Dari Kotamobagu, Terbang Ke Deli Serdang Ikut KLB Dijanjiin 100 Juta, Cuma Dapet 5 Juta

Mantan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Mobagu, Sulawesi Utara, Gerald Piter Runtuthomas memberikan pernyataan mengejutkan ihwal Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Gerald, adalah salah satu peserta KLB yang bertobat, dan kembali mendukung hasil Kongres V Partai Demokrat dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum.

Melalui video pernyataan yang diputar di konferensi pers AHY bertajuk “Menguak Kebenaran Testimoni Peserta KLB Abal-abal”, di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (8/3), Gerald mengaku ikut KLB karena iming-iming uang Rp 100 juta.

“Katanya, kalau hadir dapat Rp 25 juta, sisanya Rp 75 juta selesai acara. Faktanya, kita dapat Rp 5 juta,” ujar Gerald yang disambut gelak tawa peserta konpers yang dihadiri seluruh Ketua DPD Partai Demokrat.

Gerald mengaku awalnya menolak karena mengklaim mengakui Ketum AHY. Namun, godaan duit gede tidak mampu dia tolak.

Singkat cerita, dia hadir di KLB Deli Serdang, Sumatera Utara. KLB ini, menurut Gerald, janggal. Diceritakannya, saat pemilihan berlangsung, tidak dihadiri Moeldoko yang akhirnya ditetapkan sebagai Ketum versi KLB.

Moeldoko, disebutnya mendapat Kartu Tanda Anggota (KTA) instan. “Siapa yang menandatangani KTA Moeldoko?” tanya Gerald terheran-heran. Dia pun menunjukkan KTA miliknya yang ditandatangani oleh SBY yang kala itu masih Ketum Demokrat.

Yang juga janggal, ketika peserta KLB ditanya siapa yang memilih Moeldoko sebagai Ketum untuk berdiri. Semua hadirin berdiri. Tapi, hal yang sama juga terjadi ketika nama Marzuki Ali disebutkan. Semuanya berdiri.

Sontak, Johnny Allen yang kala itu menjadi pimpinan sidang mengulang atas nama Moeldoko, dan disahkan sebagai Ketum Partai Demokrat. “Dipilih moeldoko, padahal tidak ada,” ujarnya. Gerald pun mengahaturkan permintaan maaf kepada AHY atas kekhilafannya mengikuti KLB. [BSH]

]]> Mantan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Mobagu, Sulawesi Utara, Gerald Piter Runtuthomas memberikan pernyataan mengejutkan ihwal Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Gerald, adalah salah satu peserta KLB yang bertobat, dan kembali mendukung hasil Kongres V Partai Demokrat dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum.

Melalui video pernyataan yang diputar di konferensi pers AHY bertajuk “Menguak Kebenaran Testimoni Peserta KLB Abal-abal”, di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (8/3), Gerald mengaku ikut KLB karena iming-iming uang Rp 100 juta.

“Katanya, kalau hadir dapat Rp 25 juta, sisanya Rp 75 juta selesai acara. Faktanya, kita dapat Rp 5 juta,” ujar Gerald yang disambut gelak tawa peserta konpers yang dihadiri seluruh Ketua DPD Partai Demokrat.

Gerald mengaku awalnya menolak karena mengklaim mengakui Ketum AHY. Namun, godaan duit gede tidak mampu dia tolak.

Singkat cerita, dia hadir di KLB Deli Serdang, Sumatera Utara. KLB ini, menurut Gerald, janggal. Diceritakannya, saat pemilihan berlangsung, tidak dihadiri Moeldoko yang akhirnya ditetapkan sebagai Ketum versi KLB.

Moeldoko, disebutnya mendapat Kartu Tanda Anggota (KTA) instan. “Siapa yang menandatangani KTA Moeldoko?” tanya Gerald terheran-heran. Dia pun menunjukkan KTA miliknya yang ditandatangani oleh SBY yang kala itu masih Ketum Demokrat.

Yang juga janggal, ketika peserta KLB ditanya siapa yang memilih Moeldoko sebagai Ketum untuk berdiri. Semua hadirin berdiri. Tapi, hal yang sama juga terjadi ketika nama Marzuki Ali disebutkan. Semuanya berdiri.

Sontak, Johnny Allen yang kala itu menjadi pimpinan sidang mengulang atas nama Moeldoko, dan disahkan sebagai Ketum Partai Demokrat. “Dipilih moeldoko, padahal tidak ada,” ujarnya. Gerald pun mengahaturkan permintaan maaf kepada AHY atas kekhilafannya mengikuti KLB. [BSH]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories