Deputi Penindakan KPK Keceplosan Sebut Tersangka Kasus Suap Pengadaan Tanah

Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto keceplosan mengungkap nama tersangka dalam kasus korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Padahal, nama-nama tersangka dalam kasus itu belum diumumkan KPK. Hal ini terjadi saat wartawan menanyakan perkembangan kasus itu dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (6/4) sore.

Wartawan, menanyakan soal peran pengusaha Rudy Hartono Iskandar dalam perkara ini. Rudy Hartono bukan nama baru dalam sengkarut pertanahan.

Sebelumnya, pemilik showroom mobil mewah di Radio Dalam, Jakarta Selatan itu, juga disebut terlibat dalam sengkarut pembelian lahan senilai Rp 668 miliar di Cengkareng Barat, pada 2015.

Rudy sudah dua kali dipanggil oleh penyidik komisi antirasuah terkait kasus ini. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan alias mangkir. “Untuk masalah Rudy Hartono, Munjul, saat ini yang bersangkutan masih berstatus saksi,” ujar Karyoto. 

Dia kemudian melanjutkan, ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Satu nama, disebutnya. “Eee, Yoory (Yoory C. Pinontoan, mantan Dirut Sarana Jaya)…,” tuturnya.

Sontak, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri yang duduk di sebelah kiri Karyoto langsung memberi isyarat. Keriuhan pun terdengar di ruang konferensi pers.

“Belum (diumumkan) ya?” tanya Karyoto sambil tersenyum, tampak salting alias salah tingkah. “Tapi sudah bocor dari kemarin-kemarin, kan?” sambungnya.

KPK diketahui tengah mengumpulkan dan memperkuat bukti terkait kasus pengadaan tanah tersebut. Sejumlah saksi sebelumnya pun sudah dilakukan pemeriksaan termasuk Yoory.

Selain itu, kantor PT Adonara Propertindo, Gedung Sarana Jaya, serta rumah kediaman dari sejumlah pihak yang terkait dengan perkara ini pun sudah digeledah oleh penyidik komisi antirasuah.

Sejumlah dokumen berhasil diamankan untuk selanjutnya dianalisis agar bisa dilakukan penyitaan dengan seizin Dewan Pengawas KPK.

KPK sendiri telah menyurati Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM perihal permohonan pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap para tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. [OKT]

]]> Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto keceplosan mengungkap nama tersangka dalam kasus korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Padahal, nama-nama tersangka dalam kasus itu belum diumumkan KPK. Hal ini terjadi saat wartawan menanyakan perkembangan kasus itu dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (6/4) sore.

Wartawan, menanyakan soal peran pengusaha Rudy Hartono Iskandar dalam perkara ini. Rudy Hartono bukan nama baru dalam sengkarut pertanahan.

Sebelumnya, pemilik showroom mobil mewah di Radio Dalam, Jakarta Selatan itu, juga disebut terlibat dalam sengkarut pembelian lahan senilai Rp 668 miliar di Cengkareng Barat, pada 2015.

Rudy sudah dua kali dipanggil oleh penyidik komisi antirasuah terkait kasus ini. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan alias mangkir. “Untuk masalah Rudy Hartono, Munjul, saat ini yang bersangkutan masih berstatus saksi,” ujar Karyoto. 

Dia kemudian melanjutkan, ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Satu nama, disebutnya. “Eee, Yoory (Yoory C. Pinontoan, mantan Dirut Sarana Jaya)…,” tuturnya.

Sontak, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri yang duduk di sebelah kiri Karyoto langsung memberi isyarat. Keriuhan pun terdengar di ruang konferensi pers.

“Belum (diumumkan) ya?” tanya Karyoto sambil tersenyum, tampak salting alias salah tingkah. “Tapi sudah bocor dari kemarin-kemarin, kan?” sambungnya.

KPK diketahui tengah mengumpulkan dan memperkuat bukti terkait kasus pengadaan tanah tersebut. Sejumlah saksi sebelumnya pun sudah dilakukan pemeriksaan termasuk Yoory.

Selain itu, kantor PT Adonara Propertindo, Gedung Sarana Jaya, serta rumah kediaman dari sejumlah pihak yang terkait dengan perkara ini pun sudah digeledah oleh penyidik komisi antirasuah.

Sejumlah dokumen berhasil diamankan untuk selanjutnya dianalisis agar bisa dilakukan penyitaan dengan seizin Dewan Pengawas KPK.

KPK sendiri telah menyurati Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM perihal permohonan pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap para tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. [OKT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories