Datangi Pendopo Latihan Di Sultra Bamsoet Ingin Tarung Derajat Jadi Cabor Beladiri Disegani Dan Digunakan TNI/Polri

Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) Bambang Soesatyo mengapresiasi kinerja Pengurus Provinsi (Pengprov) KODRAT Sulawesi Tenggara (Sultra) yang telah membentuk Pengurus Daerah (Pengda) KODRAT di 10 kabupaten/kota di Sultra. Hal ini semakin menguatkan persiapan agar Tarung Derajat kembali menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sultra yang akan diselenggarakan di Kota Baubau dan Kabupaten Buton.

“Selain mempersiapkan Porda, KODRAT Sulawesi Tenggara juga sedang menyiapkan penyelenggaraan eksibisi Kejuaraan Daerah Tarung Derajat. Jika kedua event tersebut sukses, tidak menutup kemungkinan Sulawesi Tenggara bisa menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Tarung Derajat,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, saat bertemu Ketua KODRAT Sultra Rusmin Abdul Gani dan pengurus serta para atlet Tarung Derajat, di Pendopo Latihan, di Kendari, Rabu (9/2).

Ketua MPR ini menjelaskan, selain sebagai cabang olahraga, Tarung Derajat juga menjadi latihan bela diri dasar bagi para personel TNI dan Polri, serta beladiri wajib bagi siswa atau taruna Sekolah Tinggi Ilmu Intelijen Negara (STIN). Bahkan, Atta Halilintar yang mengakuisisi PSG Pati (AHHA PS Pati FC) serta Raffi Ahmad yang mengakuisisi RANS Cilegon FC, menjadikan Tarung Derajat sebagai salah satu sarana latihan bagi para atlet sepak bola mereka. Selain melestarikan Tarung Derajat, juga untuk menjadikan pemain sepak bola lebih tangkas saat bertanding di lapangan.

“Untuk semakin memasyarakatkan Tarung Derajat, ke depannya jika situasi pandemi Covid-19 sudah semakin terkendali, kita akan buat eksebisi pertarungan Tarung Derajat di berbagai mall maupun pusat kegiatan publik lainnya. Sehingga Tarung Derajat yang merupakan olahraga seni bela diri asli Aa Boxer Bandung dari Indonesia bisa semakin berkembang. Tidak kalah populer dengan seni bela diri dari berbagai negara lain. Seperti Thailand dengan Muay Thai, Korea dengan Taekwondo, Jepang dengan Aikido, Filipina dengan Kombatan, maupun Brasil dengan Jiu Jitsu,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, Tarung Derajat memiliki prinsip “Aku Ramah Bukan Berarti Takut. Aku Tunduk Bukan Berarti Takluk”, sebagaimana diajarkan Sang Guru Achmad Dradjat (Aa Boxer). Ini menjadikan setiap petarung Tarung Derajat harus memiliki jiwa dan perilaku yang tidak menyombongkan diri.

“Prinsip tersebut memiliki makna mendalam. Sekaligus menunjukan bahwa selain sebagai olahraga dan seni bela diri, Tarung Derajat juga kental dengan berbagai nilai filosofi kehidupan. Bahwa menekuni olahraga dan seni bela diri Tarung Derajat bukanlah untuk ajang gagah-gagahan. Melainkan untuk menjaga kehormatan diri, bangsa, dan negara,” pungkas Bamsoet. [USU]

]]> Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) Bambang Soesatyo mengapresiasi kinerja Pengurus Provinsi (Pengprov) KODRAT Sulawesi Tenggara (Sultra) yang telah membentuk Pengurus Daerah (Pengda) KODRAT di 10 kabupaten/kota di Sultra. Hal ini semakin menguatkan persiapan agar Tarung Derajat kembali menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sultra yang akan diselenggarakan di Kota Baubau dan Kabupaten Buton.

“Selain mempersiapkan Porda, KODRAT Sulawesi Tenggara juga sedang menyiapkan penyelenggaraan eksibisi Kejuaraan Daerah Tarung Derajat. Jika kedua event tersebut sukses, tidak menutup kemungkinan Sulawesi Tenggara bisa menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Tarung Derajat,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, saat bertemu Ketua KODRAT Sultra Rusmin Abdul Gani dan pengurus serta para atlet Tarung Derajat, di Pendopo Latihan, di Kendari, Rabu (9/2).

Ketua MPR ini menjelaskan, selain sebagai cabang olahraga, Tarung Derajat juga menjadi latihan bela diri dasar bagi para personel TNI dan Polri, serta beladiri wajib bagi siswa atau taruna Sekolah Tinggi Ilmu Intelijen Negara (STIN). Bahkan, Atta Halilintar yang mengakuisisi PSG Pati (AHHA PS Pati FC) serta Raffi Ahmad yang mengakuisisi RANS Cilegon FC, menjadikan Tarung Derajat sebagai salah satu sarana latihan bagi para atlet sepak bola mereka. Selain melestarikan Tarung Derajat, juga untuk menjadikan pemain sepak bola lebih tangkas saat bertanding di lapangan.

“Untuk semakin memasyarakatkan Tarung Derajat, ke depannya jika situasi pandemi Covid-19 sudah semakin terkendali, kita akan buat eksebisi pertarungan Tarung Derajat di berbagai mall maupun pusat kegiatan publik lainnya. Sehingga Tarung Derajat yang merupakan olahraga seni bela diri asli Aa Boxer Bandung dari Indonesia bisa semakin berkembang. Tidak kalah populer dengan seni bela diri dari berbagai negara lain. Seperti Thailand dengan Muay Thai, Korea dengan Taekwondo, Jepang dengan Aikido, Filipina dengan Kombatan, maupun Brasil dengan Jiu Jitsu,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, Tarung Derajat memiliki prinsip “Aku Ramah Bukan Berarti Takut. Aku Tunduk Bukan Berarti Takluk”, sebagaimana diajarkan Sang Guru Achmad Dradjat (Aa Boxer). Ini menjadikan setiap petarung Tarung Derajat harus memiliki jiwa dan perilaku yang tidak menyombongkan diri.

“Prinsip tersebut memiliki makna mendalam. Sekaligus menunjukan bahwa selain sebagai olahraga dan seni bela diri, Tarung Derajat juga kental dengan berbagai nilai filosofi kehidupan. Bahwa menekuni olahraga dan seni bela diri Tarung Derajat bukanlah untuk ajang gagah-gagahan. Melainkan untuk menjaga kehormatan diri, bangsa, dan negara,” pungkas Bamsoet. [USU]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories