Di Tengah Idul Fitri, Sinabung Erupsi 3 Kali .

Di tengah Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Kamis (13/5), Gunung Sinabung, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami erupsi tiga. Maksimal jarak luncur abu vulkanik setinggi 1.000 meter ke arah timur.  

Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Muhammad Asrori mengatakan, erupsi Sinabung pertama terjadi pada pukul 05.45 WIB. Kolom abu teramati setinggi 1.000 meter berwarna kelabu dengan intensitas tebal.

“Erupsi ini beramplitudo 10 mm dengan durasi 3 menit 29 detik,” katanya, seperti dikutip Antara, Kamis (13/5).  

Erupsi Sinabung berikutnya terjadi pukul 05.49 WIB dengan kolom abu berwarna kelabu terpantau setinggi 700 meter dengan amplitudo 40 mm berdurasi 2 menit 47 detik. Asrori mengatakan, aktivitas Sinabung masih sangat tinggi dan dapat terjadi erupsi dan awan panas susulan kapan saja.  

Untuk itu, ia mengimbau warga maupun wisatawan untuk tidak mendekat atau memasuki zona bahaya Sinabung yang sudah ditetapkan. “Selalu gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Ini untuk menghindari dampak buruk yang ditimbulkan abu vulkanis seperti ISPA dan iritasi pada mata,” katanya. [USU]

]]> .
Di tengah Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Kamis (13/5), Gunung Sinabung, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami erupsi tiga. Maksimal jarak luncur abu vulkanik setinggi 1.000 meter ke arah timur.  

Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Muhammad Asrori mengatakan, erupsi Sinabung pertama terjadi pada pukul 05.45 WIB. Kolom abu teramati setinggi 1.000 meter berwarna kelabu dengan intensitas tebal.

“Erupsi ini beramplitudo 10 mm dengan durasi 3 menit 29 detik,” katanya, seperti dikutip Antara, Kamis (13/5).  

Erupsi Sinabung berikutnya terjadi pukul 05.49 WIB dengan kolom abu berwarna kelabu terpantau setinggi 700 meter dengan amplitudo 40 mm berdurasi 2 menit 47 detik. Asrori mengatakan, aktivitas Sinabung masih sangat tinggi dan dapat terjadi erupsi dan awan panas susulan kapan saja.  

Untuk itu, ia mengimbau warga maupun wisatawan untuk tidak mendekat atau memasuki zona bahaya Sinabung yang sudah ditetapkan. “Selalu gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Ini untuk menghindari dampak buruk yang ditimbulkan abu vulkanis seperti ISPA dan iritasi pada mata,” katanya. [USU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories