Diajarin Penanganan Dan Pemenangan Pilkada, Praja IPDN Dikuliahi Khofifah Dan Bobby

Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Hadi Prabowo berharap para Praja mempunyai pengetahuan mumpuni dalam ilmu pemerintahan untuk membangun daerah. Karena itu, IPDN menggelar stadium general secara luring dan daring di Gedung Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor, Senin (19/04).

Dalam Stadium General secara luring dan daring bertema Strategi Pemenangan Pilkada dan Penanganan Covid-19, narasumber yang dihadirkan adalah para kepala daerah top.   Mereka adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang, Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, dan Bupati Minahasa Joune JE Ganda. 

Selain diikuti secara luring oleh 159 orang yang terdiri atas praja dan sejumlah perwakilan civitas akademika IPDN, acara ini juga disaksikan oleh kurang lebih 7.000 orang yang mengikuti jalannya acara secara virtual. 

Acara yang dimoderatori oleh Brigita Manohara dan Ken Anne Kartika Sari ini mengangkat dua tema besar yang kemudian dipaparkan dengan apik oleh para narasumber. Pada sesi pertama Rektor IPDN Hadi Prabowo bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Walikota Semarang Hendrar Pribadi memaparkan materi terkait tema pecepatan pemulihan Ekonomi dan Strategi Penanganan Covid-19.

Sedangkan pada sesi kedua, Rektor IPDN didampingi oleh Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang, dan Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, dan Bupati Minahasa Joune JE Ganda, mengemukaan pemikiran dan pengalamanya terkait strategi pemenangan Pilkada serta Implementasi Visi dan Misi Kepala Daerah Terpilih dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

Acara ini implementasi kegiatan Jam Pimpinan Kepala Daerah dalam memberikan kuliah umum kepada praja dan civitas academica IPDN. “Kuliah umum dengan dua tema yang sudah disampaikan tadi, kami pandang penting sebagai media penyampaian informasi terkini tentang berbagai upaya untuk memajukan daerah dalam situasi pandemi Covid-19 ini,” kata Hadi. 

Hadi menambahkan, stadium general ini merupakan best practices pemerintahan yang dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi praja untuk dapat memahami lebih awal berbagai cara dan strategi dalam membangun daerah yang dipimpin oleh kepala daerah.

Praja juga dapat mengambil ilmu atau pembelajaran mengenai praktik berdemokrasi dan dialektika terkait dengan strategi pemenangan pilkada serta harmonisasi visi dan misi kepala daerah dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 5 tahunan yang sesuai dengan RPJMD Provinsi serta RPJMN 2020-2024 Presiden Jokowi.

Di akhir kesempatan, Hadi memberikan harapan kepada praja IPDN yang akan menjadi pamong praja muda nantinya. Praja harus mampu membangun tatanan birokrasi baru dan dapat mensupport berbagai persiapan menuju governance 4.0 dalam kerangka revolusi industri 4.0 dan society 5.0 melalui penciptaan coworking space yang memperbanyak network dan flexy working time.

“Selain itu, praja juga harus mampu menerapkan birokrasi yang dinamis dan menjadi motor utama penggerak percepatan pemulihan ekonomi dan penanganan covid 19 pada instansi di manapun mereka ditugaskan kelak,” harapnya.

Gubernur Jatim dan Walikota Semarang memaparkan mengenai kiat-kiat yang dilakukan daerahnya masing-masing untuk tetap membuat ekonomi bergeliat di tengah pandemi, serta beberapa trial yang dilakukan untuk mensosialisasikan mengenai bahaya, dampak dan cara pencegahan Covid-19.

“Kami berusaha mempersiapkan percepatan disrupsi teknologi digital, meningkatkan ketahanan kesehatan, memperhatikan aspek keamanan dan mempercepat pemulihan ekonomi dengan memastikan bahwa transaksi ekonomi aman dan tumbuh dengan baik,” kata Khofifah. 

Sedangkan Hendrar Pribadi memaparkan beberapa kebijakan yang dikeluarkan Pemkot pada saat pandemi seperti kebijakan relaksasi, menggerakan gotong royong melalui lumbung kelurahan, membuat aplikasi yang berisikan sistem informasi terkait covid dan lain sebagainya. 

Media branding menjadi salah satu tema pembahasan strategi yang diusung Muhammad Bobby Afif Nasution pada saat mencalonkan diri menjadi Walikota Medan. Sedangkan Gubernur Kalimantan Utara yang tersambung secara virtual memfokuskan kepada komunikasi yang aktif kepada masyarakat menjadi salah satu aspek utama yang diutamakan dalam kampanyenya. [BCG]

]]> Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Hadi Prabowo berharap para Praja mempunyai pengetahuan mumpuni dalam ilmu pemerintahan untuk membangun daerah. Karena itu, IPDN menggelar stadium general secara luring dan daring di Gedung Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor, Senin (19/04).

Dalam Stadium General secara luring dan daring bertema Strategi Pemenangan Pilkada dan Penanganan Covid-19, narasumber yang dihadirkan adalah para kepala daerah top.   Mereka adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang, Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, dan Bupati Minahasa Joune JE Ganda. 

Selain diikuti secara luring oleh 159 orang yang terdiri atas praja dan sejumlah perwakilan civitas akademika IPDN, acara ini juga disaksikan oleh kurang lebih 7.000 orang yang mengikuti jalannya acara secara virtual. 

Acara yang dimoderatori oleh Brigita Manohara dan Ken Anne Kartika Sari ini mengangkat dua tema besar yang kemudian dipaparkan dengan apik oleh para narasumber. Pada sesi pertama Rektor IPDN Hadi Prabowo bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Walikota Semarang Hendrar Pribadi memaparkan materi terkait tema pecepatan pemulihan Ekonomi dan Strategi Penanganan Covid-19.

Sedangkan pada sesi kedua, Rektor IPDN didampingi oleh Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang, dan Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, dan Bupati Minahasa Joune JE Ganda, mengemukaan pemikiran dan pengalamanya terkait strategi pemenangan Pilkada serta Implementasi Visi dan Misi Kepala Daerah Terpilih dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

Acara ini implementasi kegiatan Jam Pimpinan Kepala Daerah dalam memberikan kuliah umum kepada praja dan civitas academica IPDN. “Kuliah umum dengan dua tema yang sudah disampaikan tadi, kami pandang penting sebagai media penyampaian informasi terkini tentang berbagai upaya untuk memajukan daerah dalam situasi pandemi Covid-19 ini,” kata Hadi. 

Hadi menambahkan, stadium general ini merupakan best practices pemerintahan yang dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi praja untuk dapat memahami lebih awal berbagai cara dan strategi dalam membangun daerah yang dipimpin oleh kepala daerah.

Praja juga dapat mengambil ilmu atau pembelajaran mengenai praktik berdemokrasi dan dialektika terkait dengan strategi pemenangan pilkada serta harmonisasi visi dan misi kepala daerah dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 5 tahunan yang sesuai dengan RPJMD Provinsi serta RPJMN 2020-2024 Presiden Jokowi.

Di akhir kesempatan, Hadi memberikan harapan kepada praja IPDN yang akan menjadi pamong praja muda nantinya. Praja harus mampu membangun tatanan birokrasi baru dan dapat mensupport berbagai persiapan menuju governance 4.0 dalam kerangka revolusi industri 4.0 dan society 5.0 melalui penciptaan co-working space yang memperbanyak network dan flexy working time.

“Selain itu, praja juga harus mampu menerapkan birokrasi yang dinamis dan menjadi motor utama penggerak percepatan pemulihan ekonomi dan penanganan covid 19 pada instansi di manapun mereka ditugaskan kelak,” harapnya.

Gubernur Jatim dan Walikota Semarang memaparkan mengenai kiat-kiat yang dilakukan daerahnya masing-masing untuk tetap membuat ekonomi bergeliat di tengah pandemi, serta beberapa trial yang dilakukan untuk mensosialisasikan mengenai bahaya, dampak dan cara pencegahan Covid-19.

“Kami berusaha mempersiapkan percepatan disrupsi teknologi digital, meningkatkan ketahanan kesehatan, memperhatikan aspek keamanan dan mempercepat pemulihan ekonomi dengan memastikan bahwa transaksi ekonomi aman dan tumbuh dengan baik,” kata Khofifah. 

Sedangkan Hendrar Pribadi memaparkan beberapa kebijakan yang dikeluarkan Pemkot pada saat pandemi seperti kebijakan relaksasi, menggerakan gotong royong melalui lumbung kelurahan, membuat aplikasi yang berisikan sistem informasi terkait covid dan lain sebagainya. 

Media branding menjadi salah satu tema pembahasan strategi yang diusung Muhammad Bobby Afif Nasution pada saat mencalonkan diri menjadi Walikota Medan. Sedangkan Gubernur Kalimantan Utara yang tersambung secara virtual memfokuskan kepada komunikasi yang aktif kepada masyarakat menjadi salah satu aspek utama yang diutamakan dalam kampanyenya. [BCG]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories