Di Depan Kepala Daerah, Jokowi Puji Kinerja BKPM

Presiden Jokowi meminta kepala daerah untuk memberikan dukungan penuh kepada kegiatan investasi baru. Apalagi, saat ini sudah ada UU Cipta Kerja yang menjadi payung hukum. 

“Kabupaten, kota, dan provinsi jangan memperlambat investasi. Karena investasi itu menciptakan lapangan pekerjaan. Memperlambat izin investasi, sama artinya dengan memperlambat pembukaan lapangan kerja, yang berarti memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah. Secara agregat,  ini memperlambat pertumbuhan nasional. Hati-hati,” kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah Tahun 2021 secara virtual, Rabu (14/4).

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu pun lantas mencontohkan kinerja Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yang dinilainya oke punya.

“Saudara bisa lihat di BKPM. Betapa kecepatan perizinan itu betul-betul kelihatan. Daerah pun harus begitu. Jangan memperlambat investasi,” tegasnya.

Jokowi mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)/Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) nggak mungkin naik signifikan. Karena itu, yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah investasi dan ekspor. 

“Investasi memberikan income kepada negara, kepada daerah. Dari situ, kita bisa menarik pajak atau retribusi. Saat ini, 76 persen pendapatan negara diperoleh dari pajak. Gede sekali itu,” ujar Jokowi.

“Kalau ada investasi baru, kita bisa mendirikan perusahaan atau pabrik. Obyek pajaknya bertambah. Sejauh ini, kontribusi pajak yang paling besar, memang dari badan usaha,” Karena itu, berikan dukungan penuh kepada dunia usaha yang ingin berinvestasi, atau dunia usaha yang sudah ada untuk bisa segera bangkit. Ini penting sekali,” tandasnya.

Menggenjot dan mendukung penuh kegiatan investasi di daerah sangat penting dilakukan, mengingat hal tersebut sangat menentukan laju pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja investasi di kuartal II tahun ini, akan menentukan kemampuan kita dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi. 

“Hati-hati di kuartal II tahun ini. April, Mei, Juni ini sangat menentukan pertumbuhan ekonomi nasional kita. Bisa naik atau tidak. Kalau tidak, kuartal berikutnya bakal berat sekali. Karena itu, di kuartal kedua ini, ekonomi harus bisa tumbuh di atas 7 persen. Itu bukan hal yang mudah. Tapi kalau kota, kabupaten, dan provinsi ini bergerak bersama-sama, pastinya akan mudah,” pungkas Jokowi. [HES]

 

]]> Presiden Jokowi meminta kepala daerah untuk memberikan dukungan penuh kepada kegiatan investasi baru. Apalagi, saat ini sudah ada UU Cipta Kerja yang menjadi payung hukum. 

“Kabupaten, kota, dan provinsi jangan memperlambat investasi. Karena investasi itu menciptakan lapangan pekerjaan. Memperlambat izin investasi, sama artinya dengan memperlambat pembukaan lapangan kerja, yang berarti memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah. Secara agregat,  ini memperlambat pertumbuhan nasional. Hati-hati,” kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah Tahun 2021 secara virtual, Rabu (14/4).

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu pun lantas mencontohkan kinerja Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yang dinilainya oke punya.

“Saudara bisa lihat di BKPM. Betapa kecepatan perizinan itu betul-betul kelihatan. Daerah pun harus begitu. Jangan memperlambat investasi,” tegasnya.

Jokowi mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)/Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) nggak mungkin naik signifikan. Karena itu, yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah investasi dan ekspor. 

“Investasi memberikan income kepada negara, kepada daerah. Dari situ, kita bisa menarik pajak atau retribusi. Saat ini, 76 persen pendapatan negara diperoleh dari pajak. Gede sekali itu,” ujar Jokowi.

“Kalau ada investasi baru, kita bisa mendirikan perusahaan atau pabrik. Obyek pajaknya bertambah. Sejauh ini, kontribusi pajak yang paling besar, memang dari badan usaha,” Karena itu, berikan dukungan penuh kepada dunia usaha yang ingin berinvestasi, atau dunia usaha yang sudah ada untuk bisa segera bangkit. Ini penting sekali,” tandasnya.

Menggenjot dan mendukung penuh kegiatan investasi di daerah sangat penting dilakukan, mengingat hal tersebut sangat menentukan laju pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja investasi di kuartal II tahun ini, akan menentukan kemampuan kita dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi. 

“Hati-hati di kuartal II tahun ini. April, Mei, Juni ini sangat menentukan pertumbuhan ekonomi nasional kita. Bisa naik atau tidak. Kalau tidak, kuartal berikutnya bakal berat sekali. Karena itu, di kuartal kedua ini, ekonomi harus bisa tumbuh di atas 7 persen. Itu bukan hal yang mudah. Tapi kalau kota, kabupaten, dan provinsi ini bergerak bersama-sama, pastinya akan mudah,” pungkas Jokowi. [HES]

 
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories