Di Depan Luhut, Gerung Menciut

Rocky Gerung biasanya “meraung-raung” dan tampil sangat garang dalam mengkritik Pemerintah. Namun, di depan Menko Kemaritiman dan Investasi, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, pengamat politik yang sedang bersinar ini, jadi mencuit. Kata-katanya yang pedas menjadi lembut, serangan-serangan keras yang biasanya dilancarkan berganti rentetan pujian, wajahnya dihiasi banyak senyum, sorot matanya tak tajam lagi.

Hal itu terlihat saat Gerung mengundang Luhut berdiskusi untuk konten YouTube RGTV channel ID, saluran resmi milik Gerung. Diskusi berlangsung sekitar 30 menit. Dari awal sampai akhir, diskusi ini banyak diselingi canda tawa. Luhut tampak sangat asyik meladeni Gerung. Gerung juga begitu ramah ke Luhut.

“Saya mau bertanya, eh bukan bertanya sebetulnya, tapi lebih tepatnya berbincang tentang masa depan negeri ini. Negeri yang kita cintai,” kata Gerung, mengawali perbincangan.

Dia memandang, Luhut merupakan sosok yang sangat dipercaya Presiden Jokowi. Karena memiliki segudang pengalaman di pemerintahan. “Pak Luhut, sebagai orang yang sangat dekat dengan Istana, tentu punya keyakinan ini Indonesia itu pasti bisa bertumbuh?” tanya Gerung.

Luhut kemudian menjawab dengan melakukan kilas balik terkait yang dilakukan para pendiri bangsa. Menurutnya, para pendiri bangsa sangat arif dalam merumuskan dasar negara dan UUD 1945. Dirinya ingin meniru itu dan melihat negeri ini menjadi lebih bagus, sehingga hal itu bisa dinikmati generasi penerus.

“Saya ingin melihat negeri ini lebih bagus lagi ke depan. Anak-cucu saya, anak-cucu kita semua, itu juga bisa menikmati satu suasana yang lebih bagus ke depan,” jawab Luhut.

Nuansa ini bukan berarti Indonesia harus adem ayem. Jika ada perbedaan, menurut Luhut, itu biasa. Yang penting, jangan sampai terjadi perpecahan.

“Tak perlu gontok-gontokan. Kita beda pendapat ndak ada masalah, biasa saja. Tidak perlu dibesar-besarkan. Tidak mesti Anda dan saya sama. Saya ke adik saya juga bisa beda, kan, tapi marilah kita hidup dalam berbeda,” imbuhnya.

Luhut lantas memuji Gerung. Dia menyebut Gerung adalah sosok yang hebat walaupun banyak mengkritik Pemerintah. “Terus terang saya melihat Anda itu hebat. Jadi, kita baru ketemu dua kali, Anda kritik saya banyak, Anda kritik Pemerintah juga banyak, kritik Presiden juga banyak. It’s OK. Di situ demokrasi. Jadi, kalau orang bilang kebebasan di kita itu tidak ada, tidak betul,” ucap dia.

 

Kemudian, Rocky menyebut Luhut di mata publik adalah figur yang sukses. Sebab, banyak yang telah dikerjakan Luhut. “Itu kerja teamwork,” potong Luhut.

Seolah tidak puas dengan jawaban Luhut, Gerung keukeuh menyebut Luhut merupakan pribadi yang cerdas. “Secara riil, orang kasih satire kok, Pak Luhut menguasai itu semua, padahal faktual memang seolah-olah Pak Luhut ini punya tongkat Musa untuk membelah jalan,” ucap Gerung. “Nggaklah,” sahut Luhut.

Gerung kemudian membandingkan mantan Kepala Staf Kepresidenan itu dengan menteri lain yang sibuk kampanye untuk jadi presiden. “Ini kesempatan kita untuk menilai orang. Objektif aja, kan menteri yang lain nggak bikin apa-apa selain kampanye jadi presiden, kan?” tanya Gerung.

Merendah, Luhut membantah pernyataan Gerung. “Ya nggak juga. Ada juga yang hebat-hebat mereka,” jawab Luhut, sambil tertawa.

Di akhir perbincangan, Gerung kemudian menyebut saat ini dirinya mengambil posisi sebagai oposisi. Dia menjelaskan alasannya terus mengkritik, tapi tidak menyertakan solusi kepada pemerintah.

“Saya tiap hari kritik kebijakan Presiden, Pak Luhut, tetapi yang saya kritik adalah kebijakan. Lalu orang komplain, Rocky Gerung kerjanya kritik, solusinya apa. Saya bilang, solusi itu dari orang yang saya kritik, karena saya bayar pajak. Jadi pengertian oposisi sekarang, kalau oposisi mesti kasih solusi, saya nggak mampu, saya nggak punya big data untuk kasih solusi,” tuturnya.

Luhut mengaku tak mempermasalahkan kritik itu. Namun, dia mengimbau kepada masyarakat agar melakukan kritik dengan santun. “Ya ndak apa-apa. Kalau saya nggak suka sama Anda, saya ndak datang ini, tapi saya hargai bahwa perbedaan pendapat itu harus ada,” ucap Luhut.

Perbincangan keduanya mendapat perhatian besar dari para warganet. Sebagian memuji sikap Gerung dan Luhut yang mau berdiskusi, meski selama ini keduanya sering berbeda.

“Mudah-mudahan bisa membuka sumbatan komunikasi, dan salut dengan Luhut Pandjaitan yang punya kemampuan tidak hanya kompetensinya saja, tetapi kemauan komunikasinya,” kicau @mens_humana. “Berbeda pendapat itu bagus,” timpal @alja_com.

Sedangkan akun @SuyudiGazali mengatakan, perbincangan antara Luhut dan Gerung tidak menarik. “Nggak seru,” ucapnya.

Sementara, akun @Esteler31 menyoroti perubahan sikap Gerung, yang biasanya galak kini menjadi lebih di hadapan Luhut. “Rocky main aman,” sindirnya. [UMM]

]]> Rocky Gerung biasanya “meraung-raung” dan tampil sangat garang dalam mengkritik Pemerintah. Namun, di depan Menko Kemaritiman dan Investasi, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, pengamat politik yang sedang bersinar ini, jadi mencuit. Kata-katanya yang pedas menjadi lembut, serangan-serangan keras yang biasanya dilancarkan berganti rentetan pujian, wajahnya dihiasi banyak senyum, sorot matanya tak tajam lagi.

Hal itu terlihat saat Gerung mengundang Luhut berdiskusi untuk konten YouTube RGTV channel ID, saluran resmi milik Gerung. Diskusi berlangsung sekitar 30 menit. Dari awal sampai akhir, diskusi ini banyak diselingi canda tawa. Luhut tampak sangat asyik meladeni Gerung. Gerung juga begitu ramah ke Luhut.

“Saya mau bertanya, eh bukan bertanya sebetulnya, tapi lebih tepatnya berbincang tentang masa depan negeri ini. Negeri yang kita cintai,” kata Gerung, mengawali perbincangan.

Dia memandang, Luhut merupakan sosok yang sangat dipercaya Presiden Jokowi. Karena memiliki segudang pengalaman di pemerintahan. “Pak Luhut, sebagai orang yang sangat dekat dengan Istana, tentu punya keyakinan ini Indonesia itu pasti bisa bertumbuh?” tanya Gerung.

Luhut kemudian menjawab dengan melakukan kilas balik terkait yang dilakukan para pendiri bangsa. Menurutnya, para pendiri bangsa sangat arif dalam merumuskan dasar negara dan UUD 1945. Dirinya ingin meniru itu dan melihat negeri ini menjadi lebih bagus, sehingga hal itu bisa dinikmati generasi penerus.

“Saya ingin melihat negeri ini lebih bagus lagi ke depan. Anak-cucu saya, anak-cucu kita semua, itu juga bisa menikmati satu suasana yang lebih bagus ke depan,” jawab Luhut.

Nuansa ini bukan berarti Indonesia harus adem ayem. Jika ada perbedaan, menurut Luhut, itu biasa. Yang penting, jangan sampai terjadi perpecahan.

“Tak perlu gontok-gontokan. Kita beda pendapat ndak ada masalah, biasa saja. Tidak perlu dibesar-besarkan. Tidak mesti Anda dan saya sama. Saya ke adik saya juga bisa beda, kan, tapi marilah kita hidup dalam berbeda,” imbuhnya.

Luhut lantas memuji Gerung. Dia menyebut Gerung adalah sosok yang hebat walaupun banyak mengkritik Pemerintah. “Terus terang saya melihat Anda itu hebat. Jadi, kita baru ketemu dua kali, Anda kritik saya banyak, Anda kritik Pemerintah juga banyak, kritik Presiden juga banyak. It’s OK. Di situ demokrasi. Jadi, kalau orang bilang kebebasan di kita itu tidak ada, tidak betul,” ucap dia.

 

Kemudian, Rocky menyebut Luhut di mata publik adalah figur yang sukses. Sebab, banyak yang telah dikerjakan Luhut. “Itu kerja teamwork,” potong Luhut.

Seolah tidak puas dengan jawaban Luhut, Gerung keukeuh menyebut Luhut merupakan pribadi yang cerdas. “Secara riil, orang kasih satire kok, Pak Luhut menguasai itu semua, padahal faktual memang seolah-olah Pak Luhut ini punya tongkat Musa untuk membelah jalan,” ucap Gerung. “Nggaklah,” sahut Luhut.

Gerung kemudian membandingkan mantan Kepala Staf Kepresidenan itu dengan menteri lain yang sibuk kampanye untuk jadi presiden. “Ini kesempatan kita untuk menilai orang. Objektif aja, kan menteri yang lain nggak bikin apa-apa selain kampanye jadi presiden, kan?” tanya Gerung.

Merendah, Luhut membantah pernyataan Gerung. “Ya nggak juga. Ada juga yang hebat-hebat mereka,” jawab Luhut, sambil tertawa.

Di akhir perbincangan, Gerung kemudian menyebut saat ini dirinya mengambil posisi sebagai oposisi. Dia menjelaskan alasannya terus mengkritik, tapi tidak menyertakan solusi kepada pemerintah.

“Saya tiap hari kritik kebijakan Presiden, Pak Luhut, tetapi yang saya kritik adalah kebijakan. Lalu orang komplain, Rocky Gerung kerjanya kritik, solusinya apa. Saya bilang, solusi itu dari orang yang saya kritik, karena saya bayar pajak. Jadi pengertian oposisi sekarang, kalau oposisi mesti kasih solusi, saya nggak mampu, saya nggak punya big data untuk kasih solusi,” tuturnya.

Luhut mengaku tak mempermasalahkan kritik itu. Namun, dia mengimbau kepada masyarakat agar melakukan kritik dengan santun. “Ya ndak apa-apa. Kalau saya nggak suka sama Anda, saya ndak datang ini, tapi saya hargai bahwa perbedaan pendapat itu harus ada,” ucap Luhut.

Perbincangan keduanya mendapat perhatian besar dari para warganet. Sebagian memuji sikap Gerung dan Luhut yang mau berdiskusi, meski selama ini keduanya sering berbeda.

“Mudah-mudahan bisa membuka sumbatan komunikasi, dan salut dengan Luhut Pandjaitan yang punya kemampuan tidak hanya kompetensinya saja, tetapi kemauan komunikasinya,” kicau @mens_humana. “Berbeda pendapat itu bagus,” timpal @alja_com.

Sedangkan akun @SuyudiGazali mengatakan, perbincangan antara Luhut dan Gerung tidak menarik. “Nggak seru,” ucapnya.

Sementara, akun @Esteler31 menyoroti perubahan sikap Gerung, yang biasanya galak kini menjadi lebih di hadapan Luhut. “Rocky main aman,” sindirnya. [UMM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

Generated by Feedzy