Di Pusat Persemaian, Menteri LHK Beri Motivasi Ke Para Rimbawan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan gerakan penanaman pohon di Pusat Persemaian Modern Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Total yang ditanam sebanyak 150 batang pohon.

Kegiatan tanam pohon ini dalam rangka rangkaian Hari Bakti Rimbawan Ke-38 sekaligus untuk memberikan semangat kepada para Rimbawan dalam  menjaga pemulihan lingkungan dan hutan.

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengatakan, gerakan menanam pohon ini menandakan adanya kepekaan para rimbawan memperbaiki dan menjaga lingkungan. 

“Rumpin, menjadi salah satu titik pangkal untuk pemulihan lingkungan secara nasional,” ujar Siti di lokasi pembangunan Pusat Persemaian Modern Rumpin, Bogor, Sabtu (13/3). 

Siti menjelaskan, kegiatan pembangunan persemaian modern telah dilaksanakan  pasca kunjungan kerja Presiden Jokowi pada akhir November 2020 lalu.

Dalam arahannya, Menteri dua periode ini menyampaikan, bahwa lokasi penanaman di Rumpin, memiliki cita cita nasional sebagai role model pemulihan lingkungan melalui pendekatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). 

Menurutnya, pusat persemaian modern di Rumpin, mampu menyediakan bibit dengan skala besar. Bibit-bibit pohon tersebut, dapat dimanfaatkan untuk pemulihan lingkungan melalui RHL pada lahan kritis.

Sejak tahun 2019, pemerintah telah melakukan langkah korektif dalam hal pemulihan lingkungan. Pusat-pusat persemaian dengan pola kebun bibit rakyat, kebun bibit desa, dan persemaian permanen yang ada sangat terbatas dibandingkan dengan kebutuhan bibit untuk mengatasi kerusakan lingkungan. 

Hal tersebut, menjadi dasar pemerintah membangun persemaian berskala besar di beberapa wilayah. 

Pusat Persemaian 

Pembangunan persemaian berskala besar dilakukan secara terpadu, meliputi pembangunan fisik produksi bibit, didukung oleh kebijakan kelembagaan sebagai persemaian nasional, internasional dan manajemen persemaian serta peningkatan sumber daya manusia ahli benih dan bibit tanaman hutan. 

Menteri LHK pun memberikan apresiasi kepada jajarannya yang telah bekerja keras dalam mengatasi persoalan di masyarakat, terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19. 

“Saya berterima kasih atas kepedulian dan kepekaan para pejabat di KLHK dalam mengatasi permasalahan yang terjadi masyarakat. Kepekaan ini harus kita perdalam lagi, karena masyarakat ingin lebih diperhatikan lagi,” kata Siti.

Staf Ahli Menteri LHK bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah, yang juga Ketua Panitia Hari Bakti Rimbawan 2021, Winarni Monoarfa menyampaikan, bahwa jenis pohon yang ditanam antara lain adalah pohon Manggis, Sawo, Durian, Kemang Campolay, Namnam, Damar, Kayu Manis, Mindi, Menteng, Gandaria, dan Eboni. Total yang di tanam sebanyak 150 batang.

“Penanaman pohon dimaksudkan untuk membangkitkan semangat, motivasi dan membudayakan para rimbawan, untuk terus berbakti menjaga lingkungannya,” terang Winarni.

Winarni menerangkan, peringatan Hari Bakti Rimbawan dengan tema ‘Terus Berbakti Di Tengah Pandemi Untuk Lingkungan Dan Hutan Lestari’  ini menggambarkan bahwa meskipun sedang dilanda pandemi, tidak membatasi para Rimbawan untuk terus bekerja, berbakti dalam menyukseskan pembangunan, meningkatkan  kesejahteraan rakyat, sekaligus memastikan lingkungan dan kehutanan tetap lestari.[MFA]
 

]]> Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan gerakan penanaman pohon di Pusat Persemaian Modern Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Total yang ditanam sebanyak 150 batang pohon.

Kegiatan tanam pohon ini dalam rangka rangkaian Hari Bakti Rimbawan Ke-38 sekaligus untuk memberikan semangat kepada para Rimbawan dalam  menjaga pemulihan lingkungan dan hutan.

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengatakan, gerakan menanam pohon ini menandakan adanya kepekaan para rimbawan memperbaiki dan menjaga lingkungan. 

“Rumpin, menjadi salah satu titik pangkal untuk pemulihan lingkungan secara nasional,” ujar Siti di lokasi pembangunan Pusat Persemaian Modern Rumpin, Bogor, Sabtu (13/3). 

Siti menjelaskan, kegiatan pembangunan persemaian modern telah dilaksanakan  pasca kunjungan kerja Presiden Jokowi pada akhir November 2020 lalu.

Dalam arahannya, Menteri dua periode ini menyampaikan, bahwa lokasi penanaman di Rumpin, memiliki cita cita nasional sebagai role model pemulihan lingkungan melalui pendekatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). 

Menurutnya, pusat persemaian modern di Rumpin, mampu menyediakan bibit dengan skala besar. Bibit-bibit pohon tersebut, dapat dimanfaatkan untuk pemulihan lingkungan melalui RHL pada lahan kritis.

Sejak tahun 2019, pemerintah telah melakukan langkah korektif dalam hal pemulihan lingkungan. Pusat-pusat persemaian dengan pola kebun bibit rakyat, kebun bibit desa, dan persemaian permanen yang ada sangat terbatas dibandingkan dengan kebutuhan bibit untuk mengatasi kerusakan lingkungan. 

Hal tersebut, menjadi dasar pemerintah membangun persemaian berskala besar di beberapa wilayah. 

Pusat Persemaian 

Pembangunan persemaian berskala besar dilakukan secara terpadu, meliputi pembangunan fisik produksi bibit, didukung oleh kebijakan kelembagaan sebagai persemaian nasional, internasional dan manajemen persemaian serta peningkatan sumber daya manusia ahli benih dan bibit tanaman hutan. 

Menteri LHK pun memberikan apresiasi kepada jajarannya yang telah bekerja keras dalam mengatasi persoalan di masyarakat, terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19. 

“Saya berterima kasih atas kepedulian dan kepekaan para pejabat di KLHK dalam mengatasi permasalahan yang terjadi masyarakat. Kepekaan ini harus kita perdalam lagi, karena masyarakat ingin lebih diperhatikan lagi,” kata Siti.

Staf Ahli Menteri LHK bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah, yang juga Ketua Panitia Hari Bakti Rimbawan 2021, Winarni Monoarfa menyampaikan, bahwa jenis pohon yang ditanam antara lain adalah pohon Manggis, Sawo, Durian, Kemang Campolay, Namnam, Damar, Kayu Manis, Mindi, Menteng, Gandaria, dan Eboni. Total yang di tanam sebanyak 150 batang.

“Penanaman pohon dimaksudkan untuk membangkitkan semangat, motivasi dan membudayakan para rimbawan, untuk terus berbakti menjaga lingkungannya,” terang Winarni.

Winarni menerangkan, peringatan Hari Bakti Rimbawan dengan tema ‘Terus Berbakti Di Tengah Pandemi Untuk Lingkungan Dan Hutan Lestari’  ini menggambarkan bahwa meskipun sedang dilanda pandemi, tidak membatasi para Rimbawan untuk terus bekerja, berbakti dalam menyukseskan pembangunan, meningkatkan  kesejahteraan rakyat, sekaligus memastikan lingkungan dan kehutanan tetap lestari.[MFA]
 
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories