Di Tengah Loyonya Harga Batu Bara Bukit Asam Cetak Laba Bersih Rp 2,4 Triliun .

Di tengah melemahnya harga batu bara dan pandemi Covid-19, PT Bukit Asam Tbk masih mencetak kinerja positif pada 2020. Perseroan mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp 17,3 triliun.

“Laba bersih sebesar Rp 2,4 triliun,” ujar Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk Apollonius Andwie usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2020, Senin (5/4).

Aset perusahaan tercatat masih kuat berada di angka Rp 24,1 triliun. Dengan komposisi kas setara kas dan deposito berjangka di atas 3 bulan sebesar Rp 5,5 triliun atau 23 persen dari total aset.

Dalam RUPST tersebut, PTBA membagikan dividen sebesar Rp 835 miliar. Jumlah dividen tunai yang dibagikan ini merupakan 35 persen dari total laba bersih perusahaan tahun 2020 sebesar Rp 2,4 triliun.

Pada tahun lalu, Bukit Asam melakukan pembelian kembali saham (buyback) pada periode 17 Maret 2020 sampai dengan 16 Juni 2020 sebanyak 6,3 juta lembar saham dengan harga Rp 1.987 per lembar saham.

Selain itu, hasil RUPST juga menyetujui adanya perubahan susunan pengurus perseroan diantaranya mengangkat Suryo Eko Hadianto sebagai Direktur Utama, Dwi Fatan Lilyana sebagai Direktur Sumber Daya Manusia, Farida Thamrin sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, dan Suhedi sebagai Direktur Operasi dan Produksi.

Mereka menggantikan Arviyan Arifin, Joko Pramono, Adib Ubaidillah, Mega Satria, dan Hadis Surya Palapa. Nomenklatur jabatan dalam Perseroan juga mengalami perubahan guna menyelaraskan dan meningkatkan efektivitas koordinasi di internal Holding Industri Pertambangan (MIND ID). [DIT]

]]> .
Di tengah melemahnya harga batu bara dan pandemi Covid-19, PT Bukit Asam Tbk masih mencetak kinerja positif pada 2020. Perseroan mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp 17,3 triliun.

“Laba bersih sebesar Rp 2,4 triliun,” ujar Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk Apollonius Andwie usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2020, Senin (5/4).

Aset perusahaan tercatat masih kuat berada di angka Rp 24,1 triliun. Dengan komposisi kas setara kas dan deposito berjangka di atas 3 bulan sebesar Rp 5,5 triliun atau 23 persen dari total aset.

Dalam RUPST tersebut, PTBA membagikan dividen sebesar Rp 835 miliar. Jumlah dividen tunai yang dibagikan ini merupakan 35 persen dari total laba bersih perusahaan tahun 2020 sebesar Rp 2,4 triliun.

Pada tahun lalu, Bukit Asam melakukan pembelian kembali saham (buyback) pada periode 17 Maret 2020 sampai dengan 16 Juni 2020 sebanyak 6,3 juta lembar saham dengan harga Rp 1.987 per lembar saham.

Selain itu, hasil RUPST juga menyetujui adanya perubahan susunan pengurus perseroan diantaranya mengangkat Suryo Eko Hadianto sebagai Direktur Utama, Dwi Fatan Lilyana sebagai Direktur Sumber Daya Manusia, Farida Thamrin sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, dan Suhedi sebagai Direktur Operasi dan Produksi.

Mereka menggantikan Arviyan Arifin, Joko Pramono, Adib Ubaidillah, Mega Satria, dan Hadis Surya Palapa. Nomenklatur jabatan dalam Perseroan juga mengalami perubahan guna menyelaraskan dan meningkatkan efektivitas koordinasi di internal Holding Industri Pertambangan (MIND ID). [DIT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories