyatakan kondisinya sehat. “Saya Faris dari Himata Banten. Saya nggak ayan, saya juga nggak mati. Saya masih hidup,” ucapnya, dalam rekaman video yang juga viral. 

 

Faris, yang didampingi Wakapolres Tangerang AKBP Leonard Sinambela, mengaku baik-baik saja, meski masih agak terasa sakit di bagian tubuhnya. “Saya masih hidup, dalam keadaan biasa-biasa saja, walaupun agak sedikit pegal-pegal,” lanjut Faris. 
 
Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto prihatin dengan kejadian yang menimpa Faris. Dirinya bergegas datang ke Mapolresta Tangerang untuk bertemu dengan Faris dan kedua orang tuanya. Di lokasi, Rudy meminta maaf secara langsung kepada mahasiswa berusia 21 tahun itu. 
 
“Kapolda Banten meminta maaf secara langsung kepada saudara MFA dan orang tuanya atas tindakan pengamanan oknum Polresta Tangerang yang tidak prosedural,” ucap Rudy.
 
Rudy, yang duduk berhadapan dengan Faris, menegaskan bakal menindak tegas anak buahnya yang barbar dalam mengamankan demonstrasi. “Kami menindak tegas setiap pelanggaran prosedur pengamanan aksi unjuk rasa,” tekannya. 
 
Mabes Polri juga ambil bagian terhadap anggotanya yang membanting Faris. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut, polisi yang membanting Faris tengah diperiksa. “Propam Mabes turun ke Polda Banten. Anggota sedang diperiksa,” ucapnya.
 
Peristiwa ini memantik kemarahan netizen. Hastag #Smackdown menggema di medsos, bahkan trending topik Twitter. “Ini jelas ngawur parah, Pak,” tulis @Bobthecoder94 sambil me-mention akun Twitter Kapolri @ListyoSigitP. 
 
Akun @rendezvOusz mengaku sampai terbawa mimpi melihat kejadian tersebut. “Ya Allah sampai kebawa mimpi yang polisi smackdown mahasiswa yang demo. Kebetulan tempat magang dekat Kantor Bupati, pas pulang balik diantar orang kantor lewat sana dan masih banyak yang demo, kek lemes aja gitu lihatnya langsung,” tulisnya, sedih.
 
Sementara, akun @gadoell membahas pengakuan Faris justru memojokkan pelaku. “Saya juga nggak mati sekarang masih hidup. Sebuah statement yang baik dan benar,” tulisnya. [UMM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories