Deklarasi Partai Ummat, Angkat Mantu Jadi Ketum Amien Tidak “Wow” Lagi

Partai Ummat yang didirikan Amien Rais resmi dideklarasikan, kemarin. Gaungnya terasa tak sekeren waktu Amien mendeklarasikan PAN, di awal-awal reformasi dulu. Yang bikin Amien tak “wow” lagi, di partai barunya itu, Amien malah mengangkat menantunya, Ridho Rahmadi sebagai ketua umum. Isu dinasti politik dan nepotisme pun, langsung bersarang di partai barunya itu. Apalagi, Amien sendiri menjabat sebagai Ketua Majelis Syuro.

Deklarasi Partai Ummat digelar di Yogyakarta, dan disiarkan secara virtual melalui akun YouTube Amien Rais, kemarin. Acara dibuka dengan pembacaan Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 90 dan dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya, serta pembacaan Pancasila.

Nuansa hitam-hitam menjadi ciri khas dalam deklarasi itu. Amien selaku deklarator berdiri paling depan. Eks Ketua MPR ini mengenakan jas, baju, dan celana berwarna hitam. Hanya dipadukan dengan garis emas, serta logo perisai dan bintang di dalamnya yang berwarna emas.

Di belakang Amien, berjejer puluhan kader Partai Ummat dengan seragam yang sama. Nampak di antaranya, Neno Warisman, Hanum Rais hingga mantan terpidana kasus penyebaran video ujaran kebencian Basuki Tjahja Purnama (Ahok), Buni Yani. Ada juga eks Ketum Partai Bulan Bintang, MS Kaban.

“Pada tanggal 17 Ramadhan, 1442 Hijriah bertepatan dengan 29 April 2021 masehi, bismillahirrohmanirrohim, saya deklarasikan kelahiran Partai Ummat di persada bumi pertiwi Indonesia yang kita cintai bersama,” katanya.

Kemudian, Sekretaris Majelis Syuro Partai Ummat Ansufri Idrus Sambo membacakan susunan kepengurusan Partai Ummat. “Ketua Umum Ridho Rahmadi, Sekretaris Jenderal Ahmad Muhadjir Sodruddin,” kata Sambo.

Dalam memimpin partai, lanjut dia, Ridho akan didampingi oleh tiga wakil ketua umum yakni Agung Mozin, Sugeng, dan Chandra Tirta Wijaya. Untuk posisi bendahara umum, dipegang Benny Suharto. Sementara, Amien didapuk menjadi Ketua Majelis Syuro, didampingi dua wakil ketua yakni MS Kaban dan Thalib Aldjufri serta Sambo selaku sekretaris Majelis Syuro.

Namun, baru sesaat dideklarasi, Partai Ummat justru menuai banyak kritik di dunia nyata maupun dunia maya karena kental dengan suasana politik dinasti yang selama ini selala dikritik Amien. Misalnya, Amien yang paling keras mengkritik Presiden Jokowi karena dianggap nepotisme saat membiarkan Gibran Rakabuming menjadi Wali Kota Solo.

Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai, penunjukan anak menantu pada posisi strategis partai sangat tidak elegan. Menurutnya, lebih elegan bila Amien menunjuk orang di luar keluarganya yang juga punya popularitas.

 

“Amien sebagai bapak reformis ternyata terseret juga dalam menempatkan keluarga dalam struktur partai,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia menilai, sosok Amien belum tentu mampu membawa Partai Ummat lolos diverifikasi partai politik untuk pemilu 2024. Begitu juga lolos di Senayan.

“Dulu, memang Amien sempat menjadi darling dan dianggap sebagi icon bapak reformasi. Tapi pasca itu, momen itu sudah lewat. Sekarang, Amien tidak lagi terlampau spesial,” katanya.

Politisi PAN Guspardi Gaus menyerahkan ke publik untuk menilai sikap Amien yang mengangkat mantunya sebagai Ketua Umum Partai Ummat. Apakah itu nepotisme dan oligarki atau bukan.

“Masyarakat akan menilai apakah ini namanya oligarki atau partai dibentuk dalam sistem kerajaan dan sebagainya. Tentu masyarakat sudah cerdas, kita persilakan masyarakat menilai,” kata Guspardi saat dihubungi wartawan, kemarin.

Anggota Komisi II DPR itu enggan berspekulasi apakah Partai Ummat sengaja didirikan Amien untuk membangun dinasti politik atau tidak. Menurut dia, masyarakat yang akan menilai tujuan Amien mendirikan partai tersebut.

Di dunia maya, kritikan keras juga disampaikan warganet terkait nepotisme di tubuh Partai Ummat. “Waduh trah keluarga nih ye,“ ledek @moentoel. “Kenapa nggak partai Rais aja ya kalo ketua-ketua nya sekeluarga?” sindir @obi_rbn.

Apa tanggapan Partai Ummat terkait serangan ini? Ridho Rahmadi yang jadi sasaran kritik menangkisnya. Ridho menyatakan tidak benar ada prioritas tertentu bagi orang-orang yang dekat dengan Amien di Partai Ummat. Ridho menjamin setiap kader dan anggota mempunyai kesempatan karir politik yang sama di Partai Ummat.

“Dari komposisi kepengurusan, saya pikir cukup berwarna. Ada memang unsur keluarga, tapi ada juga orang baru yang direkomendasikan sesuai ideologi perjuangan,” jawab suami dari Tasniem Rais, putri Amien ini. [QAR]

]]> Partai Ummat yang didirikan Amien Rais resmi dideklarasikan, kemarin. Gaungnya terasa tak sekeren waktu Amien mendeklarasikan PAN, di awal-awal reformasi dulu. Yang bikin Amien tak “wow” lagi, di partai barunya itu, Amien malah mengangkat menantunya, Ridho Rahmadi sebagai ketua umum. Isu dinasti politik dan nepotisme pun, langsung bersarang di partai barunya itu. Apalagi, Amien sendiri menjabat sebagai Ketua Majelis Syuro.

Deklarasi Partai Ummat digelar di Yogyakarta, dan disiarkan secara virtual melalui akun YouTube Amien Rais, kemarin. Acara dibuka dengan pembacaan Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 90 dan dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya, serta pembacaan Pancasila.

Nuansa hitam-hitam menjadi ciri khas dalam deklarasi itu. Amien selaku deklarator berdiri paling depan. Eks Ketua MPR ini mengenakan jas, baju, dan celana berwarna hitam. Hanya dipadukan dengan garis emas, serta logo perisai dan bintang di dalamnya yang berwarna emas.

Di belakang Amien, berjejer puluhan kader Partai Ummat dengan seragam yang sama. Nampak di antaranya, Neno Warisman, Hanum Rais hingga mantan terpidana kasus penyebaran video ujaran kebencian Basuki Tjahja Purnama (Ahok), Buni Yani. Ada juga eks Ketum Partai Bulan Bintang, MS Kaban.

“Pada tanggal 17 Ramadhan, 1442 Hijriah bertepatan dengan 29 April 2021 masehi, bismillahirrohmanirrohim, saya deklarasikan kelahiran Partai Ummat di persada bumi pertiwi Indonesia yang kita cintai bersama,” katanya.

Kemudian, Sekretaris Majelis Syuro Partai Ummat Ansufri Idrus Sambo membacakan susunan kepengurusan Partai Ummat. “Ketua Umum Ridho Rahmadi, Sekretaris Jenderal Ahmad Muhadjir Sodruddin,” kata Sambo.

Dalam memimpin partai, lanjut dia, Ridho akan didampingi oleh tiga wakil ketua umum yakni Agung Mozin, Sugeng, dan Chandra Tirta Wijaya. Untuk posisi bendahara umum, dipegang Benny Suharto. Sementara, Amien didapuk menjadi Ketua Majelis Syuro, didampingi dua wakil ketua yakni MS Kaban dan Thalib Aldjufri serta Sambo selaku sekretaris Majelis Syuro.

Namun, baru sesaat dideklarasi, Partai Ummat justru menuai banyak kritik di dunia nyata maupun dunia maya karena kental dengan suasana politik dinasti yang selama ini selala dikritik Amien. Misalnya, Amien yang paling keras mengkritik Presiden Jokowi karena dianggap nepotisme saat membiarkan Gibran Rakabuming menjadi Wali Kota Solo.

Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai, penunjukan anak menantu pada posisi strategis partai sangat tidak elegan. Menurutnya, lebih elegan bila Amien menunjuk orang di luar keluarganya yang juga punya popularitas.

 

“Amien sebagai bapak reformis ternyata terseret juga dalam menempatkan keluarga dalam struktur partai,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia menilai, sosok Amien belum tentu mampu membawa Partai Ummat lolos diverifikasi partai politik untuk pemilu 2024. Begitu juga lolos di Senayan.

“Dulu, memang Amien sempat menjadi darling dan dianggap sebagi icon bapak reformasi. Tapi pasca itu, momen itu sudah lewat. Sekarang, Amien tidak lagi terlampau spesial,” katanya.

Politisi PAN Guspardi Gaus menyerahkan ke publik untuk menilai sikap Amien yang mengangkat mantunya sebagai Ketua Umum Partai Ummat. Apakah itu nepotisme dan oligarki atau bukan.

“Masyarakat akan menilai apakah ini namanya oligarki atau partai dibentuk dalam sistem kerajaan dan sebagainya. Tentu masyarakat sudah cerdas, kita persilakan masyarakat menilai,” kata Guspardi saat dihubungi wartawan, kemarin.

Anggota Komisi II DPR itu enggan berspekulasi apakah Partai Ummat sengaja didirikan Amien untuk membangun dinasti politik atau tidak. Menurut dia, masyarakat yang akan menilai tujuan Amien mendirikan partai tersebut.

Di dunia maya, kritikan keras juga disampaikan warganet terkait nepotisme di tubuh Partai Ummat. “Waduh trah keluarga nih ye,“ ledek @moentoel. “Kenapa nggak partai Rais aja ya kalo ketua-ketua nya sekeluarga?” sindir @obi_rbn.

Apa tanggapan Partai Ummat terkait serangan ini? Ridho Rahmadi yang jadi sasaran kritik menangkisnya. Ridho menyatakan tidak benar ada prioritas tertentu bagi orang-orang yang dekat dengan Amien di Partai Ummat. Ridho menjamin setiap kader dan anggota mempunyai kesempatan karir politik yang sama di Partai Ummat.

“Dari komposisi kepengurusan, saya pikir cukup berwarna. Ada memang unsur keluarga, tapi ada juga orang baru yang direkomendasikan sesuai ideologi perjuangan,” jawab suami dari Tasniem Rais, putri Amien ini. [QAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories