Dari Saksi Ini, KPK Dalami Pemberian Uang dari Samin Tan ke Eks Waka Komisi VII Eni Saragih .

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami pemberian uang dari bos PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BORN) Samin Tan kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih. Hal ini didalami penyidik dari saksi Kenneth Reymond Allan dari Minning & Industri, yang digarap hari ini. 

“Yang bersangkutan didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan pemberian sejumlah uang oleh tersangka SMT (Samin Tan) kepada Eni Maulani Saragih,” ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Selasa (13/4).

Dalam kasus ini, Samin diduga memberikan uang sejumlah Rp 5 miliar kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih. Uang tersebut diduga terkait terkait terminasi perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B).

Perjanjian itu dilakukan antara PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). PT AKT sendiri telah diakuisisi PT BORN milik Samin Tan.

Selain itu, lanjut Ali, Kenneth juga dikonfirmasi mengenai keberadaan Samin Tan saat menjadi buronan KPK.

Samin Tan sudah hampir setahun jadi buronan komisi antirasuah. Namanya dimasukkan KPK ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak April 2020.

Samin Tan ditangkap di sebuah kafe di Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (5/4). Keesokan harinya, Selasa (6/4), dia langsung ditahan.

Sebelumnya, Senin (12/4), penyidik KPK memanggil anak buah Samin Tan, Direktur PT BORN Nenie Afwani, dan karyawan swasta bernama Andreay Hasudungan Aritonga.

Namun keduanya tidak hadir dan tidak memberikan konfirmasi terkait alasan ketidakhadirannya tersebut. “KPK menghimbau para saksi untuk kooperatif hadir pada panggilan selanjutnya yang akan segera dikirimkan oleh tim penyidik,” imbau Ali. [OKT]

]]> .
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami pemberian uang dari bos PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BORN) Samin Tan kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih. Hal ini didalami penyidik dari saksi Kenneth Reymond Allan dari Minning & Industri, yang digarap hari ini. 

“Yang bersangkutan didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan pemberian sejumlah uang oleh tersangka SMT (Samin Tan) kepada Eni Maulani Saragih,” ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Selasa (13/4).

Dalam kasus ini, Samin diduga memberikan uang sejumlah Rp 5 miliar kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih. Uang tersebut diduga terkait terkait terminasi perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B).

Perjanjian itu dilakukan antara PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). PT AKT sendiri telah diakuisisi PT BORN milik Samin Tan.

Selain itu, lanjut Ali, Kenneth juga dikonfirmasi mengenai keberadaan Samin Tan saat menjadi buronan KPK.

Samin Tan sudah hampir setahun jadi buronan komisi antirasuah. Namanya dimasukkan KPK ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak April 2020.

Samin Tan ditangkap di sebuah kafe di Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (5/4). Keesokan harinya, Selasa (6/4), dia langsung ditahan.

Sebelumnya, Senin (12/4), penyidik KPK memanggil anak buah Samin Tan, Direktur PT BORN Nenie Afwani, dan karyawan swasta bernama Andreay Hasudungan Aritonga.

Namun keduanya tidak hadir dan tidak memberikan konfirmasi terkait alasan ketidakhadirannya tersebut. “KPK menghimbau para saksi untuk kooperatif hadir pada panggilan selanjutnya yang akan segera dikirimkan oleh tim penyidik,” imbau Ali. [OKT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories