Dewan Pengawas Dan Dewan Direktur LPI Diumumkan Hari Ini Sri Mul Dan Erick Jadi Dewan Pengawas, Ridha DM Wirakusumah Jadi CEO .

Hari ini, Presiden Jokowi mengumumkan jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direksi Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Indonesia atau Indonesia Investment Authority (INA).

Lembaga ini mempunyai posisi yang sangat strategis dalam mendukung percepatan pembangunan yang berkelanjutan. Meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset negara jangka panjang, dan menyediakan alternatif pembiayaan bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan. 

“Melalui INA, kita akan mengurangi kesenjangan kemampuan pendanaan domestik, dengan kebutuhan pembiayaan pembangunan,” kata Jokowi dalam keterangan virtual via kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (16/2).

Jokowi optimistis INA akan menjadi mitra strategis bagi para investor, baik dalam ataupun luar negeri. Terutama, untuk pembangunan infrastruktur nasional.

Di jajaran Dewan Pengawas, Jokowi memperkenalkan 2 anggota ex officio yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Di jajaran Dewan Pengawas INA, juga terdapat 3 anggota dari unsur profesional yaitu: Haryanto Sahari (akuntan senior), Yozua Makes (ahli hukum, korporasi, dan keuangan), dan Darwin Cyrill Nurhadi (ahli pasar modal, fund raising, dan investasi).

Untuk posisi CEO diserahkan kepada Ridha DM Wirakusumah, yang sebelumnya adalah Direktur Utama PT Bank Permata Tbk/BNLI. Sedangkan Deputi CEO INA dijabat mantan Direktur Utama PT Danareksa dan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Arief Budiman. 

Di posisi Dewan Direksi, terdapat nama Stefanus Ade Hadiwidjaja sebagai Chief Investment Officer INA, Marita Alisjahbana sebagai Chief Risk Officer, Eddy Porwanto (Chief Financial Officer). [HES]

]]> .
Hari ini, Presiden Jokowi mengumumkan jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direksi Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Indonesia atau Indonesia Investment Authority (INA).

Lembaga ini mempunyai posisi yang sangat strategis dalam mendukung percepatan pembangunan yang berkelanjutan. Meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset negara jangka panjang, dan menyediakan alternatif pembiayaan bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan. 

“Melalui INA, kita akan mengurangi kesenjangan kemampuan pendanaan domestik, dengan kebutuhan pembiayaan pembangunan,” kata Jokowi dalam keterangan virtual via kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (16/2).

Jokowi optimistis INA akan menjadi mitra strategis bagi para investor, baik dalam ataupun luar negeri. Terutama, untuk pembangunan infrastruktur nasional.

Di jajaran Dewan Pengawas, Jokowi memperkenalkan 2 anggota ex officio yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Di jajaran Dewan Pengawas INA, juga terdapat 3 anggota dari unsur profesional yaitu: Haryanto Sahari (akuntan senior), Yozua Makes (ahli hukum, korporasi, dan keuangan), dan Darwin Cyrill Nurhadi (ahli pasar modal, fund raising, dan investasi).

Untuk posisi CEO diserahkan kepada Ridha DM Wirakusumah, yang sebelumnya adalah Direktur Utama PT Bank Permata Tbk/BNLI. Sedangkan Deputi CEO INA dijabat mantan Direktur Utama PT Danareksa dan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Arief Budiman. 

Di posisi Dewan Direksi, terdapat nama Stefanus Ade Hadiwidjaja sebagai Chief Investment Officer INA, Marita Alisjahbana sebagai Chief Risk Officer, Eddy Porwanto (Chief Financial Officer). [HES]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories