Dibangun Pengusaha Muda Muhammadiyah, Yendra Fahmi Jokowi Resmikan Masjid Hajah Yuliana

Masjid Hajah Yuliana yang berada di Komplek Madrasah Mu’allimin, Sedayu, Bantul, Yogyakarta pekan lalu diresmikan Presiden Jokowi.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, tokoh senior Muhammadiyah Buya Syafii Maarif, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dan pengusaha muda Muhammadiyah Yendra Fahmi turut hadir dalam peresmian masjid tersebut.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengapresiasi pengusaha muda Yendra Fahmi, yang telah membangun masjid ini dengan nama Masjid Hajah Yuliana.

Nama ini diambil dari nama ibunda Yendra Fahmi.

Menurut Fahmi, ia sengaja memberi nama masjid yang dibangun dengan nama ibunya, Hajah Yuliana, sebagai bentuk tanda bakti dirinya kepada orangtuanya.

“Ini tanda bakti saya kepada Ibunda yang telah membesarkan dan membimbing saya,”’ ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sebelum membangun masjid ini, Fahmi bertanya kepada mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif, apakah boleh membangun masjid dengan nama orangtuanya.

“Beliau menyatakan sangat mendukung. Setelah itu, saya langsung membangun masjid tersebut,” tambahnya.

Masjid ini dibangun dua lantai dan dapat menampung 4.000 orang jamaah. Masjid ini bisa diakses penyandang difabel. Ada jalur untuk teman-teman difabel hingga lantai 2. [HES]

]]> Masjid Hajah Yuliana yang berada di Komplek Madrasah Mu’allimin, Sedayu, Bantul, Yogyakarta pekan lalu diresmikan Presiden Jokowi.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, tokoh senior Muhammadiyah Buya Syafii Maarif, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X dan pengusaha muda Muhammadiyah Yendra Fahmi turut hadir dalam peresmian masjid tersebut.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengapresiasi pengusaha muda Yendra Fahmi, yang telah membangun masjid ini dengan nama Masjid Hajah Yuliana.

Nama ini diambil dari nama ibunda Yendra Fahmi.

Menurut Fahmi, ia sengaja memberi nama masjid yang dibangun dengan nama ibunya, Hajah Yuliana, sebagai bentuk tanda bakti dirinya kepada orangtuanya.

“Ini tanda bakti saya kepada Ibunda yang telah membesarkan dan membimbing saya,”’ ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sebelum membangun masjid ini, Fahmi bertanya kepada mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif, apakah boleh membangun masjid dengan nama orangtuanya.

“Beliau menyatakan sangat mendukung. Setelah itu, saya langsung membangun masjid tersebut,” tambahnya.

Masjid ini dibangun dua lantai dan dapat menampung 4.000 orang jamaah. Masjid ini bisa diakses penyandang difabel. Ada jalur untuk teman-teman difabel hingga lantai 2. [HES]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories