Dedikasinya Luar Biasa Untuk Lingkungan Besok Doni Monardo Terima Doktor Honoris Causa Dari IPB

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo akan meraih gelar doktor honoris causa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Sabtu (26/3) besok. Acara penganugerahan bakal digelar di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Bogor, mulai pukul 09.00 pagi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Raditya Jati membenarkan acara penganugerahan ini. Agenda ini juga akan tayang virtual di akun kanal Youtube IPBTV.

“Penganugerahan Doktor Kehormatan Letjen TNI Doni Monardo, pada Sabtu, 27 Maret 2021, pukul 09.00-10.30 WIB bisa disaksikan di channel Youtube IPBTV,” kata Raditya dalam keterangannya, Jumat (26/3).

Dalam penganugerahan ini, Rektor IPB Arif Satria akan menyampaikan sambutan pada pukul 09.11 WIB. Diikuti dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Senat Akademik, pengantar promosi oleh ketua promotor, dan penganugerahan gelar doktor kehormatan.

Letjen Doni dijadwalkan menyampaikan pidato ilmiah sekitar pukul 09.35 WIB, disusul penayangan video kiprah dan karya jenderal TNI bintang tiga itu.

Rencana pemberian gelar doktor kehormatan kepada Letjen Doni terungkap sejak Oktober 2020. Rektor IPB Arif Satria mengatakan, pemberian gelar disetujui dalam rapat pleno Senat Akademik IPB, pada Selasa (20/10) tahun lalu.

Letjen Doni dinilai pantas mendapat pengakuan dan penghargaan atas karya, prestasi, dedikasi, dan kontribusi luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, atas pengabdian dan jasanya yang luar biasa bagi kemajuan pendidikan, pembangunan dalam arti luas, dan kemanusiaan.

Senat Akademik IPB menilai ada lima rangkaian kegiatan aksi luar biasa yang dilakukan oleh Doni yang kini juga menjabat Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Pertama, membangkitkan kepedulian lingkungan dan memberikan pelatihan keterampilan. Kedua, memobilisasi sumber daya dan membangun jaring kerja kolaborasi. Ketiga, memulihkan dan merehabilitasi keanekaragaman hayati spesies dan ekosistem. Keempat, membangun kolaborasi penegakan hukum. Kelima, melakukan advokasi kebijakan.

“Lima kegiatan tersebut berjalan secara berkesinambungan, terutama karena adanya kepemimpinan lingkungan yang kuat dan menonjol pada Doni Monardo,” tandas Arief. [FAQ]

]]> Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo akan meraih gelar doktor honoris causa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Sabtu (26/3) besok. Acara penganugerahan bakal digelar di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Bogor, mulai pukul 09.00 pagi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Raditya Jati membenarkan acara penganugerahan ini. Agenda ini juga akan tayang virtual di akun kanal Youtube IPBTV.

“Penganugerahan Doktor Kehormatan Letjen TNI Doni Monardo, pada Sabtu, 27 Maret 2021, pukul 09.00-10.30 WIB bisa disaksikan di channel Youtube IPBTV,” kata Raditya dalam keterangannya, Jumat (26/3).

Dalam penganugerahan ini, Rektor IPB Arif Satria akan menyampaikan sambutan pada pukul 09.11 WIB. Diikuti dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Senat Akademik, pengantar promosi oleh ketua promotor, dan penganugerahan gelar doktor kehormatan.

Letjen Doni dijadwalkan menyampaikan pidato ilmiah sekitar pukul 09.35 WIB, disusul penayangan video kiprah dan karya jenderal TNI bintang tiga itu.

Rencana pemberian gelar doktor kehormatan kepada Letjen Doni terungkap sejak Oktober 2020. Rektor IPB Arif Satria mengatakan, pemberian gelar disetujui dalam rapat pleno Senat Akademik IPB, pada Selasa (20/10) tahun lalu.

Letjen Doni dinilai pantas mendapat pengakuan dan penghargaan atas karya, prestasi, dedikasi, dan kontribusi luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, atas pengabdian dan jasanya yang luar biasa bagi kemajuan pendidikan, pembangunan dalam arti luas, dan kemanusiaan.

Senat Akademik IPB menilai ada lima rangkaian kegiatan aksi luar biasa yang dilakukan oleh Doni yang kini juga menjabat Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Pertama, membangkitkan kepedulian lingkungan dan memberikan pelatihan keterampilan. Kedua, memobilisasi sumber daya dan membangun jaring kerja kolaborasi. Ketiga, memulihkan dan merehabilitasi keanekaragaman hayati spesies dan ekosistem. Keempat, membangun kolaborasi penegakan hukum. Kelima, melakukan advokasi kebijakan.

“Lima kegiatan tersebut berjalan secara berkesinambungan, terutama karena adanya kepemimpinan lingkungan yang kuat dan menonjol pada Doni Monardo,” tandas Arief. [FAQ]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories